Home Qurantafsir Tafsir Ayat-ayat Ya Ayyuhalladzina Amanu, Ayat Ke-15 (Surat Ali Imran: 130)

Tafsir Ayat-ayat Ya Ayyuhalladzina Amanu, Ayat Ke-15 (Surat Ali Imran: 130)

by Ustadz Ivana

Haramnya Riba Meski Tidak Berlipat Ganda

A. Redaksi Ayat:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda; dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan” (Surat Ali Imran: 130).

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

B. Tafsir:

Ayat ini diturunkan terkait dengan riba yang menjadi kebiasaan di masa Jahiliyah. Dahulu sering terjadi ada orang yang sulit membayar hutang dan meminta penundaan pembayaran -dengan kompensasi tambahan bunga-, lama-lama jumlah yang harus dibayar menjadi berlipat ganda dari uang yang dipinjam di awal.

Meskipun ayat ini menyebutkan bahwa yang dilarang adalah memakan riba dengan berlipat ganda”, riba yang tidak sampai berlipat ganda tetap dilarang. Tidak boleh diambil mafhûm mukhâlafah bahwa ‘jika bunganya kecil -tidak sampai berlipat ganda- maka boleh’. Sebab, ayat ini diturunkan berkaitan dengan kebiasaan riba di masa Jahiliyah, dan kaidahnya adalah:

إِذَا خَرَجَ الْكَلَامُ مَخْرَجَ الْغَالِبِ فَلَا مَفْهُوْمَ لَهُ

“Jika sebuah kalam (termasuk kalamullah) keluar untuk menyikapi mayoritas peristiwa, maka tidak ada mafhum-nya”.

Begitu pula, dengan kaidah ini kita tahu bahwa larangan memakan riba” di ayat ini juga tidak bisa diambil mafhûm mukhâlafah bahwa ‘kalau harta riba dibelikan kendaraan maka boleh’. Sebab, penyebutan ‘memakan’ adalah untuk menyebut fungsi dasar harta.

Ayat ini ditutup dengan dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan”. Maksudnya adalah: Takutlah kepada Allah dengan membuat penghalang antara kalian dan hal-hal yang Dia larang -termasuk riba, agar kalian mendapat keberuntungan di dunia dan akhirat.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

C. Faidah Terkait Ayat:

– Berbagai pembahasan lebih detail tentang riba bisa dibaca di Tafsir Surat al Baqarah ayat 278-280

– Menjauhi riba adalah salah satu tuntutan keimanan, mukmin yang jujur keimananannya akan menjauhi riba dalam muamalahnya

– Iman adalah hal yang mendorong seseorang melaksanakan perintah Allah dan menjauhi laranganNya

– Yang haram bukan hanya menerima harta riba, tetapi juga membayarnya. Ada kaidah fikih yang berbunyi:

مَا حَرُمَ أَخْذُهُ حَرُمَ إِعْطَاؤُهُ

“Sesuatu Yang Haram Diambil Berarti Juga Haram Diberikan”. Penjelasan kaidah ini bisa dibaca di sini

– Perintah menjaga harta seorang muslim (dalam hal ini: yang berhutang) agar hartanya tidak dimakan dengan jalan batil

– Hendaklah seorang muslim (pemilik harta) mengembangkankan hartanya dengan jalan yang mulia

– Larangan membuka permusuhan dengan sesama muslim lewat ‘pinjaman berbunga’, dan anjuran berbuat baik dengan pinjaman yang diniatkan untuk meraih ridha Allah

– Ketakwaan kepada Allah membawa keberuntungan bagi orang yang bertakwa di dunia dan akhirat.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

Referensi:

– 89 آية بتفسير العلامة السعدي وفوائد تدبرية من مصحف التدبر، ص55-56

– القول الأصيل فيما ورد في آيات يا أيها الذين آمنوا من تأويل – حكم بن عادل العَقيلي، ص129-131

– شرح صحيح البخاري – (3) معنى قاعدة: إذا خرج الكلام مخرج الغالب فلا مفهوم له – أبو إسحاق الحويني (ar.islamway.net/article/79003)

– نداء الله للمؤمنين في القرآن الكريم – علي بن نايف الشحود، ص81-82

– نداء رب العالمين لعباده المؤمنين – محمد بن علي العرفج، ص105-109

– نداءات الرحمن لأهل الإيمان – أبو بكر جابر الجزائري، ص41-42

Related Articles

Leave a Comment