Dahulu Rasulullah ๏ทบ dan para sahabat hanya berpuasa Asyura. lalu mengapa beliau mengatakan juga ingin berpuasa Tasua?
๐ A. SEJARAH
1. Di Makkah, Rasulullah ๏ทบ telah berpuasa Asyura -tanpa memerintahkanya kepada para sahabat, sebagaimana orang-orang Jahiliyah juga berpuasa di hari itu (ajaran Nabi Ibrahim yang belum hilang)
2. Setelah hijrah ke Madinah, Rasulullah ๏ทบ tetap berpuasa Asyura dan memerintahkan para sahabat agar berpuasa, dengan hukum wajib.
Beliau mendapati orang-orang Yahudi ternyata juga berpuasa Asyura karena dahulu di tanggal itu Allah menyelamatkan Nabi Musa dan Bani Israil dari kejaran Firaun dan tentaranya. Beliau mengatakan: โKami lebih berhak dan layak atas Musa daripada kalianโ.
3. Pada tahun kedua hijriyah, turun kewajiban Puasa Ramadan yang membuat status wajibnya Puasa Asyura (dan puasa 3 hari setiap bulan) menjadi sunnah
4. Di masa akhir hidupnya, Rasulullah ๏ทบ bersabda: โJika tahun depan masih hidup maka insyaAllah kita juga akan berpuasa tanggal 9 (Hari Tasua)โ, agar berbeda dengan orang kafir yang juga berpuasa di hari Asyura. Beliau meninggal sebelum sempat melaksanakannya.
(Mukhtashar Lathรขif al Maโรขrif – Syahr Muแธฅarram, karya Syaikh Muhammad al Muhanna hal. 21-24, meringkas dari hadits-hadits shahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim)
Berdasarkan fase yang terakhir ini, maka yang paling utama adalah berpuasa di Hari Tasua (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharram) sekaligus, meskipun boleh saja jika hanya ingin berpuasa di Hari Asyura.
(Al Fawz wa al Maghnam fi Syahrillรขh al Muแธฅarram karya Dr. Sulaim bin Salim al Luqmani hal. 12-13).
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ B. HIKMAH PUASA TASUA DAN ASYURA
Hikmah Puasa Asyura adalah mensyukuri nikmat Allah yang menyelamatkan Nabi Musa dan umatnya dari kejara Firaun di tanggal 10 Muharram, dan dahulu Nabi Musa juga berpuasa Asyura sebagai ungkapan syukur.
(Risรขlah fi Aแธฅรขdรฎts Syahrillรขh al Muแธฅarram karya Syaikh โAbdullah bin Shalih al Fauzan hal. 60-61)
Adapun hikmah Puasa Tasua sehari sebelumnya adalah agar berbeda dengan orang Yahudi yang berpuasa di Hari Asyura saja.
(Al Jรขmiโ al Muแธฅarrar fi Aแธฅkรขm โรsyรปrรข` wa al Muแธฅarram karya Syaikh Muhammad Anwar Mursal hal. 69-71).
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ C. HARI TASUA TAHUN INI
Hari Tasua tahun 1445 (9 Muharram 1445 H) bertepatan dengan hari Kamis 27 Juli 2023, sehingga puasa hari itu dapat diniatkan sebagai Puasa Tasua sekaligus Puasa Kamis.
(At Tadรขkhul wa Atsaruh fi al Aแธฅkรขm asy Syarโiyyah karya Dr. Muhammad Khalid โAbdul โAziz hal. 140)
Penggabungan niat ini disebut at Tasyrรฎk fi Al โIbรขdah , yaitu meniatkan satu amalan untuk beberapa ibadah sekaligus -dengan ketentuan tertentu. Contoh lainnya adalah mandi dengan niat Mandi Jumat sekaligus Mandi Janabat, dan Salat dengan niat Salat Tahiyyatul Masjid dan salat lainnya (Al Mawsรปโah al Fiqhiyyah al Kuwaytiyyah XII/24).
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ D. HARI ASYURA TAHUN INI
Hari โAsyura ` tahun ini (10 Muharram 1445 H) bertepatan dengan hari Jumat 28 Juli 2023. Dianjurkan untuk menggabungkan Puasa Tasua dan Puasa Asyura, meskipun boleh jika kita hanya ingin Puasa โAsyua` saja.
Meskipun ada hadits yang melarang (makruh) berpuasa di Hari Jumat saja, larangan ini tidak berlaku dalam beberapa hal. Misalnya, jika Hari Jumat bertepatan dengan Hari โArafah atau Hari Asyura maka boleh berpuasa di hari itu saja.
(Tuแธฅfah al Muแธฅtรขj bi Syarแธฅ al Minhรขj karya Imam Ibnu Hajar al Haitami III/458)
Catatan: Penyebutan tahun 1445 H / 2023 M adalah karena artikel ini ditulis pada tahun itu.
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
Share agar kamu dapat pahala jariyah
[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA atas nama MTT PDM Kab. Blitar, R080145260723].
