Home Akidah Rasul juga Manusia (Bagian II/Terakhir)

Rasul juga Manusia (Bagian II/Terakhir)

by Ustadz Ivana

Meskipun para rasul adalah manusia yan sempurna, mereka tetap bisa mengalami berbagai hal yang bisa dialami manusia umumnya. Hikmahnya adalah sebagai bukti mereka tidak memiliki sifat ketuhanan, juga untuk menjadi contoh yang lengkap bagi umat.

📋 REDAKSI HPT

Mereka adalah manusia yang mengalami (hal) yang biasa dialami oleh orang lain selagi tak mengurangi kehormatan mereka dalam martabat mereka yang luhur.

(Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah I/18-19)

Dan di antara ‘hal yang biasa dialami oleh orang lain’ adalah memiliki kebutuhan sehari-hari, mengalami musibah, dan terkadang melakukan kekeliruan.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

📋 A. KEBUTUHAN HIDUP

Para rasul membutuhkan makan minum, bisa menikah serta berketurunan, dan hal-hal lain yang bersifat manusiawi. Allah berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِي الْأَسْوَاقِ

“Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar” (Surat al Furqan: 20), dan

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan” (Surat ar Ra’d: 38).

(Al ‘Aqâid al Islâmiyyah karya Syaikh Sayyid Sabiq hal. 176)

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

📋 B. MUSIBAH

Para rasul juga bisa mengalami musibah yang mungkin dialami oleh umumnya manusia. Misalnya: Nabi Yusuf pernah dipenjara beberapa tahun (Surat Yusuf: 42), Nabi Ayub pernah sakit parah (Surat al Anbiya`: 83), Nabi Musa sempat takut pada sihir dari tukang sihirnya Firaun (Surat Thaha: 67), dan bahkan ada nabi-nabi yang dibunuh oleh kaum Yahudi (Surat Ali ‘Imran: 112). Nabi Muhammad sendiri juga pernah terluka ketika perang Uhud dan peristiwa lainnya.

Bukan hanya itu, bahkan para rasul adalah orang-orang yang paling berat musibahnya. Suatu ketika ada yang menanyakan tentang orang yang paling berat ujiannya, Rasulullah ﷺ menjawab: “Para nabi. Kemudian orang yang (kualitasnya) di bawah mereka, lalu yang dibawahnya lagi” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah, hasan shahih).

(Ar Rusul wa a Risâlât karya Prof. Dr. Umar Sulaiman al Asyqar hal. 75, dengan tambahan pada contoh)

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

📋 C. KESALAHAN

Para nabi juga bisa lupa. Dahulu Rasulullah ﷺ pernah lupa sehingga menunaikan Salat Zhuhur lima rakaat (HSR Muslim), beliau juga pernah lupa bacaan surat dalam salat (HHR Abu Dawud). Peristiwa yang pertama mengajarkan tentang sujud sahwi, dan yang kedua mengajarkan bahwa makmum perlu membacakan ayat dengan benar ketika imamnya lupa.

Selain itu para nabi juga bisa melakukan kekeliruan. Dahulu Rasulullah ﷺ ingin mensalati jenazah tokoh munafik bernama Abdullah bin Ubay bin Salul, dan hal ini dipertanyakan oleh Umar bin Khattab. Lalu turun ayat yang membenarkan pemikiran Umar agar jangan mensalati jenazah orang munafik:

وَلَا تُصَلِّ عَلَى أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَىٰ قَبْرِهِ ۖ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَ

“Dan janganlah kamu sekali-kali mensalati (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan RasulNya dan mereka mati dalam keadaan fasik” (Surat a Taubah: 84).

(As Sîrah al ‘Umariyyah karya Syaikh Musa bin Rasyid al ‘Azimi hal 164-165, mengutip dari hadits shahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim).

Bahkan mayoritas ulama juga mengatakan bahwa para nabi pun bisa melakukan dosa kecil seperti Nabi Adam dan istrinya yang memakan buah terlarang di surga. Oleh sebab itu, keduanya lalu mengucapkan:

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi” (Surat al A’raf: 23).

(Ar Rusul wa a Risâlât karya Prof. Dr. Umar Sulaiman al Asyqar hal. 107)

Meskipun para nabi juga bisa melakukan kekeliruan, tetap ada hal-hal yang dijaga agar tidak mereka lakukan. Misanya: Dosa besar (terutama kekufuran dan kemunafikan) dan kesalahan dalam hal menyampaikan risalah.

(Ar Rusul wa a Risâlât karya Prof. Dr. Umar Sulaiman al Asyqar hal. 98-99 dan 106)

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

📋 HIKMAH

Allah menjadikan para rasul sebagai manusia terbaik, agar mereka dapat menyampaikan dan menjadi teladan risalah Islam dengan sebaik-baiknya.

Allah juga menjadikan mereka memiliki kebutuhan harian, mengalami musibah, dan bisa mengalami lupa, keliru, dan dosa kecil; agar tetap jelas bahwa mereka tidak memiliki sifat ketuhanan. Selain itu, juga agar mereka dapat memberi contoh bagaimana bersikap saat mengalami musibah, terlanjur melakukan kesalahan, dan sebagainya.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

Share agar kamu dapat pahala jariyah

[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA atas nama MTT PDM Kab. Blitar, Sb270445111123].

Related Articles

Leave a Comment