Home HaditsPenjelasan Hadits Penjelasan Umdatul Ahkam (Hadits Ke-10): Dahulukan yang Kanan

Penjelasan Umdatul Ahkam (Hadits Ke-10): Dahulukan yang Kanan

by Ustadz Ivana

Umdatul Ahkam, 1. Kitab Thaharah, Bab – , No. Hadits 10/10.

A. Redaksi Hadits:

عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ

10/10. Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, dia berkata:

“Dahulu Rasulullah ﷺ suka mendahulukan yang kanan saat menggunakan sandal, bersisir, bersuci, dan dalam semua urusan beliau” (HSR Bukhari dan Muslim).

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

B. Sahabat yang Meriwayatkan Hadits Ini: Aisyah, biografinya di hadits no. 3.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

C. Tema Hadits: Penjelasan hukum mendahulukan yang kanan (ut).

D. Kosa Kata:

– Dan dalam semua urusan beliau (وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ): Hal-hal baik seperti yang dicontohkan di hadits. Redaksi umum ini dikecualikan dari hal seperti masuk kamar kecil, keluar dari masjid, dan hal lain yang diawali dengan yang kiri (bs). Tayammun juga bisa diartikan ‘menggunakan yang kanan’ seperti dalam hal makan dan memberi (br).

F. Makna Umum:

Aisyah sebagai istri Nabi ﷺ merupakan orang yang paling mengenal keadaan beliau. Aisyah mengetahui dan menceritakan bahwa beliau menyukai mendahulukan yang kanan dalam berbagai urusan beliau (ut), kecuali dalam hal semisal keluar masjid dan melepas sandal.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

F. Faidah Terkait Hadits Ini:

– Memulai dengan yang kanan dalam hal-hal yang baik adalah hal yang dianjurkan secara syar’i, logika, dan medis. Imam Nawawi mengatakan: “Merupakan kaidah syariat yang paten tentang anjuran memulai dengan yang kanan dalam hal yang sifatnya mulia dan indah. Adapun untuk kebalikannya, dianjurkan untuk memulai dengan yang kiri” (hl)

– Seluruh ulama sepakat bahwa mendahulukan tangan kanan dan kaki kanan sebelum yang kiri dalam wudu hukumnya sunnah. Orang yang melakukan kebalikannya kehilangan pahala sunnah, tetapi wudunya tetap sah (bs)

– Syariat Islam datang untuk mengatur kehidupan manusia agar menjadi baik dan terjaga dari keburukan (bs).

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

Referensi:

– br, Abdurrahman al Barrak: العدة في فوائد أحاديث العمدة، عبد الرحمن بن ناصر البراك، الحديث الـ10

– bs, Abdullah Bassam: تيسير العلام شرح عمدة الأحكام، عبد الله بن عبد الرحمن آل بسام، الحديث الـ10

– hl, Salim al Hilali: زبدة الأفهام بفوائد عمدة الأحكام، أبو أسامة سليم بن عيد الهلالي، الحديث الـ10.

Related Articles

Leave a Comment