Home FikihIbadah Kapan Boleh Berhutang Untuk Akikah Anak?

Kapan Boleh Berhutang Untuk Akikah Anak?

by Ustadz Ivana

๐Ÿ“‹ A. TIDAK ADA AMAL PENGGANTI AKIKAH

Orang yang tidak memiliki harta yang cukup untuk mengakikahi anaknya, dia tidak memiliki tugas amalan pengganti akikah -sebagaimana wudu punya pengganti berupa tayamum.

Allah berfirman:

ู„ูŽุง ูŠููƒูŽู„ูู‘ูู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู†ูŽูู’ุณู‹ุง ุฅูู„ูŽู‘ุง ูˆูุณู’ุนูŽู‡ูŽุง

โ€œAllah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannyaโ€ (Surat al Baqarah: 286).

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“‹ B. KAPAN BOLEH BERHUTANG UNTUK AKIKAH?

Meskipun berhutang untuk membiayai akikah itu tidak wajib, tetapi ia dibolehkan bagi orang yang sekiranya akan mampu membayarnya.

Imam Ahmad mengatakan: โ€œDia boleh berhutang dan semoga Allah menggantinya, karena dia menghidupkan sunnahโ€.

Adapun orang yang keadaannya sulit melunasi hutang, sebaiknya jangan berhutang untuk akikah.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“š Referensi:

Fatรขwรข Aแธฅkรขm al โ€˜Aqรฎqah yang disusun oleh tim penerbit Darul Ikhlashi wash Shawab hal. 13-15, bagian kutipan fatwa dari Syaikh Utsaimin.

Related Articles

Leave a Comment