Home Sirah Nabawiyah Perang-perang Rasulullah ﷺ (Bagian Keempat -terakhir)

Perang-perang Rasulullah ﷺ (Bagian Keempat -terakhir)

by Ustadz Ivana

Rasulullah ﷺ pernah melakukan 27 gahzwah (perang) dan mengirim 70an sariyyah.

Di tulisan yang pertama telah disebutkan 8 perang yang terjadi di tahun 2 H: 1. Perang Abwa`, 2. Perang Buwath, 3. Perang Safwan (Badar Pertama), 4. Perang ‘Usyairah, 5. Perang Badar, 6. Perang Bani Sulaim, 7. Perang Bani Qainuqa’, 8. Perang Sawiq.

Di tulisan yang kedua telah disebutkan empat perang di tahun 3 H (9. Perang Ghathafan, 10. Perang Bahran, 11. Perang Uhud, 12. Hamra` al Asad) dan tiga perang di tahun 4 H (13. Perang Bani Nadhir, 14. Perang Dzatur Riqa’, 15. Perang Badar Akhir).

Adapun di tulisan ketiga telah disebutkan empat perang di tahun 5 H (16. Perang Dumatul Jandal, 17. Perang Bani Mushthaliq, 18. Perang Ahzab, 19. Perang Bani Quraizhah) dan tiga perang di tahun 6 H (20. Perang Bani Lihyan, 21. Perang Dzi Qirad, 22. Perang Hudaibiyah).

Dan di tulisan keempat (terakhir ini kita akan membaca perang-perang Rasulullah ﷺ di tahun 7, 8, dan 9 H; sekaligus kesimpulan atau data ringkasnyanya.

F. TAHUN 7 H

23. Perang Khaibar (غَزْوَةُ خَيْبَرَ)

a. Waktu: 20 Muharam 7 H.

b.Tempat: Khaibar. Khaibar adalah kota yang terletak 150 Km di sebelah utaranya Madinah. 10 Km setelah Khaibar (dari Madinah) adalah Tabuk. Perang Khabar dikhatamkan di Wadil (lembah) Qura.

c. Sebab: Orang-orang Yahudi memprovokasi kabilah-kabilah Arab agar menyerang Madinah.

d. Jumlah Pasukan:

– Pasukan muslim: 1.600 sahabat, termasuk 200 penunggang kuda

– Pasukan musuh: 10.000 orang Yahudi.

e. Pembawa Bendera: Abu Bakar, kemudian Umar bin Khattab, kemudian Ali bin Abi Thalib.

f. Hasil:

– Rasulullah ﷺ mengepung benteng-benteng Khaibar dan menaklukan semua benteng tersebut kecuali Wathih dan Salalim yang menyerah pada keputusan Rasulullah ﷺ, yaitu: Mereka tidak dibunuh tetapi harus meninggalkan harta mereka

– 20 sahabat mati syahid

– Rasulullah ﷺ menikahi Shafiyyah binti Huyay (Huyay adalah tokoh Yahudi di Khaibar) dan menjadikan pembebasannya sebagai mahar

– Rasulullah ﷺ melanjutkan pertempuran ke Wadil Qura dan mengepung orang-orang Yahudi di sana. Mereka menyerah dan harta mereka menjadi rampasan perang

– Rasulullah ﷺ membiarkan pohon kurma untuk orang-orang Yahudi ini, sebagian hasilnya untuk umat Islam dan sebagian lainnya untuk Yahudi yang mengelolanya.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

G. TAHUN 8 H

24. Perang Penaklukan Mekkah (غَزْوَةُ فَتْحِ مَكَّةَ)

a. Waktu: 10 Ramadan 8 H.

b.Tempat: Mekkah, 420 Km dari Madinah.

c. Sebab: Orang-orang Quraisy melanggar perjanjian damai dengan Rasulullah ﷺ di Hudaibiyah. Mereka membantu Bani Bakr untuk melawan suku Khuza’ah yang terkait perjanjian dengan Rasulullah ﷺ.

d. Jumlah Pasukan:

– Pasukan muslim: 10.000 orang.

e. Pembawa Bendera: Sa’d bin Ubadah, kemudian Zubair bin Awwam.

f. Hasil:

– Rasulullah ﷺ mengepung Mekkah dan mereka menyerah

– Hanya terjadi sedikit pertempuran yang menghasilkan 3 sahabat mati syahid serta 13 musyrik Mekkah tewas dan sisanya kabur

– Setelah kemenangan tidak ada rampasan perang maupun penawanan

– Rasulullah ﷺ memaafkan penduduk Mekkah (kecuali beberapa nama yang masuk daftar hitam), dan ini menjadi sebab masyarakat masuk Islam secara berbondong-bondong.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

25. Perang Hunain (غَزْوَةُ حُنَيْنٍ)

Disebut juga sebagai Perang Hawazin (غَزْوَةُ هَوَازِنَ) dan Perang Awthas (غَزْوَةُ أَوْطَاسٍ). Awthas dan Hunain adalah tempat tinggal kabilah Hawazin sekaligus tempat terjadi perang ini.

a. Waktu: 10 Syawal 8 H.

b.Tempat: Hunain, yaitu sebuah lembah di provinsi Mekkah yang terletak 30 Km sebelah timurnya pusat Mekkah.

c. Sebab: Kabilah Hawazin dan Tsaqif dipimpin oleh Malik bin Auf an Nashri (sebelum dia masuk Islam) untuk memerang Rasulullah ﷺ.

d. Jumlah Pasukan:

– Pasukan muslim: 12.000 orang

– Pasukan musuh: lebih dari 25.000 orang.

e. Pembawa Bendera: Ada berbagai bendera berdasarkan pembagian pasukan.

f. Hasil:

– Awalnya kaum muslimin mengalami kekalahan, tetapi berbalik menang. Sejumlah musuh kabur ke arah Thaif, dan lainnya ada yang ke lembah Awthas

– Kemudian Rasulullah ﷺ menyerang Thaif dan mengirim ekspedisi pasukan ke Awthas

– Kaum muslimin mendapatkan 6.000 tawanan, 24.000 onta, lebih dari 40.000 kambing, dan 4.000 uqiyah perak (1 uqiyah = 31,1 gr). Rasulullah ﷺ belum membaginya selama beberapa malam barangkali mereka yang kabur mau menyerahkan diri. Setelah mereka tidak datang, maka beliau membagi rampasan perang tersebut.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

26. Perang Thaif (غَزْوَةُ الطَّائِفِ)

a. Waktu: Sehari setelah Perang Hunain di bulan Syawal 8 H.

b.Tempat: Thaif. Thaif adalah kota yang terletak 99 Km dari Mekkah.

c. Sebab: Perang Thaif adalah kelanjutan dari perang terhadap kabilah Hawazin dan Tsaqif yang kabur. Mereka yang kabur ke Thaif dikejar dengan Perang Thaif ini.

Adapun untuk musuh yang kabur ke Awthas, Rasulullah ﷺ mengirim ekspedisi pasukan yang dipimpin oleh Abu Amir al Asy’ari. Abu Amir berhasil membunuh Duraid bun Shummah dan mengalahkan anggotanya.

d. Jumlah Pasukan:

– Pasukan muslim: 12.000 orang (lanjutan dari Perang Hunain -no. 25-)

– Pasukan musuh: Pasukan Tsaqif dan Hawazin di benteng Thaif.

e. Pembawa Bendera: Banyak (lanjutan dari Perang Hunain -no. 25-)

f. Hasil:

– Rasulullah ﷺ mengepung benteng Thaif selama sekitar 20 hari, dan belum berhasil menaklukkannya

– Lalu beliau meninggalkan Thaif sambil mendoakan semoga menerima hidayah dengan sukarela. Setelah beliau pulang, mereka masuk Islam pada tahun depannya saat bulan Ramadan.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

H. TAHUN 9 H

27. Perang Tabuk (غَزْوَةُ تَبُوْكَ)

a. Waktu: Rajab 9 H.

b.Tempat: Tabuk. Tabuk adalah kota yang berjarak 778 Km dari Madinah.

c. Sebab: Rasulullah ﷺ mendengar kabar bahwa Romawi mengumpulkan pasukan untuk memerangi kaum muslimin. Maka beliau memerangi mereka.

d. Jumlah Pasukan:

– Pasukan muslim: 30.000 orang, termasuk 10.000 pasukan berkuda.

e. Pembawa Bendera: Liwa` (bendera hitam) terbesar dipegang oleh Abu Bakar, Rayah (bendera putih) terbesar dipegang oleh Zubair bin Awwam.

Rayah Aus dibawa oleh Usaid bin Hudhair dan Rayah Khazraj dibawa oleh Abu Dujanah. Selain itu, Rasulullah ﷺ memerintahkan setiap bagian dari kaum Anshar agar membawa liwa` masing-masing.

f. Hasil:

Rasulullah ﷺ tinggal di Tabuk selama 20 hari. Keinginan Romawi untuk memerangi beliau telah pupus, dan tidak terjadi pertempuran.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

Kesimpulan:

1. Rasulullah ﷺ pernah berangkat untuk 27 Ghazwah (perang):

– Tahun 2 H: 1. Perang Abwa`, 2. Perang Buwath, 3. Perang Safwan (Badar Pertama), 4. Perang ‘Usyairah, 5. Perang Badar, 6. Perang Bani Sulaim, 7. Perang Bani Qainuqa’, 8. Perang Sawiq

– Tahun 3 H: 9. Perang Ghathafan, 10. Perang Bahran, 11. Perang Uhud, 12. Hamra` al Asad

– Tahun 4 H: 13. Perang Bani Nadhir, 14. Perang Dzatur Riqa’, 15. Perang Badar Akhir

– Tahun 5 H: 16. Perang Dumatul Jandal, 17. Perang Bani Mushthaliq, 18. Perang Ahzab, 19. Perang Bani Quraizhah

– Tahun 6 H: 20. Perang Bani Lihyan, 21. Perang Dzi Qirad, 22. Perang Hudaibiyah

– Tahun 7 H: 23. Perang Khaibar (sebagian sejarawan mengatakan bahwa Perang Dzatur Riqa’ dan Perang Dzi Qirad juga terjadi di tahun 7 H).

– Tahun 8 H: 24. Perang Penaklukan Mekkah, 25. Perang Hunain, 26. Perang Thaif

– Tahun 9 H: 27. Perang Tabuk.

.

2. Tidak semua ghazwah (perang) terjadi pertempuran:

– Ghazwah -yang biasa diterjemahkan sebagai ‘perang’- adalah berangkat untuk berperang, terlepas betul-betul terjadi pertempuran atau tidak

– Di antara hal yang membuat batalnya pertempuran adalah musuh yang melarikan diri setelah mengetahui kedatangan Rasulullah ﷺ

Dari semua ghazwah tersebut, Rasululah hanya bertempur di 9 Perang:5. Badar (2 H), 11. Uhud (3 H), 17. Bani Mushthaliq (5 H), 18. Ahzab (5 H), 19. Bani Quraizhah (5 H), 23. Khaibar (7 H), 24. Penaklukan Mekkah (8 H), 25. Hunain (8 H), dan 26. Thaif (8 H). Ini jika kita mengikuti pendapat yang mengatakan bahwa Mekkah ditaklukkan dengan kekuatan

– Sebagian ulama ada yang menambahkan bahwa Rasulullah ﷺ juga berperang di Wadil Qura (sambungan Perang Khaibar), Perang Dzi Qirad, dan Perang Bani Nazhir.

.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

Referensi Utama:

Al Agshân Nadiyyah Syarḥ al Khulâshah al Bahiyyah karya Syaikh Abu Asma` Muhammad bin Thaha hal. 609-610

Ghazawât an Nabiyy karya Dr. Nizar Mahmud Qasim, di halaman-halaman yang terkait

Tahdzîb as Sîrah an Nabawiyyah karya Imam Nawawi hal. 54-56.

Related Articles

Leave a Comment