Firaun adalah gelar umum untuk penguasa Mesir kuno. Tetapi dalam Quran, penguasa mesir di masa Nabi Yusuf disebut raja -bukan Firaun-. Apakah ini agar tidak rancu dengan Firaun di masa Nabi Musa?
๐ A. GELAR UNTUK PARA PENGUASA
Firaun adalah gelar untuk siapapun yang menguasai Mesir (pra Islam), sebagaimana Kaisar adalah gelar untuk penguasa Romawi, Kisra adalah gelar untuk penguasa Persia, Tubbaโ adalah gelar untuk penguasa Yaman, dan Najasyi adalah gelar untuk penguasa Habsyah.
(Tafsรฎr al Qur`รขn al โAzhรฎm karya Imam Ibnu Katsir -cet. Dar Ibn al Jauzi- VI/601)
Selain itu kita juga mengenal gelar Khalifah, Sultan, Hamengkubuwono, Pakubuwono, Presiden, dan sebagainya; itu semua adalah gelar (sebutan) untuk penguasa dan bukan nama aslinya.
Ketika dipertanyakan penguasa Romawi itu โHeraklius atau Kaisar?โ, Imam Syafii menjawab: โDia Heraklius, juga Kaisar. Heraklius adalah nama aslinya, dan Kaisar adalah gelarnyaโ.
(Tahdzรฎb al Asmรข` wa al Lughรขt karya Imam Nawawi II/65)
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ B. PENGUASA MESIR YANG TIDAK DISEBUT SEBAGAI FIRAUN
Walaupun menguasai Mesir, penguasa Mesir di era Nabi Yusuf disebut sebagai Raja sebanyak tiga kali dalam Quran yaitu di surat Yusuf ayat ke-43, 50, dan 54:
ููููุงูู ุงููู ููููู ุฅููููู ุฃูุฑูู ุณูุจูุนู ุจูููุฑูุงุชู ุณูู ูุงูู
โRaja berkata: โSesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk..โ (Surat Yusuf: 43),
ููููุงูู ุงููู ููููู ุงุฆูุชููููู ุจููู
โRaja berkata: โBawalah dia (Yusuf) kepadakuโโ (Surat Yusuf: 50), dan
ููููุงูู ุงููู ููููู ุงุฆูุชููููู ุจููู ุฃูุณูุชูุฎูููุตููู ููููููุณูู
โRaja berkata: “Bawalah dia (Yusuf) kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang rapat kepadakuโ (Surat Yusuf: 54).
(Al Mawsรปโah adz Dzhabiyyah fi Iโjรขz al Qur`รขn al Karรฎm wa as Sunnah an Nabawiyyah karya Dr. Ahmad Mustafa Mutawalli hal. 446)
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ C. MENGAPA TIDAK DISEBUT SEBAGAI FIRAUN
Penemuan Batu Rosetta (prasasti yang memuat tulisan aksara Hieroglif dan Demotik serta terjemahan Yunani-nya) di akhir abad ke-19 M menjadikan para ilmuwan mampu memahami aksara Hieroglif.
Dari situ para ilmuwan bisa mengungkap bahwa Nabi Yusuf hidup di masa kekuasaan bangsa Hyksos (dari Asia) yang berkuasa di Mesir antara tahun 1730-1580 SM, setelah mengalahkan Firaun asli Mesir yang berasal dari bangsa Qibti.
Dengan kata lain, bangsa Hyksos adalah bangsa asing yang menguasai Mesir era Nabi Yusuf. Maka, meskipun boleh juga disebut Firaun, penguasa Mesir saat itu oleh Quran disebut sebagai Raja sebagai tanda โada yang berbedaโ. Hal ini menambah bukti bahwa Quran adalah Firman Allah.
(Al Mawsรปโah adz Dzhabiyyah fi Iโjรขz al Qur`รขn al Karรฎm wa as Sunnah an Nabawiyyah karya Dr. Ahmad Mustafa Mutawalli hal. 446)
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
Share agar kamu dapat pahala jariyah
[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA atas nama MTT PDM Kab. Blitar, J170545011223].
