Home HaditsIlmu Hadits (Mushthalah) Sebab Variasi Lafal Hadits (Bagian II)

Sebab Variasi Lafal Hadits (Bagian II)

by Ustadz Ivana

Di tulisan sebelumnya kami menyampaikan bahwa bisa jadi ada riwayat-riwayat hadits yang sama-sama benar (ada di kitab hadits) meskipun ada perbedaan redaksi.

Sebab pertama yang melatarbelakanginya adalah: Terkadang Rasulullah ﷺ melakukan suatu amal lebih dari sekali dengan cara yang bervariasi.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

📋 SEBAB KEDUA: RASULULLAH MENERANGKAN SESUATU LEBIH DARI SEKALI

Terkadang Rasulullah ﷺ menerangkan suatu hal lebih dari sekali dan dengan kalimat-kalimat yang mirip. Perhatikan kalimat yang dicetak tebal dalam hadits-hadits ini:

– بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً، وَحَدِّثُوا عَنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَلَا حَرَجَ، وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

– إِيَّاكُمْ وَكَثْرَةَ الْحَدِيثِ عَنِّي، فَمَنْ قَالَ عَلَيَّ، فَلْيَقُلْ حَقًّا أَوْ صِدْقًا، وَمَنْ تَقَوَّلَ عَلَيَّ مَا لَمْ أَقُلْ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

مَنْ قَالَ عَلَيَّ مَا لَمْ أَقُلْ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ، وَمَنِ اسْتَشَارَهُ أَخُوهُ الْمُسْلِمُ فَأَشَارَ عَلَيْهِ بِغَيْرِ رُشْدِهِ فَقَدْ خَانَهُ، وَمَنْ أُفْتِيَ بِفُتْيَا غَيْرِ ثَبْتٍ فَإِنَّمَا إِثْمُهُ عَلَى مَنْ أَفْتَاهُ

Rasulullah ﷺ berkali-kali menerangkan tentang ‘barangsiapa berdusta atas namaku -dengan sengaja- maka hendaklah dia menyiapkan tempatnya di neraka’ dengan kalimat-kalimat yang mirip, sehingga memunculkan variasi lafal hadits yang semuanya shahih.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

📋 SEBAB KETIGA: RASULULLAH MENYESUAIKAN KEADAAN ORANG YANG DIAJAK BICARA

Rasulullah ﷺ berbicara kepada seseorang sesuai dengan keadaan orang tersebut, dan ini bagian dari bijaksananya beliau. Maka jika ada beberapa orang menanyakan pertanyaan yang sama, beliau ﷺ bisa memberi jawaban yang berbeda sesuai dengan keadaan masing-masing.

Misalnya beliau ditanya tentang ‘amal terbaik’ oleh beberapa orang di kesempatan yang berbeda, beliau menjawab:

– Kepada orang pertama:

مَنْ سَلِمَ المُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya” (HSR Bukhari dan Muslim),

– Kepada orang kedua:

تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ

“Memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal maupun yang tidak kamu kenal” (HSR Bukhari dan Muslim),

– Kepada orang ketiga:

إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ .. الجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ .. حَجٌّ مَبْرُورٌ

“Iman kepada Allah dan RasulNya” .. “Jihad di jalan Allah” .. “Haji Mabrur” (HSR Bukhari dan Muslim),

– Kepada orang keempat:

الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا .. ثُمَّ بِرُّ الوَالِدَيْنِ .. الجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

“Salat pada waktunya” .. “kemudian berbakti pada kedua orang tua” .. “jihad di jalan Allah” (HSR Bukhari dan Muslim).

Al Hafizh Ibnu Hajar al ‘Asqalani menerangkan bahwa adanya variasi jawaban ini karena Rasulullah ﷺ memperhatikan perbedaan kondisi orang-orang yang bertanya.

Meski demikian, yang terbaik secara mutlak (setelah iman) adalah salat, karena Rasulullah ﷺ bersabda:

وَاعْلَمُوا أَنَّ خَيْرَ أَعْمَالِكُمُ الصَّلَاةَ

“Dan ketahuilah bahwasanya amal terbaik kalian adalah salat” (HSR Ibnu Majah).

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

📚 Referensi Utama:

Asbâb Ta’addud ar Riwâyât karya Dr. Syaraf al Qudhah dan Dr. Amin al Qudhah hal. 19-20

Thuruq Ḥadîts Man Kadzaba ‘Alayya karya Imam Thabrani.

Share agar kamu dapat pahala jariyah

[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA atas nama MTT PDM Kab. Blitar, Sb010345160923].

Related Articles

Leave a Comment