Malam itu dimulai dengan masuknya waktu maghrib dan berakhir dengan masuknya waktu subuh. Jika magrib dimulai jam 17:30 dan subuh jam 04:30, maka malam ada 11 jam, dan sepertiga terakhir malam ada di sekitar jam 00:50-04:30.
Keutamaan sepertiga malam disebutkan dalam sabda Rasulullah ﷺ:
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِ فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
“Tuhan kita (Allah) Tabaraka w Ta’ala turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam yang terakhir. Dia berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepadaKu akan Kukabulkan, siapa yang meminta kepadaKu maka akan Kuberi, dan siapa yang mohon ampun kepadaKu maka akan Kuampuni” (HSR Muslim).
Allah bersemayam di atas Arsy di atas langit, dan turun ke langit dunia di sepertiga terakhirnya malam -dan kita mengetahui bahwa sepertiga terakhir ini terus bergantian di seluruh penjuru bumi-; dengan cara yang sesuai dengan keagungan Allah.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
Adapun amal utama di sepertiga terakhir malam ini adalah:
1. Berdoa Kepada Allah (doa umum)
Ini sebagaimana disebutkan dalam hadits qudsi di atas: “Siapa yang berdoa kepadaKu akan Kukabulkan, siapa yang meminta kepadaKu maka akan Kuberi”(HSR Muslim).
2. Istighfar
Ini juga sebagaimana disebutkan dalam hadits qudsi di atas: “Siapa yang mohon ampun kepadaKu maka akan Kuampuni” (HSR Muslim).
Selain itu, Allah menyebut bahwa di antara sifat orang yang bertakwa adalah istighfar di waktu sahur (ujung sepertiga malam terakhir). Allah berfirman:
وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ
“Dan yang memohon ampun di waktu sahur” (Surat Ali Imran: 17),
وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
“Dan selalu memohon ampunan di waktu sahur” (Surat adz Dzariyat: 18).
3. Salat Malam (Qiyamul Lail)
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ خَافَ أَنْ لَا يَقُومَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ فَلْيُوتِرْ أَوَّلَهُ، وَمَنْ طَمِعَ أَنْ يَقُومَ آخِرَهُ فَلْيُوتِرْ آخِرَ اللَّيْلِ، فَإِنَّ صَلَاةَ آخِرِ اللَّيْلِ مَشْهُودَةٌ، وَذَلِكَ أَفْضَلُ
“Barang siapa yang khawatir tidak bisa melaksanakan Qiyamul Lail di akhir malam, maka hendaklah dia melaksanakan salat Witir di awal malam. Dan barangsiapa yang ingin untuk melaksanakan Qiyamul Lail di akhir malam, maka hendaklah dia melaksanakan salat Witir di akhir malam; karena sesungguhnya salat di akhir malam itu dipersaksikan (oleh para malaikat rahmat) dan itu lebih utama” (HSR Muslim).
4. Sahur (jika ingin berpuasa)
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّا مَعْشَرَ الْأَنْبِيَاءِ أُمِرْنَا أَنْ نُعَجِّلَ إِفْطَارَنَا وَنُؤَخِّرَ سَحُوْرَنَا وَنَضَعَ أَيْمَانَنَا عَلَى شَمَائِلِنَا فِي الصَّلَاةِ
“Sesungguhnya kami para nabi diperintahkan untuk: Menyegerakan buka puasa kami, mengakhirkan sahur kami, serta Meletakkan tangan kanan kami di atas tangan kiri kami dalam salat” (HSR Abu Dawud ath Thayalisi dan Thabrani dalam al Mu’jam al Kabîr).
Itulah 4 amal utama di sepertiga terakhir malam, jangan sia-siakan jika kita bangun di waktu utama ini.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
Referensi:
– islamweb.net/ar/fatwa/328420, islamweb.net/ar/fatwa/49121, islamqa.info/ar/answers/254465.
