Rasulullah ﷺ pernah melakukan 27 gahzwah (perang) dan mengirim 70an sariyyah. Di tulisan yang pertama telah disebutkan 8 perang yang terjadi di tahun 2 H: 1. Perang Abwa`, 2. Perang Buwath, 3. Perang Safwan (Badar Pertama), 4. Perang ‘Usyairah, 5. Perang Badar, 6. Perang Bani Sulaim, 7. Perang Bani Qainuqa’, 8. Perang Sawiq.
Dan dii tulisan kedua ini kita akan membaca perang-perang Rasulullah ﷺ di tahun 3 dan 4 H.
B. TAHUN 3 H
9. Perang Ghathafan (غَزْوَةُ غَطَفَانَ)
Perang ini juga disebut Perang Anmar (غَزَوَةُ أَنْمَارٍ) dan Perang Dzi Amarr (غَزْوَةِ ذِيْ أَمَرَّ)
a. Waktu: 12 Rabiul Awal 3 H.
b.Tempat: Najd di wilayah Nukhail, 130 Km dari Madinah.
c. Sebab: Nabi ﷺ mendengar kabar bahwa sejumlah orang dari Bani Tsa’labah danBani Muharib berkumpul di Dzi Amarr, hendak menyerang pinggiran Madinah. Mereka dikumpulkan oleh Du’tsur bin Harits al Muharibi al Ghathafani.
d. Jumlah Pasukan:
– Pasukan muslim: 450 irang
– Pasukan musuh: Sejumlah orang dari Bani Tsa’labah dan Bani Muharib.
e. Pembawa Bendera: ?.
f. Hasil:
– Pasukan musuh kabur ke atas gunung saat mendengar kedatangan Nabi ﷺ, dan tidak terjadi pertempuran. Nabi ﷺ tinggal di Najd selama bulan Shafar tahun itu
– Nama negara Islam semakin disegani di wilayah ini.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
10 . Perang Bahran (غَزْوَةُ بَحْرَانَ)
Disebut juga sebagai Perang Fara’ (غَزْوَةُ الْفَرَعِ).
a. Waktu: 6 Jumadil Awal 3 H.
b.Tempat: Gunung Bahran yang terletak di wilayah Fara’.
c. Sebab: Sejumlah besar orang dari Bani Sulaim berkumpul di Buhran untuk memerang kaum muslimin, maka Nabi ﷺ keluar menghadapi mereka.
d. Jumlah Pasukan:
– Pasukan muslim: 300 orang
– Pasukan musuh: Sejumlah besar orang dari Bani Sulaim
e. Pembawa Bendera: ؟.
f. Hasil:
– Bani Sulaim kabur saat mengetahui kedatangan Nabi ﷺ, tidak terjadi pertempuran. Nabi ﷺ tinggal di Bahran beberapa hari sebelum kembali ke Madinah
– Nama negara Islam semakin disegani bagi orang-orang kafir Quraisy.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
11. Perang Uhud (غَزْوَةُ أُحُدٍ)
a. Waktu: Sabtu, 15 Syawal 3 H.
b.Tempat: Di sisi gunung (bukit) Uhud yang masuk di perbatasan Madinah. Gunung Uhud berwarna merah yang indah, dan terletak 4 Km dari Masjid Nabawi.
c. Sebab: Upaya Abu Sufyan dan kawan-kawannya untuk balas dendam atas kekalahan di Perang Badar.
d. Jumlah Pasukan:
– Pasukan muslim: Awalnya ada 1.000 pasukan, kemudian gembong munafikin Abdullah bin Ubay bin Salul mengajak 300 orang untuk pulang.
Dengan demikian, yang tersisa 700 orang termasuk 50 penunggang kuda dan 50 pemanah yang ditempatkan di atas bukit pemanah (Jabal Rumah) yang dipimpin oleh Abdullah bin Jubair.
– Pasukan musuh: Sekitar 3.000 pasukan, termasuk 200 penunggang kuda.
e. Pembawa Bendera: Mush’ab bin ‘Umair, kemudian -karena dia gugur- digantikan oleh Ali bin Abi Thalib.
f. Hasil:
– Awalnya umat Islam unggul. Kemudian situasi berbalik saat para pemanah meninggalkan tempat mereka
– Jumlah pasukan muslim yang gugur adaah 70 orang.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
12. Perang Hamra` al Asad (غَزْوَةُ حَمْرَاءِ الْأَسَدِ)
a. Waktu: Ahad, 16 Syawal 3 H; sehari setelah Perang Uhud.
b.Tempat: Hamra` al Asad, yaitu gunung merah di sebelah barat Madinah.
c. Sebab: Kaum muslimin mendengar kabar bahwa Abu Sufyan kembali untuk berperang lagi. Maka Nabi ﷺ berangkat ke Hamra` al Asad untuk menghadapi mereka.
d. Jumlah Pasukan:
– Pasukan muslim: Seluruh pasukan yang tersisa dari perang Uhud (630 orang)
– Pasukan musuh: 2.978 musyrikin.
e. Pembawa Bendera: Ali bin Abi Thalib.
f. Hasil:
– Nabi ﷺ keluar untuk menakut-nakuti musuh dan menunjukkan bahwa peristiwa Perang Uhud tidak mengurangi kemampuan umat Islam menghadapi musuh mereka
– Pasukan Quraisy pun takut jika menuju Madinah, maka tidak terjadi pertempuran, dan Nabi ﷺ pun kembali ke Madinah.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
C. TAHUN 4 H
13. Perang Bani Nadhir (غَزْوَةُ النَّضِيْرِ)
a. Waktu: Rabiul Awal 4 H.
b.Tempat: Perkampungan Yahudi Bani Nadhir di Madinah, sekitar 800 dari Masjid Quba`.
c. Sebab: Yahudi Bani Nadhir membatalkan perjanjian dengan Rasulullah ﷺ dengan berusaha untuk membunuh beliau. Saat itu beliau datang kepada mereka untuk meminta tolong tentang pembayaran diyat dua kasus pembunuhan, beliau duduk di salah satu rumah mereka. Lalu salah seorang dari mereka naik ke atas untuk menimpakan batu kepada beliau. Malaikat Jibril mengabari beliau tentang hal tersebut, dan beliau segera kembali ke Madinah lalu kembali dengan pasukan yang mengepung mereka.
d. Jumlah Pasukan: Jumlah pasukan dari kedua belah pihak tidak disebutkan.
e. Pembawa Bendera: Ali bin Abi Thalib.
f. Hasil:
– Setelah Bani Nadhir dikepung selama enam malam di benteng-benteng mereka, Nabi ﷺ membuat kesepakatan dengan mereka bahwa mereka boleh pergi dari Madinah dengan membawa bawaan yang muat dibawa unta mereka -tetapi tidak boleh membawa senjata
– Di antara mereka ada dua orang yang masuk Islam, yaitu Yamin bin Amru dan Abu Sa’d bin Wahb; diri dan harta keduanya pun aman
– Rasulullah ﷺ mendapat rampasan dari harta Bani Nadhir serta membagikannya di antara kaum Muhajirin.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
14. Perang Dzatur Riqa’ (غَزْوَةُ ذَاتِ الرِّقَاعِ)
Disebut juga sebagai Perang Najd (غَزْوَةُ نَجْدٍ) dan Perang A’ajib (غَزْوَةُ الْأَعَاجِيْبِ).
a. Waktu: Jumadil Awal 4 H. Sebagian sejarawan mengatakan bahwa ia terjadi di tahun 7 H setelah Perang Khaibar.
b.Tempat: Najd, tepatnya di Lembah Syuqrah di dekat Nukhail (lokasi Perang Ghathafan tahun 3 H, lihat no. 9).
c. Sebab: Bani Muharib dan Bani Tsa’labah dari suku Ghathafan kembali berkumpul untuk menyerang Madinah.
d. Jumlah Pasukan:
– Pasukan muslim: 400 orang dari Muhajirin dan Anshar, ada yang mengatakan: 700 orang.
e. Pembawa Bendera: Utsman bin Affan.
f. Hasil:
– Kedua pasukan sudah berdekatan tetapi saling khawatir. Pasukan umat Islam khawatir dijebak musuh di wilayah mereka, adapun musuh takut akan dibumihanguskan oleh pasukan umat Islam
– Ketika tiba waktu shalat, Rasulullah ﷺ dan para sahabat melaksanakan Salat Khauf (salat dalam keadaan takut / genting), kemudian kedua pasukan berpisah tanpa terjadi peperangan.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
15. Perang Badar Akhir (غَزْوَةُ بَدْرٍ الْآخِرَةُ)
Disebut juga sebagai Perang Badar Terakhir (غَزْوَةُ بَدْرٍ الصُّغْرَى) dan Perang Badar Mau’id (غَزْوَةُ بَدْرٍ الْمَوْعِدِ), dan Perang Badar Kedua (غَزْوَةُ بَدْرٍ الثَّانِيَةُ) (dengan menghitung Perang Badar Besar -lihat no.5- sebagai yang pertama).
a. Waktu: Rasulullah ﷺ berangkat ke Badar pada bulan Syawal dan sampai di sana di awal bulan Zulkaidah tahun 4 H. Beliau berdiam di sana selama 8 hari.
b.Tempat: Badar, 155 Km dari Madinah.
c. Sebab: Ketika Abu Sufyan kembali dari Perang Uhud dengan sombong, dia berkata: “Mau’id (tempat/waktu yang dijanjikan) antara kami dan kalian adalah Badar”. Maka Rasuullah ﷺ dan umat Islam pun berangkat sesuai waktu yang dijanjikan. Umat Islam juga berangkat dengan barang dagangan mereka; jika jadi perang maka mereka berperang, dan jika tidak jadi perang maka mereka akan berdagang.
d. Jumlah Pasukan:
– Pasukan muslim: 1.500 orang, termasuk 10 orang pasukan berkuda
– Pasukan musuh: 2.000 orang, termasuk 50 orang pasukan berkuda.
e. Pembawa Bendera: Ali bin Abi Thalib.
f. Hasil:
– Rasulullah ﷺ tinggal di Badar selama 8 hari menunggu Abu Sufyan dan pasukannya
– Abu Sufyan sempat berangkat, tetapi di jalan mereka kembali karena takut
– Karena batal perang, umat Islam pun berdagang di pasar-pasar tanpa ada satupun orang yang berani menentang mereka.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
