Home FikihIbadah Yang Diucapkan dan Tidak Ducapkan ketika Berwudu

Yang Diucapkan dan Tidak Ducapkan ketika Berwudu

by Ustadz Ivana

Ketika berwudu ada hal yang dibaca sebelum dan setelahnya, tetapi tidak ada yang dianjurkan dibaca di tengah wudu.

๐Ÿ“‹ A. DZIKIR SEBELUM DAN SETELAH WUDU

Kita dianjurkan untuk menyebut nama Allah sebelum wudu dan membaca dua kalimat syahadat setelah wudu.

Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ู„ูŽุง ูˆูุถููˆู’ุกูŽ ู„ูู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฐูƒูุฑู ุงุณู’ู…ูŽ ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู

“Tidak ada wudu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah atasnya (HHR Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Beliau juga bersabda: “Tidaklah seorang di antara kalian berwudu dengan baik lalu mengucapkan

ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฅู„ูฐู‡ูŽ ุฅู„ูŽู‘ุง ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ูŽุง ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ู ุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃู†ูŽู‘ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู

(aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya); melainkan dibukakan untuknya delapan pintu surga. Dia boleh masuk dari pintu yang dia sukai” (HSR Muslim).

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“‹ B. DZIKIR DI SETIAP MEMBASUH / MENGUSAP

Tidak ada tuntunan untuk mengucapkan bacaan tertentu ketika membasuh atau mengusap anggota wudu; baik itu dari Rasulullah ๏ทบ, sahabat, tabiin, maupun empat imam (Imam Abu Hanifah, Malik, Syafii, dan Ahmad).

Yang ada dalam hal ini hanyalah hadits palsu.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“‹ C. BICARA DI TENGAH WUDU

Boleh untuk bicara ketika berwudu, tetapi dianjurkan untuk diam.

Sebagian ulama menyebutkan bahwa bicara ketika sedang berwudu hukumnya makruh. Tetapi kata Imam Nawawi dan Imam Hajjawi, maksud ‘makruh’ di sini hanyalah Khilรขful Awla / Tarkul Awla (boleh tetapi bukan yang terbaik).

Alasannya adalah karena bicara di tengah wudu dapat mengurangi fokus berwudu, tetapi juga tidak ada dalil yang melarangnya. Maka ia disebut makruh dalam artian Khilรขful Awla.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“š Referensi:

– Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah I/48

Al Majmu’ Syarแธฅ al Muhadzdzab karya Imam Nawawi, cet. Maktabah al Irsyad, I/490

Al Iqnรข’ karya Imam Hajjawi, cet. Darul Ma’rifah, I/30

Share agar kamu dapat pahala jariyah

[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA atas nama MTT PDM Kab. Blitar, K110445261023].

Related Articles

Leave a Comment