Home SejarahTokoh Mengapa Nabi Adam Tetap Disalahkan Meskipun Lupa?

Mengapa Nabi Adam Tetap Disalahkan Meskipun Lupa?

by Ustadz Ivana

Pertanyaan: Dalam Quran disebutkan bahwa Nabi Adam memakan buah terlarang dalam kondisi lupa. Mengapa Nabi Adam tetap disalahkan -padahal lupa-?

๐Ÿ“‹ JAWABAN:

Allah berfirman:

ูˆูŽู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุนูŽู‡ูุฏู’ู†ูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ุขุฏูŽู…ูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ู ููŽู†ูŽุณููŠูŽ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ู†ูŽุฌูุฏู’ ู„ูŽู‡ู ุนูŽุฒู’ู…ู‹ุง

โ€œDan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, lalu ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuatโ€ (Surat Thaha: 115).

Mayoritas ulama tafsir berpendapat bahwa โ€˜lupaโ€™ yang dimaksud di ayat ini adalah โ€˜meninggalkan dengan sengajaโ€™. Dalam bahasa Arab, terkadang kata โ€˜lupaโ€™ (ู†ูŽุณููŠูŽ) digunakan untuk menyebut kesalahan yang disengaja. Jika maksud โ€˜lupaโ€™ adalah โ€˜sengajaโ€™ keliru, maka sudah jelas mengapa Nabi Adam disalahkan oleh Allah -sebelum beliau bertaubat; yaitu karena sengaja.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

Tetapi jika kita melihat pendapat sebagian ulama yang mengatakan bahwa maksud lupa di ayat ini betul-betul lupa atau antonim dari ingat, inilah yang menimbulkan pertanyaan: โ€˜Mengapa Nabi Adam lupa tetapi tetap disalahkan?โ€™.

Jawabannya adalah bahwa Nabi Adam layak disalahkan oleh Allah karena lupa, karena satu-satunya tugas Nabi Adam (dan Hawa) adalah jangan memakan satu pohon (buah) terlarang; tidak ada tugas lain. Orang yang diberi Satu Tugas kemudian lupa memang layak disalahkan, berbeda dengan orang lain yang memiliki banyak tugas yang dimaklumi jika kelupaan.

Sebagian ulama lainnya mengatakan bahwa โ€˜dimaafkan karena lupaโ€™ hanya berlaku di syariat Nabi Muhammad ๏ทบ. Mereka berdalil dengan sabda beliau ๏ทบ:

ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ู‚ูŽุฏู’ ุชูŽุฌูŽุงูˆูŽุฒูŽ ุนูŽู†ู’ ุฃูู…ูŽู‘ุชููŠ ุงู„ู’ุฎูŽุทูŽุฃูŽุŒ ูˆูŽุงู„ู†ูู‘ุณู’ูŠูŽุงู†ูŽุŒ ูˆูŽู…ูŽุง ุงุณู’ุชููƒู’ุฑูู‡ููˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู

โ€œSesungguhnya Allah telah memaafkan dari umatku: Keliru (salah tidak disengaja), lupa, dan yang dipaksakan kepada merekaโ€ (HSR Ibnu Majah)

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“š Referensi:

Adhwรข` al Bayรขn fรฎ รฎdhรขแธฅ al Qur`รขn bi al Qur`รขn karya Syaikh Muhammad Amin asy Syinqithi IV/647-648

Fatแธฅ al Qadรฎr al Jรขmiโ€™ bayn Fannay ar Riwรขyah wa ad Dirรขyah fรฎ at Tafsรฎr karya Imam Syaukani III/533

Rudรปd โ€˜Ulamรข` al Muslimรฎn โ€˜alรข Syubuhรขt al Mulแธฅidรฎn wa al Mustasyriqรฎn karya Syaikh Muhammad Yasin hal. 541.

Share agar kamu dapat pahala jariyah

[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA, A050746050125].

Related Articles

Leave a Comment