Pertanyaan: Dulu ketika di Arab (haji atau umrah), saya mendengarkan imam yang membaca Mâliki yawmiddîn dengan memendekkan mâlik (مَالِكِ) menjadi malik (مَلِكِ). Mengapa demikian? Pertanyaan dari kec. Srengat, kab. Blitar.
📋 A. SEKILAS TENTANG QIRAAT QURAN
Qiraat secara bahasa artinya adalah bacaan. Secara istilah, ia adalah madzhab membaca Quran. Ada 10 Qiraat terpopuler yang semuanya merujuk pada pengajaran Rasulullah ﷺ; dan perbedaan bacaan antar Qiraat tersebut bersifat saling melengkapi makna atau saling menjelaskan, tidak bersifat kontradiksi.
Dahulu ada tujuh Imam Qiraat terpopuler yaitu Imam Abu Amr, Nafi’, Ashim, Hamzah, Kisai, Ibnu Amir, dan Ibnu Katsir. Tujuh ini digenapi dengan tiga tambahan yaitu Imam Abu Ja’far, Yakub al Hadhrami, dan Khalaf.
Di Indonesia, Qiraat yang populer adalah Qiraatnya Imam Ashim, atau lebih tepatnya adalah Riwayat Ḥafsh ‘an ‘Âshim (Riwayat Imam Hafsh dari Imam Ashim).
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
📋 B. MÂLIKI (مَالِكِ) DAN MALIKI (مَلِكِ)
Ayat yang dimaksud dalam pertanyaan adalah:
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
“Yang menguasai di Hari Pembalasan” (Surat al Fatihah: 4).
Membaca ayat di atas dengan memanjangkan Mâliki (مَالِكِ, Yang Menguasai) adalah qiraatnya Imam Ashim, Imam Kisai, Imam Yakub, dan Imam Khalaf.
Adapun seluruh qiraat lainnya membacanya dengan memendekkan Maliki (مَلِكِ, Yang Merajai).
Dua bacaan ini sama-sama benar dari Rasulullah ﷺ, dan arti keduanya saling melengkapi:
– Maliki (مَلِكِ): Yang memiliki kekuasaan maha luas untuk mengatur
– Mâliki (مَالِكِ): Yang memiliki kekuasaan yang tidak dapat dihalangi oleh siapapun.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
📚 Referensi:
– Mabâḥits fî ‘Ulûm al Qur`ân karya Syaikh Manna’ al Qattan -cet. Maktabah Wahbah- hal 162-166
– Tafsîr al Qur`ân bi al Qirâ-ât al Qur`âniyyah al ‘Asyr karya sejumlah mahasiswa program magister di Universitas Islam Gaza Palestina I/108.
Share agar kamu dapat pahala jariyah
[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA, A191246150625].
