Home FikihKaidah Fikih Kaidah Fikih: Jika Sebuah Ibadah Memiliki Berbagai Variasi Cara

Kaidah Fikih: Jika Sebuah Ibadah Memiliki Berbagai Variasi Cara

by Ustadz Ivana

Kadang Rasulullah ๏ทบ mengajarkan lebih dari satu cara untuk melakukan suatu ibadah. Di antara cara-cara tersebut, apakah kita perlu melakukannya bergantian, ataukah kita hanya boleh memilih satu saja?

๐Ÿ“‹ A. REDAKSI, MAKNA, DAN ARGUMEN KAIDAH

Kaidah ini berbunyi:

ุงู„ู’ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฃู’ุชููŠูŽ ุงู„ู’ู…ููƒูŽู„ูŽู‘ูู ูููŠ ุงู„ู’ุนูุจูŽุงุฏูŽุงุชู ุงู„ู’ูˆูŽุงุฑูุฏูŽุฉู ุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูุฌููˆู’ู‡ู ู…ูุชูŽู†ูŽูˆูู‘ุนูŽุฉู ุจููƒูู„ูู‘ ู†ูŽูˆู’ุนู ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง

โ€œYang paling utama adalah mukallaf melaksanakan ibadah yang memiliki berbagai variasi dengan (mengamalkan) seluruh variasi tersebutโ€.

Jika sebuah ibadah memiliki berbagai variasi cara pelaksanaannya -dan semuanya berdasarkan dalil yang shahih, maka kita boleh memilih salah satu saja untuk kita terapkan seumur hidup.

Kemudian, sebagian ulama mengatakan bahwa yang lebih utama adalah melaksanakan semuanya secara bergantian โ€“terlepas variasi mana yang paling utama dan paling sering kita gunakan.

Alasannya adalah bahwa sikap ini lebih maksimal dalam mengikuti sunnah Rasulullah ๏ทบ. Ketika beliau mengajarkan tiga cara dan kita laksanakan semuanya secara bergantian, ini lebih maksimal mengikuti sunnah daripada hanya mengamalkan salah satunya saja.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“‹ B. CONTOH PENERAPAN KAIDAH

1. Jumlah basuhan anggota wudu

Rasulullah ๏ทบ pernah mengajarkan untuk membasuh anggota wudu sebanyak tiga kali tiga kali, dua kali dua kali, dan satu kali satu kali. Meskipun varian tiga kali tiga kali lebih utama, ada baiknya untuk juga sesekali melaksanakan dua varian lainnya karena mereka juga ajaran beliau

2. Bacaan tasyahhud dalam salat, misalnya:

ุงู„ุชูŽู‘ุญููŠูŽู‘ุงุชู ู„ูู„ู‘ูฐู‡ู ูˆูŽุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ุทูŽู‘ูŠูู‘ุจูŽุงุชู…ู€

ุงู„ุชูŽู‘ุญููŠูŽู‘ุงุชู ุงู„ู’ู…ูุจูŽุงุฑูŽูƒูŽุงุชู ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽูˆูŽุงุชู ุงู„ุทูŽู‘ูŠูู‘ุจูŽุงุชู ู„ูู„ู‘ูฐู‡ู…ู€

3. Mengangkat tangan dalam salat

Rasulullah ๏ทบ mengajarkan untuk mengangkat tangan sejajar dengan bahu, juga mengajarkan sejajar dengan telinga.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“š Referensi:

Maโ€™lamah Zรขyid li al Qawรขโ€™id al Fiqhiyyah wa al Ushรปliyyah karya sejumlah ulama (bagian yang dikutip ditulis oleh Syaikh Ibrahim Thanthawi) XVII/101-112

Share agar kamu dapat pahala jariyah

[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA,ย K091246050625].

Related Articles

Leave a Comment