Ternyata ada hal-hal yang boleh dikatakan di sekitar waktu khatib sedang berkhutbah, selain ada pula yang tidak boleh untuk dikatakan.
๐ A. SEBELUM KHATIB MULAI KHUTBAH PERTAMA DAN KEDUA
Jamaah boleh berbicara satu sama lain selama khatib belum memulai khutbah pertama. Mereka masih boleh berbicara satu sama lain semenjak khatib menyampaikan salam hingga muazin selesai azan sebelum khatib berdiri dan mulai berkhutbah. Ini menurut mayoritas ulama.
Mereka juga boleh saling berbicara ketika khatib duduk di antara dua khutbah dan berdiri lagi selama khatib belum mulai khutbah keduanya.
Rasulullah ๏ทบ bersabda:
ุฅูุฐูุง ููููุชู ููุตูุงุญูุจููู ููููู ู ุงูุฌูู ูุนูุฉู ุฃูููุตูุชู ููุงูุฅูู ูุงู ู ููุฎูุทูุจูุ ููููุฏู ููุบูููุชู
โJika kamu mengatakan kepada kawanmu: โdiamlahโ ketika imam sedang berkhutbah, maka kamu telah melakukan yang sia-siaโ (HSR Bukhari dan Muslim).
Mafhรปm Mukhรขlafah dari hadits ini adalah: Jamaah boleh saling berbicara ketika imam tidak sedang berkhutbah, dengan mengerti bahwa โbolehโ tidak mesti dianjurkan.
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ B. DILARANG BERBICARA KETIKA KHATIB BERKHUTBAH
Ketika khatib sedang menyampaikan khutbah yang pertama dan kedua, jamaah dilarang berbicara satu sama lain, sebagaimana hadits di atas.
Jika ucapan โdiamlahโ yang jelas berkaitan dengan maslahat khutbah saja dilarang dan pelakunya juga disebut โkamu telah melakukan yang sia-siaโ, maka ucapan selainnya lebih dilarang lagi berdasarkan kaidah Mafhรปm Muwรขfaqah.
Dan yang termasuk dilarang adalah mengucapkan salam (di luar salat) menjawabnya, serta mendoakan orang yang bersin yarแธฅamukรขllah (semoga Allah merahmati kamu). Ini karena keduanya termasuk โberbicara satu sama lainโ.
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ C. YANG DIBOLEHKAN KETIKA KHATIB BERKHUTBAH
Adapun berbicara kepada khatib hukumnya boleh jika ada hal penting; misalnya untuk menyampaikan hal yang sangat penting, menjawab pertanyaan, atau mengingatkan kesalahan khatib.
Anas bin Malik menceritakan bahwa pernah ketika Rasulullah ๏ทบ berkhutbah jumat, ada seseorang yang mengatakan: โWahai Rasulullah, harta telah musnah dan jalan telah tertutup. Beroalah kepada Allah supaya menurunkan hujan kepada kita. Maka Rasulullah ๏ทบ mengangkat kedua tangannya lalu mengucapkan: โYa Allah turunkanlah hujan kepada kami, Ya Allah turunkanlah hujan kepada kami, Ya Allah turunkanlah hujan kepada kamiโ (HSR Bukhari dan Muslim).
Dahulu juga ada orang yang memasuki masjid dan langsung duduk. Rasulullah ๏ทบ bertanya: โWahai fulan, apa kamu sudah salat (Tahiyat Masjid)?โ, dia menjawab: โbelumโ. Lalu beliau bersabda: โBerdirilah dan salatlah dua rakaatโ (HSR Bukhari).
Boleh juga untuk membaca doa dan dzikir yang memiliki sebab ketika khatib sedang berkhutbah. Misalnya:
– Membaca salawat dan doa karena akan masuk masjid
– Istighfar karena mengingat dosa setelah mendengar khatib bicara tentang neraka
– Membaca shalawat karena khatib menyebut Rasulullah ๏ทบ
– Mengucapkan tahmid karena bersin
– Mengaminkan doa khatib.
Jika salat dua rakaat tetap disyariatkan meskipun khatib sedang berkhutbah, apalagi doa dan dzikir yang durasinya jauh lebih singkat daripada salat. Imam Ibnu Arafah mengatakan: โBoleh membaca tasbih, tahlil, istighfar, serta shalawat untuk Nabi ๏ทบ ketika ada sebab-sebabnyaโ.
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ Referensi:
– Al Majmรปโ Syarแธฅ al Muhadzdzab karya Imam Nawawi -cet. Muniriyyah- I/524, 552-555
– Al Fawakih ad Dawรขni โala Risรขlah Ibn Abi Zayd al Qayrawรขni karya Syaikh Ahmad bin Ghanim an Nafrawi al Azhari hal. 410
– islamqa.info/ar/answers/6366 .
Share agar kamu dapat pahala jariyah
[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA, K260146010824].
