Jika perintah dan larangan orang tua membuat kita harus meninggalkan amalan yang hukumnya sunnah atau fardhu kifayah, haruskah kita menaatinya?
📋 A. BERBAKTI ADALAH AMAL UTAMA
Berbakti -termasuk: taat- kepada orang tua termasuk amalan yang paling utama. Rasulullah ﷺ ditanya tentang apa amal yang paling dicintai oleh Allah, beliau menjawab: “Salat pada waktunya”, kemudian apa? “Berbakti pada kedua orang tua”, kemudian apa? “Jihad di jalan Allah” (HSR Bukhari dan Muslim).
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
📋 B. DILARANG TAAT DALAM HAL MAKSIAT
Dilarang taat kepada orang tua dalam hal yang membuat kita melakukan maksiat, yaitu meninggalkan kewajiban (fardhu ‘ain) atau melakukan hal yang diharamkan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
لاَ طَاعَةَ فِي مَعْصِيَةٍ، إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِي المَعْرُوفِ
“Tidak ada ketaatan dalam hal maksiat, taat itu hanya dalam kebaikan” (HSR Bukhari dan Muslim).
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
📋 C. MENINGGALKAN AMAL SUNNAH DAN FARDHU KIFAYAH KARENA ORANG TUA?
Amal yang hukumnya fardhu ‘ain -termasuk berbakti kepada orangtua- itu lebih utama daripada amal fardhu kifayah, apalagi amal sunnah. Maka, jika harus memilih salah satu antara berbakti kepada orang tua (fardhu ‘ain) atau menjenguk orang sakit (fardhu kifayah), maka berbakti lebih diutamakan.
Imam Syafii mengatakan:
لَا يَحْسُنُ تَرْكُ فَرْضِ الْعَيْنِ لِفَرْضِ الْكِفَايَةِ
“Bukan hal baik (tidak boleh) meninggalkan Fardhu ‘Ain demi Fardhu Kifayah” (Al Muhadzdzab fi ‘Ilm Ushûl al Fiqh al Muqâran karya Prof. Dr. ‘Abdul Karim bin ‘Ali an Namlah I/217).
Dahulu -ketika hukum jihad fardhu kifayah- ada orang ingin berjihad dengan meninggalkan orang tuanya. Rasulullah ﷺ bersabda: “Berjihadlah dengan berbakti pada keduanya” (HSR Bukhari), dalam riwayat Ibnu Hibban: “Pulanglah dan buat mereka tertawa sebagaimana kamu telah buat mereka menangis”, dalam riwayat Abu Dawud: “Pulanglah dan mintalah ijin pada keduanya. Jika mereka mengijinkan maka berjihadlah, tetapi jika tidak maka berbaktilah pada keduanya”.
Mayoritas ulama mengatakan bahwa haram berjihad jika salah satu atau kedua orang tua melarangnya -dengan syarat: orang tuanya muslim. Sebab, berbakti pada keduanya adalah fardhu ‘ain dan jihad (hukum asalnya) adalah fardhu kifayah. Adapun jika hukum jihad menjadi fardhu ‘ain maka tidak perlu ijin.
(Fatḥ al Bâri bi Syarḥ Shaḥîḥ al Bukhâri karya al Hafizh Ibnu Hajar al ‘Asqalani, cet. Ar Risalah, XI. 256-257).
Selain itu, meninggalkan amal fardhu kifayah (jika sudah ada orang lain dan cukup) maupun amal sunnah bukanlah maksiat. Sehingga, taat kepada orang tua yang membuat kita tidak melaksanakan amal fardhu kifayah maupun amal sunnah tidak termasuk taat dalam hal maksiat.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA atas nama MTT PDM Kab. Blitar, K16014503023].
