Home FikihUshul Fikih Mukadimah Kewajiban, Apa Hukumnya Juga Wajib?

Mukadimah Kewajiban, Apa Hukumnya Juga Wajib?

by Ustadz Ivana

Contoh Mukadimah Kewajiban adalah ‘menikah’ adalah mukadimah kewajiban menafkahi anak dan istri, dan ‘menyediakan air’ adalah mukadimah kewajiban berwudu. Apakah menikah dan menyediakan air hukumnya ikut menjadi wajib?

📋 A. DEFINISI DAN CONTOH

Muqaddimah al Wâjib adalah sesuatu yang jika dia tidak ada maka suatu kewajiban juga menjadi tidak ada (menjadi tidak wajib ataupun tidak terlaksana).

Misalnya adalah menikah dan thaharah (bersuci).

Seseorang tidak akan bisa melaksanakan kewajiban menafkahi anak istri tanpa menikah, dan salatnya tidak sah tanpa thaharah.

Pembahasan tentangnya juga sering dibahasakan dengan:

مَا لَا يَتِمُّ الْوَاجِبُ إِلَّا بِهِ فَهُوَ وَاجِبٌ

“Sesuatu yang kewajiban tidak sempurna kecuali dengannya, maka ia juga wajib”.

Apakah Muqaddimah al Wâjib ini hukumnya selalu wajib?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu mengenal bahwa Muqaddimah al Wâjib ada dua macam, yaitu Muqaddimah al Wujûb dan Muqaddimah al Wujûd.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

📋 B. MUQADDIMAH AL WUJÛB (MUKADIMAH KEWAJIBAN)

Muqaddimah al Wujûb adalah sesuatu yang jika tidak ada maka suatu hal tidak dihukumi wajib.

Misalnya:

– Tanpa pernikahan, tidak ada kewajiban menafkahi anak istri

– Tanpa ada biaya, haji tidak wajib

– Tanpa ḥawl (genap setahun hijriyah), zakat mal tidak wajib.

Seluruh ulama sepakat bahwa Muqaddimah al Wujûb ini tidak wajib diusahakan.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

📋 C. MUQADDIMAH AL WUJÛD (MUKADIMAH KEBERADAAN)

Muqaddimah al Wujûd adalah sesuatu yang jika tidak ada maka suatu kewajiban tidak dapat terwujud (terlaksana, sah).

Misalnya:

– Tanpa thaharah, salat tidak sah

– Tanpa membasuh sedikit bagian kepala (tempat tumbuh rambut), membasuh muka dalam wudu tidak sah

– Jika jelas ada najis jatuh ke pakaian dan tidak jelas terkena bagian mana, apakah wajib mencuci seluruh bagian pakaian untuk memastikan hilangnya najis?

Mayoritas ulama menyatakan bahwa Muqaddimah al Wujûd ini wajib bagi yang mampu melaksanakannya.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

📚 Referensi:

Al Muhadzdzab fi ‘Ilm Ushûl al Fiqh al Muqâran karya Prof. Dr. ‘Abdul Karim an Namlah I/220-230

Ushûl al Fiqh al Islâmi karya Prof. Dr. Wahbah az Zuhaili I/67-71

Share agar kamu dapat pahala jariyah

[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA atas nama MTT PDM Kab. Blitar, A110245270823].

Leave a Comment