Home QuranUshul Tafsir Mengapa Disebut Secara Khusus?

Mengapa Disebut Secara Khusus?

by Ustadz Ivana

๐Ÿ“‹ A. Mukadimah

Misalnya ada ayat:

..ุฅูู†ูŽู‘ ุตูŽู„ูŽุงุชููŠ ูˆูŽู†ูุณููƒููŠ..

โ€œ..sesungguhnya salatku dan ibadahku..โ€. Kata umum ‘ibadah’ sudah mencakup kata khusus ‘salat’, tetapi ‘salat’ tetap disebut secara khusus.

Terkadang ada kata umum (misalnya: ibadah) sekaligus kata khusus-nya (misalnya: salat) yang disebut dalam sebuah susunan pembicaraan.

Gaya bahasa seperti ini biasa digunakan dalam Bahasa Arab, termasuk dalam Quran dan Hadits.

Dalam Ilmu Ushul Fikih dan Ulumul Quran, gaya bahasa ini disebut:

– ุนูŽุทู’ูู ุงู„ู’ุฎูŽุงุตูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุนูŽุงู…ูู‘

– ุนูŽุทู’ูู ุงู„ู’ุนูŽุงู…ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฎูŽุงุตูู‘

Yaitu: Penyebutan kata khusus kemudian kata umum -atau kata umum kemudian kata khusus- dalam suatu susunan pembicaraan; dengan dipisah โ€˜danโ€™ / โ€˜atauโ€™ di antara keduanya.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“‹ B. Fungsi

Gaya bahasa ini dipakai untuk menunjukkan bahwa:

1. Kata Umum: berlaku umum

2. Anggota/ bagian/ individu yang disebut secara khusus: memiliki urgensi dan keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan yang lainnya.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“Œ Contoh Pertama:

ู‚ูู„ู’ ุฅูู†ูŽู‘ ุตูŽู„ูŽุงุชููŠ ูˆูŽู†ูุณููƒููŠ ูˆูŽู…ูŽุญู’ูŠูŽุงูŠูŽ ูˆูŽู…ูŽู…ูŽุงุชููŠ ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ

โ€œKatakanlah: โ€˜sesungguhnya salatku dan ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alamโ€™โ€ (Surat al An’am: 162).

Ibadahku (ู†ูุณููƒููŠู’) adalah kata umum, sedangkan Salatku (ุตูŽู„ูŽุงุชููŠ) adalah bagian (kata khusus) dari ibadah.

Salat disebut secara khusus untuk menunjukkan keistimewaannya dibandingkan ibadah lain seperti sedekah, puasa, dll.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“Œ Contoh Kedua:

ูˆูŽุฅูุฐู’ ุฃูŽุฎูŽุฐู’ู†ูŽุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ูŠู†ูŽ ู…ููŠุซูŽุงู‚ูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽู…ูู†ู’ูƒูŽ ูˆูŽู…ูู†ู’ ู†ููˆุญู ูˆูŽุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ ูˆูŽู…ููˆุณูŽู‰ูฐ ูˆูŽุนููŠุณูŽู‰ ุงุจู’ู†ู ู…ูŽุฑู’ูŠูŽู…ูŽ

โ€œDan ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (Nabi Muhammad ๏ทบ), dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryamโ€ (Surat al Ahzab: 7).

Nabi-nabi adalah kata umum; dan Nabi Muhammad, Nuh, Ibrahim, Musa, serta Isa โ€˜alaihimushshalatu wassalam adalah bagian dari nabi-nabi.

Beliau berlima disebut secara khusus untuk menegaskan keistimewaan mereka sebagai Ulul ‘Azmi (pemilik keteguhan yang luar biasa dibandingkan nabi-nabi lain secara umum).

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“Œ Contoh Ketiga:

Di awal Surat al Baqarah, Allah menjelaskan bahwa Quran adalah petunjuk bagi orang bertakwa, yang memiliki 5 ciri utama:

1. Iman kepada yang ghaib

2,3. Salat dan Infak

4. Iman kepada kitab-kitab (terutama Quran)

5. Iman Kepada Akhirat.

Yang ghaib di sini artinya adalah hal-hal yang biasanya tidak kita lihat, tetapi disebutkan dalam Quran dan Sunnah, termasuk keberadaan Akhirat dan kitab-kitab suci (khusus Quran: kita bisa melihat mushaf otentiknya, tetapi tidak melihat proses turunnya).

Iman Kepada Kitab-kitab dan Akhirat disebut secara khusus, karena mengimani keduanya berperan penting untuk menjadikan seseorang bertakwa dan mendapat petunjuk dari Quran.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“š Referensi:

–ย Al Itqรขn fi ‘Ulรปm al Qur`รขn karya Imam Suyuthi, cet. Darul Hadits Kairo, III/181-182

Qawรขid at Tafsรฎr Jam’รข wa Dirรขsah karya Prof. Dr. Khalid bin ‘Utsman as Sabt, cet. Dar Ibn ‘Affan Kairo, I/429-431

–ย Ushรปl al Fiqh al Islรขmi karya Dr. Wahbah az Zuhaili, cet. Darul Fikr Damaskus, I/265-267

–ย ar.islamway.net/article/24133.

[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA atas nama MTT PDM Kab. Blitar, Sn151244030723].

Related Articles

Leave a Comment