Home Lain-lain Perbandingan Tilawah, Doa, dan Zikir

Perbandingan Tilawah, Doa, dan Zikir

by Ustadz Ivana

Pertanyaan: Mana yang lebih utama antara membaca Quran, berdoa, dan berzikir?

📋 JAWABAN:

Perlu dijelaskan bahwasanya membaca Quran dan berdoa itu termasuk zikir (mengingat, menyebut Allah).

Tetapi jika kita pisahkan antara membaca Quran, Doa, serta Zikir umum (selain membaca Quran dan selain doa secara langsung) seperti tasbih dan takbir; maka yang paling utama adalah membaca Quran, kemudian Zikir, kemudian Doa.

Membaca Quran lebih utama daripada zikir, karena yang dibaca adalah firman Allah ﷻ.

Adapun zikir lebih utama daripada doa karena zikir adalah ungkapan pujian hamba untuk Allah, sedangkan doa adalah ungkapan permintaan hamba. Dengan kata lain. Zikir lebih ke ‘murni pengabdian kepada Allah’, sedangkan dalam doa terdapat unsur ‘ada maunya’.

Ketiga ibadah ini penting dan kita perlu melaksanakan semuanya; dengan memprioritaskan yang ‘lebih penting’ daripada yang ‘penting’ ketika tidak sempat melaksanakan semuanya.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

Perkecualian:

Meskipun secara umum membaca Quran lebih utama daripada zikir dan zikir lebih utama daripada doa, terkadang doa lebih utama daripada zikir dan zikir lebih utama daripada membaca Quran; jika ada dalil khusus.

Misalnya adalah mengucapkan zikir alḥamdulillah lebih utama daripada berdoa, bagi orang yang telah makan atau minum. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللهَ لَيَرْضَى عَنِ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الْأَكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا أَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا

“Sesungguhnya Allah meridhai hamba yang memakan sesuatu lalu memujiNya karenanya, atau meminum sesuatu lalu memujiNya karenanya” (HSR Muslim).

Bertasbih lebih utama daripada membaca Quran, bagi orang yang sedang rukuk dan sujud. Bahkan, ada larangan membaca Quran ketika rukuk dan sujud. Rasulullah ﷺ bersabda:

أَلا وَإِنِّي نُهِيتُ أَنْ أَقْرَأَ الْقُرْآنَ رَاكِعًا أَوْ سَاجِدًا

“Ketahuilah bahwasanya aku dilarang membaca Quran ketika rukuk atau sujud” (HSR Muslim).

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

📚 Referensi:

Al Wâbil ash Shayyib min al Kalim ath Thayyib karya Imam Ibnul Qayyim al Jauziyyah -cet. Dar al Bayan- hal. 182 dan 187.

Share agar kamu dapat pahala jariyah

[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA, Sb090846080225].

Related Articles

Leave a Comment