Bagaimana menyikapi ayat yang memerintahkan kita melakukan sesuatu yang sudah kita lakukan?
๐ A. REDAKSI KAIDAH
ู ูุง ุฃูู ูุฑู ุงููููฐูู ุจููู ูููู ููุชูุงุจููู ุฅูู ููุง ุฃููู ููููุฌูููู ุฅูููู ู ููู ููู ู ููุฏูุฎููู ูููููู ููููฐุฐูุง ุฃูู ูุฑู ูููู ุจูุงูุฏููุฎููููู ูููููู ุ ููุฅูู ููุง ุฃููู ููููุฌูููู ููู ููู ุฏูุฎููู ูููููู ููููฐุฐูุง ุฃูู ูุฑููู ุจููู ููููุตูุญููุญู ู ูุง ููุฌูุฏู ุนูููุฏููู ู ููููู ููููุณูุนูู ูููู ุชูููู ููููู ู ูุง ููู ู ููููุฌูุฏู ูููููู
Sesuatu yang diperintahkan oleh Allah dalam kitabNya:
– Bisa jadi ditujukan kepada orang yang belum melaksanakannya, maka itu adalah perintah untuk melaksanakannya;
– Bisa jadi ditujukan kepada orang yang sudah melaksanakannya, maka itu adalah perintah untuk meluruskan (menetapi) yang ada padanya dan melengkapi yang belum ada padanya.
Kaidah ini menunjukkan bahwa perintah Allah itu untuk dimulai bagi orang yang belum melaksanakannya, dan untuk dipertahankan serta ditingkatkan bagi orang yang sudah melaksanakannya.
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ B. PERINTAH KEPADA YANG BELUM MELAKSANAKAN
Orang yang belum melaksanakan suatu perintah diminta untuk mulai melaksanakannya, seperti perintah Allah kepada Ahlul Kitab untuk mengimani Quran:
ููุง ุฃููููููุง ุงูููุฐููููู ุฃูููุชููุง ุงููููุชูุงุจู ุขู ูููููุง ุจูู ูุง ููุฒููููููุง ู ูุตูุฏููููุง ููู ูุง ู ูุนูููู ู
โWahai orang-orang yang telah diberi Kitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Quran) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamuโ (Surat an Nisa`: 47).
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ C. PERINTAH KEPADA YANG SUDAH MELAKSANAKAN
Perintah kepada orang yang sudah melaksanakan adalah perintah untuk menetapi dan meningkatkannya. Misalnya adalah pada firman Allah:
ููุง ุฃููููููุง ุงูููุฐููููู ุขู ูููููุง ุขู ูููููุง ุจูุงูููููู ููุฑูุณููููููู..
โWahai orang-orang yang beriman, berimanlah kepada Allah dan rasulNyaโฆโ (Surat an Nisa`: 136).
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ D. DOA MEMINTA SESUATU YANG SUDAH ADA
Poin D ini mirip dengan Poin C di atas.
Doa meminta sesuatu yang sudah ada berarti memohon agar Allah mempertahankan serta meningkatkan sesuatu tersebut. Misalnya adalah doa:
ุงููุฏูููุง ุงูุตููุฑูุงุทู ุงููู ูุณูุชูููููู ู
โTunjukilah kami jalan yang lurusโ (Surat al Fatihah: 6).
Doa ini tetap diucapkan orang yang telah mendapat petunjuk (muslim) agar:
1. Diteguhkan agar konsisten di atas petunjuk (ilmu-amal) yang telah dimiliki
2. Diberi tambahan petunjuk (ilmu-amal) yang belum dimiliki, termasuk koreksi atas kesalahan keyakinan dan perbuatan yang ada pada diri kita.
Peletakan doa ini di setiap rakaat salat (minimal di 17 rakaat salat 5 waktu) menunjukkan doa ini sangat penting. Betapa rugi orang yang membaca dan mengaminkan doa ini sekedar formalitas akibat merasa sudah mendapat petunjuk Islam dan ditambah dengan tidak memahami kaidah tafsir ini; sehingga doa yang sangat penting dan sering dibaca ini tidak berdampak padanya.
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ Referensi:
– Fatแธฅ al Bayรขn fi Maqรขshid al Qur`รขn karya Syaikh Shiddiq Hasan Khan I/50
– Qawรขโid at Tafsรฎr Jamโรข wa Dirรขsah karya Dr. Khalid bin โUtsman as Sabt hal. 500-501.
Share agar kamu dapat pahala jariyah
[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA atas nama MTT PDM Kab. Blitar, R070245230823].
