Home FikihKaidah Fikih Kaidah Fikih: Undian Digunakan Untuk Menentukan…

Kaidah Fikih: Undian Digunakan Untuk Menentukan…

by Ustadz Ivana

Ada berbagai persoalan yang solusinya adalah undian. Misalnya jika ada dua calon guru yang kompetensinya sama padahal sekolah hanya membutuhkan satu guru, maka dilakukan pengundian untuk menentukan siapa yang diterima.

📋 A. REDAKSI KAIDAH

تُسْتَعْمَلُ الْقُرْعَةُ فِيْ تَمْيِيْزِ الْمُسْتَحِقِّ إِذَا ثَبَتَ الِاسْتِحْقَاقُ ابْتِدَاءً لِمُبْهَمٍ غَيْرِ مُعَيَّنٍ عِنْدَ تَسَاوِيْ أَهْلِ الِاسْتِحْقَاقِ

“Undian digunakan untuk menentukan penerima hak, jika hak tersebut ditujukan untuk penerima yang tidak ditentukan, ketika orang-orang yang berhak itu setara (sama-sama layak)”.

Undian ini bisa dilakukan dengan suit, kocokan seperti di arisan, dan sebagainya.

Kaidah ini diakui oleh Mayoritas Ulama, dan hanya sebagian ulama dari Madzhab Hanafi yang menolak kaidah ini.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

📋 B. DALIL KAIDAH

1. Pengasuhan Maryam, Allah berfirman:

ذٰلِكَ مِنْ أَنْبَاءِ الْغَيْبِ نُوحِيهِ إِلَيْكَ ۚ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يُلْقُونَ أَقْلَامَهُمْ أَيُّهُمْ يَكْفُلُ مَرْيَمَ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يَخْتَصِمُونَ

“Yang demikian itu adalah sebagian dari berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (wahai Nabi); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan mengasuh Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa” (Surat Ali ‘Imran: 44).

Qatadah mengatakan: “Maryam adalah anak imam dan pemimpin mereka, maka Bani Israil berebut mengasuhnya. Merekapun melakukan undian dengan anak panah mereka untuk menentukan siapa yang akan mengasuhnya, dan yang menang adalah Nabi Zakariya yang merupakan saudara iparnya”.

2. Kisah Nabi Yunus, Allah berfirman:

وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ [139] إِذْ أَبَقَ إِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ [140] فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِينَ [141]

“Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul [139] (ingatlah) ketika ia lari, ke kapal yang penuh muatan [140] kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian [141]” (Surat Yunus: 139-141.

Maksudnya adalah undian untuk menentukan satu orang yang harus dilempa ke laut karena menjadi sebab Allah menimpakan bahaya ke kapal.

3. Adzan dan Shaf Pertama, Rasulullah ﷺ bersabda:

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوا

“Seandainya orang-orang mengetahui keutamaan Adzan serta Shaf Pertama, dan tidak mendapatkannya tanpa melakukan undian; pasti mereka melakukan undian” (HSR Bukhari dan Muslim).

4. Pembebasan Budak

Dari ‘Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhu:

أَنَّ رَجُلًا أَعْتَقَ سِتَّةَ مَمْلُوكِينَ لَهُ عِنْدَ مَوْتِهِ، لَمْ يَكُنْ لَهُ مَالٌ غَيْرَهُمْ، فَدَعَا بِهِمْ رَسُولُ اللهِ ﷺ، فَجَزَّأَهُمْ أَثْلَاثًا ثُمَّ أَقْرَعَ بَيْنَهُمْ، فَأَعْتَقَ اثْنَيْنِ وَأَرَقَّ أَرْبَعَةً

Bahwasnya seorang lelaki membebaskan 6 budaknya ketika akan meninggal, padahal hanya itu hartanya. Maka Rasulullah memanggil mereka dan menjadikan mereka tiga kelompok (dua orang dua orang) dan mengundi mereka. Beliau membebaskan yang dua dan menjadikan yang empat tetap sebagai budak” (HSR Muslim).

Beliau hanya mengizinkan 2 budak karena itulah sepertiga harta orang tersebut, dan itulah batas maksimal wasiat.

5. Istri yang Diajak Safar

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَخْرُجَ سَفَرًا أَقْرَعَ بَيْنَ أَزْوَاجِهِ، فَأَيَّتُهُنَّ خَرَجَ سَهْمُهَا خَرَجَ بِهَا مَعَهُ

“Dahulu jika hendak safar, Rasulullah mengundi istri-istri beliau. Yang namanya keluar akan beliau ajak safar (HSR Bukhari dan Muslim).

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

📋 C. CONTOH PENERAPAN

Di antara contoh penerapan kaidah ini -selain yang disebutkan di Poin B- adalah:

1. Jika ada dua calon guru yang kapasitasnya sama padahal hanya satu yang bisa diterima mengajar, maka pihak sekolah melakukan undian

2. Jika ada dua orang yang kapasitasnya sama untuk menjadi imam salat -dan semuanya ingin menjadi imam, maka dilakukan undian

3. Jika ada dua kerabat yang derajatnya sama untuk menjadi wali nikah seorang wanita, maka dilakukan undian.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

📚 Referensi:

Al Manârât al Mudhiyyah bi Taḥrîr Qawâ’id al Fiqh al Kulliyyah karya Dr. Anwar Shalih Abu Zaid hal. 144-147.

Share agar kamu dapat pahala jariyah

[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA atas nama MTT PDM Kab. Blitar, R080545221123].

Related Articles

Leave a Comment