Pembahasan tentang kun-yah Rasulullah ﷺ, nama-nama beliau berdasarkan hadits shahih, dan hikmah banyaknya nama beliau.
A. KUN-YAH RASULULLAH ﷺ
Kun-yah adalah panggilan Abu.. atau Ummu.., dan di antara pemakaiannya adalah menyesuaikan dengan nama anak. Misalnya, ada orang memiliki kun-yah Abu Umar karena punya anak bernama Umar.
Rasulullah ﷺ adalah Abul Qasim (أَبُو الْقَاسِمِ, bapaknya Qasim) karena beliau memiliki anak bernama Qasim yang wafat saat dia masih kecil.
Ada faidah ringan tentang hukum menggunakan kun-yah Abul Qasim untuk selain Rasulullah ﷺ, bisa dibaca di sini.
Adapun riwayat yang menyebut bahwa Malaikat Jibril memanggil beliau Abu Ibrahim adalah riwayat dhaif (lemah), walaupun beliau juga memiliki anak bernama Ibrahim yang juga wafat saat masih kecil.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
B. NAMA-NAMA RASULULLAH ﷺ
Di antara nama beliau adalah:
1-2. Muḥammad dan Aḥmad (Terpuji)
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَنَا مُحَمَّدٌ، وَأَنَا أَحْمَدُ، وَأَنَا الْمَاحِي الَّذِي يُمْحَى بِيَ الْكُفْرُ، وَأَنَا الْحَاشِرُ الَّذِي يُحْشَرُ النَّاسُ عَلَى عَقِبِي، وَأَنَا الْعَاقِبُ وَالْعَاقِبُ الَّذِي لَيْسَ بَعْدَهُ نَبِيٌّ
“Aku adalah Muḥammad, aku adalah Aḥmad, aku adalah Mâḥî (Penghapus) yang mana kekufuran dihapus denganku, aku adalah Ḥâsyir (Pengumpul) yang para manusia kelak dikumpulkan di belakangku, dan aku adalah ‘Aqîb (Penutup) dan ‘Âqib adalah orang yang setelahnya tidak ada nabi lagi” (HSR Bukhari dan Muslim).
Muhammad dan Ahmad sama-sama berarti “yang terpuji”. Adapun perbedaannya bisa dibaca di sini. Adapun pembahasan tentang “para Muhammad sebelum Rasulullah ﷺ” dan nama Ahmad di kitab agama Hindu bisa dibaca di sini.
3-5. Mâḥî (Penghapus), Ḥâsyir (Pengumpul), dan ‘Aqîb (Penutup)
Makna ketiga nama ini telah disebutkan dalam hadits di atas.
6-9. Muqaffî, Nabi Taubat, Nabi Rahmat, dan Nabi Malḥamah (pertempuran)
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَنَا مُحَمَّدٌ، وَأَحْمَدُ، وَالْمُقَفِّي، وَالْحَاشِرُ، وَنَبِيُّ التَّوْبَةِ، وَنَبِيُّ الرَّحْمَةِ
“Aku adalah Muḥammad, Aḥmad, Muqaffî, Ḥâsyir, Nabi Taubat, dan Nabi Rahmat” (HSR Muslim).
Dalam riwayat lain: “…Nabi Taubat, dan Nabi Malḥamah (نَبِيُّ الْمَلْحَمَةِ)” (HSR Ahmad).
Sebagian ulama mengartikan Muqaffî sebagai: Penutup para nabi (seperti ‘Âqib), ada pula yang mengartikan: Yang mengikuti para nabi terdahulu.
Adapun maksud Nabi Taubat dan Nabi Rahmat adalah: Nabi yang mengajarkan untuk bertaubat dan saling berkasih sayang. Beliau juga disebut Nabi Malḥamah karena semangat jihad beliau.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
Dalam Quran, Allah juga menyebut beliau sebagai Pemberi kabar gembira dan Pemberi peringatan (بَشِيرًا وَنَذِيرًا – Surat al Baqarah: 119), Amat belas kasihan lagi Penyayang (رَءُوفٌ رَحِيمٌ – Surat at Taubah: 128), Cahaya yang menerangi (سِرَاجًا مُنِيرًا – Surat al Ahzab: 46), dan sebagainya.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
Hikmah banyaknya nama beliau ﷺ adalah untuk menegaskan kemuliaan beliau. Imam Qurthubi mengatakan: “Setiap kali urusan suatu hal menjadi besar maka sifat-sifatnya semakin beragam (disebutkan) dan namanya semakin banyak”.
Imam Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa nama-nama tersebut (selain Muhammad) sebenarnya hanyalah sifat dan bukan nama panggilan.
Selain itu, ada yang menyebutkan banyak sekali nama (termasuk Thaha dan Yasin) hingga lebih dari seribu nama yang disebut sebagai nama Rasulullah ﷺ, tetapi dalilnya tidak shahih.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
Referensi:
– Al Agshân Nadiyyah Syarḥ al Khulâshah al Bahiyyah karya Syaikh Abu Asma` Muhammad bin Thaha hal. 19-21
– At Tadzkirah bi Aḥwâl al Mawtâ wa Umûr al Âkhirah karya ImamQurthubi II/544
– Al Minhâj fî Syarḥ Shaḥîḥ Muslim Ibn al Ḥajjâj karya Imam Nawawi XV/152-155
– Mukhtashar Sîrah an Nabiyy ﷺ karya Imam Abdul Ghani al Maqdisi hal. 51-53
– Tahdzîb as Sîrah an Nabawiyyah karya Imam Nawawi hal. 16-17.
