Larangan Taat Kepada Orang Kafir
A. Redaksi Ayat:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تُطِيعُوا الَّذِينَ كَفَرُوا يَرُدُّوكُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَ (149) بَلِ اللَّهُ مَوْلَاكُمْ وَهُوَ خَيْرُ النَّاصِرِينَ (150)
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi (14) Tetapi (ikutilah Allah), Allahlah Pelindungmu, dan Dialah sebaik-baik Penolong (150)” (Surat Ali Imran: 149-150).
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
B. Tafsir:
Ayat ini melarang orang-orang yang beriman untuk menaati orang-orang kafir maupun kaum munafikin, karena jika orang beriman menaati mereka maka mereka hanya akan membawa pada keburukan.
Kemudian Allah memberitahukan kepada orang-orang yang beriman bahwa Dia-lah dan penjaga mereka dari berbagai keburukan.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
C. Faidah Terkait Ayat:
– Tidak pernah ada dalam sejarah umat Islam yang menaati musuh mereka kemudian beruntung dalam urusan agama maupun dunianya
– Orang yang datang ke bab ‘ketaatan pada orang kafir’ maka dia keluar dari ‘ketaatan kepada Allah’
– Yang dimaksud dengan ‘menaati orang kafir’ adalah menerima ucapan mereka dan mengambil petunjuk mereka, meskipun tidak ada relasi atasan-bawahan secara resmi
– Alasan larangan menaati orang-orang kafir adalah potensi mereka akan menggiring mukmin menuju kekufuran
– Taat kepada Allah adalah rahasia kemenanan melawan musuh
– Allah adalah Yang paling baik dan paling berhak untuk ditaati
– Pembahasan tafsir ayat ini mirip dengan pembahasan di Tafsir Surat Ali Imran ayat 101-102.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
Referensi:
– 89 آية بتفسير العلامة السعدي وفوائد تدبرية من مصحف التدبر، ص57
– نداء رب العالمين لعباده المؤمنين – محمد بن علي العرفج، ص112-115
