Home HaditsPenjelasan Hadits Perbandingan Cahaya Salat Dan Cahaya Kesabaran

Perbandingan Cahaya Salat Dan Cahaya Kesabaran

by Ustadz Ivana

Pertanyaan: Mengapa Rasulullah ﷺ menyebut Salat sebagai Nur dan menyebut Kesabaran sebagai Dhiya`? padahal Nur dan Dhiya` sama-sama berarti ‘cahaya’.

📋 JAWABAN:

Salat dan Kesabaran sama-sama merupakan cahaya yang menyinari dunia dan akhirat orang yang melaksanakannya, keduanya adalah petunjuk dari Allah untuk melihat yang baik untuk dilaksanakan dan melihat keburukan untuk dijauhi.

Rasulullah ﷺ bersabda:

وَالصَّلَاةُ نُورٌ وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ

“Salat adalah nur (cahaya), sedekah adalah bukti (bukti iman), dan kesabaran adalah dhiya` (cahaya)” (HSR Muslim).

Perbedaannya adalah: Nur (النُّوْرُ) adalah cahaya yang tidak mengandung panas, sedangkan Dhiya` (الضِّيَاءُ) adalah cahaya yang didalamnya terdapat panas.

Dalam Quran, Allah menyebut matahari sebagai Dhiya` karena cahayanya membawa panas, dan menyebut bulan sebagai Nur karena cahaya yang dia pantulkan tidak membawa panas. Allah berfirman:

هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا

“Dialah yang menjadikan matahari Dhiya` (bersinar) dan bulan Nur (bercahaya)” (Surat Yunus: 5).

Dalam hadits di atas, Rasulullah menyebut Salat sebagai Nur (cahaya tanpa panas) karena teknis Salat mudah untuk dilakukan -meskipun banyak yang malas mengerjakannya. Adapun Kesabaran, beliau menyebutnya sebagai Dhiya` (cahaya dengan panas) karena kesabaran itu sulit untuk dilakukan.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

📚 Referensi:

Al Fawâid al Mustanbathah min al Arba’în an Nawawiyyah karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir al Barrak hal. 62

Syarḥ al Arba’în an Nawawiyyah karya Syaikh Utsaimin hal. 245 dan 248-249

Qawâ’id wa Fawâid min al Arba’în an Nawawiyyah karya Syaikh Nazhim Muhammad Sulthan hal. 201-202.

Share agar kamu dapat pahala jariyah

[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA, Sl231046220425].

Related Articles

Leave a Comment