Home FikihKaidah Fikih Kaidah Fikih: Manfaat yang Menular Itu Lebih Utama

Kaidah Fikih: Manfaat yang Menular Itu Lebih Utama

by Ustadz Ivana

Manfaat itu ada dua macam, yaitu manfaat yang hanya bisa dinikmati sendiri dan manfaat yang bisa dinikmati bersama.

๐Ÿ“‹ A. REDAKSI, MAKNA, DAN DALIL KAIDAH

Kaidah ini berbunyi:

ุงู„ู†ูŽู‘ูู’ุนู ุงู„ู’ู…ูุชูŽุนูŽุฏูู‘ูŠู’ ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุงุตูุฑู

โ€œManfaat yang menular itu lebih utama daripada manfaat untuk pribadiโ€.

Mana kaidah ini adalah bahwa amal yang manfaatnya juga mengenai orang lain, itu lebih utama dan lebih berpahala daripada amal yang manfaatnya hanya dinikmati sendiri. Semakin besar manfaatnya dan semakin banyak orang yang mendapatkan manfaat, maka amal tersebut semakin utama.

Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ ููŽุถู’ู„ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุนูŽุงุจูุฏูุŒ ูƒูŽููŽุถู’ู„ู ุงู„ู’ู‚ูŽู…ูŽุฑู ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ุจูŽุฏู’ุฑู ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽุงุฆูุฑู ุงู„ู’ูƒูŽูˆูŽุงูƒูุจู

โ€œSesungguhnya keutamaan orang yang berilmu atas ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan di malam purnama dibandingkan dengan seluruh bintangโ€ (HSR Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Rasulullah ๏ทบ menyebut orang berilmu lebih utama daripada ahli ibadah, karena manfaat ilmu berlaku untuk dirinya dan orang lain. Adapun manfaat ibadah hanya berlaku bagi pengamalnya.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“‹ B. CONTOH PENERAPAN KAIDAH

1. Amal kebaikan yang berdampak positif bagi banyak orang seperti kaderisasi dai, membuan konten ilmu, dan lainnya lebih utama daripada umrah di setiap Ramadan atau haji di setiap tahun

2. Jika hukum jihad menjadi fardhu โ€˜ain, maka ia lebih utama daripada berbakti kepada kedua orang tua

3. Profesi yang dibutuhkan lebih banyak orang lebih utama daripada profesi yang jarang dibutuhkan. Jika di suatu daerah terjadi kelangkaan pangan, maka profesi seperti petani dan peternak menjadi lebih utama

4. Fokus menuntut ilmu lebih utama daripada ibadah sunnah. Jika seseorang harus memilih salah satu, maka pilihlah ilmu.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“š Referensi:

Maโ€™lamah Zรขyid li al Qawรขโ€™id al Fiqhiyyah wa al Ushรปliyyah VI/211-219, di bagian yang ditulis oleh Dr. Abdurrahman al Kailani.

Share agar kamu dapat pahala jariyah

[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA,ย J010846310125].

Related Articles

Leave a Comment