Rasulullah ﷺ memiliki 11 paman dari pihak ayah dan 1 paman dari pihak ibu beliau. Di antara mereka, ada 4 nama yang sangat terkenal dengan kisah masing-masing.
A. Paman dari Pihak Ayah (Abdullah bin Abdul Muttalib)
1. Harits (الْحَارِثُ)
Dia adalah putranya Abdul Muthalib yang paling tua, dan dengan dialah Abdul Muthalib berkun-yah “Abul Harits” (bapaknya Harits). Di antara anak dan cucunya Harits ini ada yang menjadi sahabat Rasulullah ﷺ.
2. Qutsam (قُثَمُ)
Dia adalah saudara seibu dari Harits. Qutsam meninggal saat masih kecil.
3. Zubair (الزُّبَيْرُ)
Dia adalah salah satu tokoh Quraisy.
Putranya yang bernama Abdullah bin Zubair masuk Islam dan bertemur bersama Rasulullah ﷺ di perang Hunain -dan dia termasuk yang teguh saat suasana krisis-, dan mati syahid saat perang Ajnadin (upaya penaklukan Syam). Diceritakan bahwa jenazahnya ada di sebelah tujuh jenazah musuh yang dia bunuh dan mereka membunuhnya.
Anaknya yang lain yaitu Dhuba’ah binti Zubair dan Ummul Hakam juga menjadi sahabat.
Zubair bin Abdul Muttalib ini berbeda dengan Zubair bin Awwam yang lebih terkenal: Bapaknya Abdullah bin Zubair bin Awwam, menantunya Abu Bakar ash Shiddiq, dan suaminya Asma` binti Abu Bakar.
4. Hamzah (حَمْزَةُ)
Dia adalah singa Allah dan rasulNya. Hamzah adalah saudara sepersusuan Rasulullah ﷺ, sama-sama pernah disusui oleh Tsuwaibah al Aslamiyyah bekas budaknya Abu Lahab.
Hamzah ini masuk Islam di masa awal, hijrah ke Madinah, mengikuti perang Badar, dan syahid di perang Uhud (3 H). Hamzah meninggalkan seorang anak perempuan.
5. Abbas (الْعَبَّاسُ)
Masuk Islam -dan keislamannya baik- serta hijrah ke Madinah.
Abbas 3 tahun lebih tua dari Rasulullah ﷺ, dan wafat di Madinah pada tahun 32 H di masa khalifah Utsman bin Affan.
Di antara anak-anaknya Abbas adalah Ibnu Abbas (Abdullah bin Abbas) yang terkenal sebagai ahli tafsir di kalangan sahabat.
Di antara paman Rasulullah ﷺ, hanya Hamzah dan Abbas yang masuk Islam.
6. Abu Thalib (أَبُوْ طَالِبٍ)
Nama aslinya adalah Abdu Manaf (bedakan dengan Abdu Manaf yang ada di nasab Rasulullah ﷺ dari pihak ayah dan ibu). Dia menggunakan kun-yah Abu Thalib karena memiliki anak bernama Thalib -mati kafir-.
Abu Thalib juga memiliki anak bernama Aqil, Ja’far, Ali, dan Ummu Hani` yang masuk Islam. Abu Thalib juga disebut memiliki anak lain bernama Jumanah.
Abu Thalib adalah paman yang mengasuh Rasulullah ﷺ sepeninggal Abdul Muttalib. Abu Thalib juga membela dakwah beliau sekaligus meyakini kebenaran dakwah beliau, tetapi dia enggan mengucapkan kalimat syahadat.
7. Abu Lahab (أَبُوْ لَهَبٍ)
Nama aslinya adalah Abdul Uzza. Dia dipanggil Abu Lahab karena ketampanannya, meskipun dalam Quran dia juga disebut Abu Lahab sebagai isyarat akan masuk lahab (nyala api neraka).
Abu Lahab memiliki anak bernama Utbah, Mu’attib, dan Durrah yang menjadi sahabat Rasulullah ﷺ. Bahkan Utbah dan Mu’attib teguh bersama Rasulullah ﷺ di saat kritis pada perang Hunain. Adapun anak Abu Lahab yang bernama Utaibah mati kafir dibunuh singa di Syam, atas doa Rasulullah ﷺ.
Abu Lahab dan istrinya sangat memusuhi dakwah Islam sebagaimana diabadikandalam surat al Masad (al Lahab).
8. Abdul Ka’bah (عَبْدُ الْكَعْبَةِ) / Muqawwim (الْمُقَوِّمُ)
Ibunya adalah Fathimah binti Amr bin Aidz, sehingga dia adalah saudara seibu dari Abdullah bapaknya Rasulullah ﷺ. Abdul Ka’bah ini meninggal sebelum masa Islam dan tidak memiliki anak.
9. Hajl (حَجْلٌ)
Nama aslinya adalah Mughirah (bukan bapaknya Walid bin Mughirah -ayahnya Khalid bin Walid- dan berbeda dengan Mughirah bin Syu’bah seorang sahabat). Hajl adalah saudara seibunya Hamzah.
10. Dhirar (ضِرَارٌ)
Dia adalah saudara seibu dari Abbas, ibu mereka adalah Nutailah binti Jinab bin Kalb. Dia termasuk pemuda Quraisy paling tampan dan paling dermawan. Dia meninggal di masa dakwah Rasululah ﷺ tetapi tidak masuk Islam.
11. Ghaidaq (الْغَيْدَاقُ)
Nama aslinya adalah Mush’ab atau Umair. Dia adalah orang Quraisy yang paling kaya dan termasuk dermawan.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
B. Paman dari Pihak Ibu (Aminah binti Wahb)
Rasulullah ﷺ tidak memiliki paman dari pihak ibu (Aminah) selain Abdu Yaghuts bin Wahb.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
Referensi:
– Al Agshân Nadiyyah Syarḥ al Khulâshah al Bahiyyah karya Syaikh Abu Asma` Muhammad bin Thaha hal. 663-664
– As Sîrah an Nabawiyyah wa Akhbâr al Khulafâ` karya Imam Ibnu Hibban hal. 24-25
– Mukhtashar Sîrah an Nabiyy ﷺ karya Imam Abdul Ghani al Maqdisi hal. 95-98
– Tahdzîb as Sîrah an Nabawiyyah karya Imam Nawawi hal. 42.
