Teguhkan dan Tingkatkan Imanmu
A. Redaksi Ayat:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا
“Wahai orang-orang yang beriman, berimanlah kepada Allah dan RasulNya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada RasulNya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan hari kemudian (hari akhir), maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya” (Surat an Nisa`: 136).
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
B. Tafsir:
“Wahai orang-orang yang beriman, berimanlah”: maksudnya adalah pertahankan dan tingkatkan keimananmu, sesuai kaidah:
مَا أَمَرَ اللّٰهُ بِهِ فِيْ كِتَابِهِ إِمَّا أَنْ يُوَجَّهَ إِلَى مَنْ لَمْ يَدْخُلْ فِيْهِ فَهٰذَا أَمْرٌ لَهُ بِالدُّخُوْلِ فِيْهِ ، وَإِمَّا أَنْ يُوَجَّهَ لِمَنْ دَخَلَ فِيْهِ فَهٰذَا أَمْرُهُ بِهِ لِيُصَحِّحَ مَا وُجِدَ عِنْدَهُ مِنْهُ وَيَسْعَى فِيْ تَكْمِيْلِ مَا لَمْ يُوْجَدْ
“Sesuatu yang diperintahkan oleh Allah dalam kitabNya:
– Bisa jadi ditujukan kepada orang yang belum melaksanakannya, maka itu adalah perintah untuk melaksanakannya;
– Bisa jadi ditujukan kepada orang yang sudah melaksanakannya, maka itu adalah perintah untuk meluruskan (menetapi) yang ada padanya dan melengkapi yang belum ada padanya”.
“Berimanlah kepada Allah dan RasulNya”:
– Beriman kepada Allah berarti mengimani Wujud (keberadaan) Allah, Rububiyah Allah (Allah menciptakan, memiliki, dst), Uluhiyah Allah (hanya Allah yang berhak diibadahi), dan Asma` wa Shifat Allah (nama-nama dan sifat-sifat Allah)
– Beriman kepada Nabi Muhammad ﷺ berarti mengimani bahwa beliau betul-betul utusan Allah dan yang beliau sampaikan adalah kebenaran; sehingga membenarkan berita dari beliau, menjalankan perintah beliau, dan menjauhi larangan beliau.
“Dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada RasulNya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya”:
– “Dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada RasulNya”, yaitu Quran. Cara mengimaninya adalah mengimani bahwa ia benar-benar dari sisi Allah sehingga semua beritanya benar dan semua hukumnya adalah keadilan, dan bahwa ia adalah pembenar kitab-kitab terdahulu sekaligus sebagai penghapus (hukum di kitab terdahulu yang berbeda dengan hukum dalam Quran)
– “Serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya”: Mengimani kitab-kitab terdahulu yang kita diberitahu namanya (Taurat, Injil, Zabur, Shuhuf Ibrahim, dan Shuhuf Musa), mengimani bahwa kitab-kitab terdahulu itu dari Allah, serta mengimani isinya yang benar yang disampaikan kepada kita (misalnya di akhir surat al A’la disebutkan sebagian isi Shuhuf Ibrahim dan Musa).
“Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikatNya”: Kafir di sini artinya mengingkari secara penuh atau mengingkari salah satu bagiannya. Iman kepada Allah telah dibahas di atas, adapun Iman kepada Malaikat berarti mengimani keberadaan mereka dan bahwa mereka selalu taat kepada Allah dan tidak pernah melanggar aturanNya. Mengimani Malaikat mencakup:
– Mengimani keberadaan mereka
– Mengimani nama mereka yang kita ketahui seperti Jibril dan Mikail, sisanya kita imani secara umum
– Mengimani sifat mereka yang kita ketahui (diciptakan dari cahaya, punya sayap, selalu taat kepada Allah, dll)
– Mengimani tugas mereka yang kita ketahui (seperti Jibril menyampaikan wahyu).
“Kitab-kitabNya, rasul-rasulNya”: Iman kepada Kitab telah dibahas di paragraf sebelumnya. Adapun Iman kepada para Rasul mencakup:
– Mengimani bahwa risalah mereka semua benar dari Allah, dan mengingkari salah satu dari mereka berarti mengingkari mereka semua
– Mengulangi nama-nama mereka yang disebutkan kepada kita seperti Ibrahim dan Musa. Adapun sisanya kita imani mereka secara umum
– Membenarkan berita yang benar tentang mereka
– Mengamalkan syariat rasul yang diutus kepada kita yaitu Nabi Muhammad ﷺ.
“Dan hari kemudian (hari akhir)”: Maksudnya adalah Hari Kebangkitan. Ia dinamai sebagai Hari Akhir karena itu adalah fase terakhir yang tidak ada hari lain setelahnya, dan ia berlaku selama-lamanya.
“Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan hari kemudian (hari akhir), maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya”: Sebutan sesat sejauh jauhnya ini berlaku untuk yang mengingkari semua hal ini secara sekaligus, ataupun mengingkari sebagian darinya.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
C. Faidah Terkait Ayat:
– Permintaan (perintah ataupun doa) tentang sesuatu yang sudah ada berarti permintaan untuk mempertahankan dan meningkatkannya
– Ayat ini membahas 5 diantara 6 Rukun Iman, yaitu iman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab, para rasul, dan hari akhir. Iman kepada Takdir disebutkan di ayat-ayat lain
– Redaksi نَزَّلَ ‘Allah turunkan’ memiliki makna ‘bertahap’. Maksudnya adalah Allah menentukan bahwa Quran diturunkan kepada Rasulullah ﷺ secara bertahap (23 tahun), berbeda dengan kitab-kitab terdahulu yang diturunkan langsung sekaligus
– Penyebutan Quran sebagai sesuatu yang diturunkan juga menunjukkan bahwa Quran adalah Firman Allah, bukan ciptaan Allah
– Malaikat memiliki wujud dan kekuatan yang lebih besar daripada jin
– (Pokok) Iman itu harus utuh, dan tidak ada ‘keimanan parsial’. Orang yang mengimani Quran tapi mengingkari adanya Taurat bukanlah orang yang beriman
– Bukan hanya Iman dalam arti keyakinan (akidah), dalam hal ucapan dan amal pun juga harus mengikuti ajaran Islam
– Redaksi ‘telah sesat sejauh-jauhnya’ menunjukkan bahwa kesesatan itu bertingkat-tingkat, dan yang paling parah adalah kesesatannya orang-orang yang mengingkari rukun iman.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
Referensi:
– القول الأصيل فيما ورد في آيات يا أيها الذين آمنوا من تأويل – حكم بن عادل العَقيلي، ص20
– تفسير القرآن الكريم سورة النساء – محمد بن صالح العثيمين، 2/330-337
– مقرر التوحيد – عبد العزيز بن محمد آل عبد اللطيف، ص66 و77-78
– نداءات الرحمن لأهل الإيمان – أبو بكر جابر الجزائري، ص69
