Hati-hati dan Siap Menghadapi Musuh
A. Redaksi Ayat:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا خُذُوا حِذْرَكُمْ فَانْفِرُوا ثُبَاتٍ أَوِ انْفِرُوا جَمِيعًا
“Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama” (Surat an Nisa`: 71).
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
B. Tafsir:
Allah memerintahkan para hambaNya yang beriman agar berhati-hati terhadap musuh mereka yaitu orang-orang kafir dan setan. Perintah ini mencakup segala kehati-hatian dengan kemampuan persenjataan dan tipu daya, termasuk dengan berangkat berperang di jalan Allah. Oleh sebab itu Allah berfirman:
“Dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama”, berangkatlah secara terpisah ataupun bersama-sama sesuai kemaslahatan dan strategi.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
C. Faidah Terkait Ayat:
– Hendaklah seorang mukmin bersiap menghadapi pertempuran sesuai dengan jenis pertempurannya; senjata dihadapi dengan senjata, dan hujjah (argumentasi) dihadapi dengan hujjah
– Wajib bersiap siaga saat damai maupun saat perang: “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya” (Surat al Anfal: 60)
– Di antara bentuk kehati-hatian dari tipu daya setan adalah dengan memohon perlindungan kepada Allah, tidak menuruti bujukan setan, berusaha menjaga thaharah (wudu) sesuai kemampuan, membaca Quran dan salat sunah di rumah, dan sebagainya
– Perasaan aman adalah kebutuhan pokok yang diakui secara syar’i. Oleh sebab, itu kita diperintahkan untuk mewujudkan keamanan di tengah kaum muslimin
– Jangan berprasangka baik kepada musuh kafir
– Kehati-hatian terhadap musuh memerlukan pengetahuan tentang keadaan dan kekuatan mereka
– Quran tidak hanya mengajarkan ibadah dan akhlak, tetapi mengajarkan semua hal yang dibutuhkan umat manusia -termasuk bidang ‘keamanan dari musuh’-
– Allah memberi pilihan antara berangkat bersama atau berangkat terpisah, tidak ada opsi ‘sebagian berangkat dan sisanya menggembosi perjuangan’.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
Referensi:
– 89 آية بتفسير العلامة السعدي وفوائد تدبرية من مصحف التدبر، ص76
– نداء الله للمؤمنين في القرآن الكريم – علي بن نايف الشحود، ص126-127
– نداءات الرحمن لأهل الإيمان – أبو بكر جابر الجزائري، ص61-62
