Pertanyaan: Bagaimana penjelasan tentang hadis yang melarang kita memakan daging sapi?
๐ JAWABAN
Dalam sebuah hadits disebutkan:
ุนูููููููู ู ุจูุฃูููุจูุงูู ุงููุจูููุฑู ููุณูู ูููุงููููุงุ ููุฅููููุงููู ู ููููุญููู ูููุงุ ููุฅูููู ุฃูููุจูุงููููุง ููุณูู ูููุงููููุง ุฏูููุงุกู ููุดูููุงุกูุ ููููุญููู ูููุง ุฏูุงุกู
โHendaklah kalian mengkonsumsi susu sapi dan mentega (minyak samin)nya, serta jauhilah dagingnya. Karena sesungguhnya susu dan menteganya adalah obat serta kesembuhan, adapun dagingnya adalah penyakitโ (HR Hakim).
Hadis ini diperselisihkan oleh para ulama; dan yang lebih kuat adalah yang mengatakan Tidak Shahih.
Alasannya adalah karena Nabi ๏ทบ pernah berkurban seekor sapi untuk Aisyah hari Idul Adha (HSR Muslim), dan dalam hadits lain Aisyah menceritakan bahwa Rasulullah ๏ทบ pernah berkurban seekor sapi untuk para istri beliau (HSR Bukhari dan Muslim).
Seandainya makan daging sapi itu makruh karena terdapat penyakit di dalam dagingnya, pasti beliau tidak akan berkurban dengan sapi.
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ *Referensi:*
– Fatรขwรข as Syaykh Khรขlid ibn โAliyy al Musyayqรฎแธฅ I/87.
– islamqa.info/ar/answers/424866.
