Home QuranUshul Tafsir Kaidah: Hukum Yang Dikaitkan Pada Sifat; akan Bertambah dan Berkurang Sesuai Sifat Tersebut

Kaidah: Hukum Yang Dikaitkan Pada Sifat; akan Bertambah dan Berkurang Sesuai Sifat Tersebut

by Ustadz Ivana

Kaidah ini sangat penting untuk memotivasi kita agar maksimal menjalankan perintah Allah dan meninggalkan laranganNya.

📋 A. REDAKSI DAN MAKNA KAIDAH

Kaidah ini berbunyi:

الْحُكْمُ الْمُعَلَّقُ عَلَى وَصْفْ يَزِيْدُ بِزِيَادَتِهِ وَيَنْقُصُ بِنُقْصَانِهِ

“Hukum Yang Dikaitkan Pada Sifat; akan Bertambah dan Berkurang Sesuai Sifat Tersebut”.

Jika ada balasan berupa pujian, celaan, janji baik, atau ancaman untuk suatu jenis perbuatan atau kriteria tertentu; maka seorang hamba mendapatkan balasan itu sesuai dengan perbuatan atau sifat tersebut.

Semakin kuat perbuatan atau kriteria yang ada pada dirinya; maka pujian, celaan, janji baik, atau ancamannya juga semakin kuat.

Jika perbuatan atau kriterianya semakin lemah maka balasannya ikut  semakin lemah, dan jika perbuatan atau kriterianya tidak ada maka balasannya pun tidak ada.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

📋 B. CONTOH PENERAPAN

1. Taat Kepada Allah dan RasulNya

Allah berfirman:

وَأَطِيْعُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

“Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat (Surat Ali ‘Imran: 132).

Semakin seseorang taat kepada Allah dan Rasulnya maka semakin besar pula rahmat yang Allah berikan untuknya.

2. Sombong dan Berbangga Diri

Allah berfirman:

إِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًا

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri (Surat an Nisa`: 36).

Semakin seseorang bersikap sombong dan membanggakan diri maka Allah semakin membencinya.

3. Takwa

Allah berfirman:

ذٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِيْنَ

“Kitab (Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa” (Surat al Baqarah: 2).

Semakin kuat sifat takwa seseorang (dengan 5 sifat dasar yang disebutkan di ayat-ayat setelahnya) maka dia semakin mudah memahami petunjuk Quran.

4. Mencaci Sesama Muslim

Rasulullah ﷺ bersabda:

سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوْقٌ

Mencaci seorang muslim adalah kefasikan” (HSR Muslim).

Semakin keras cacian seseorang terhadap seorang muslim maka semakin parah pula tingkat kefasikannya.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

📚 Referensi:

Al Qawâ’id wa al Ushûl wa Tathbîqât at Tadabbur karya Dr. Khalid bin ‘Utsman as Sabt hal. 66, dengan ada tambahan pada bagian contoh.

Share agar kamu dapat pahala jariyah

[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA atas nama MTT PDM Kab. Blitar, J240145110823].

Related Articles

Leave a Comment