Pertanyaan: Jika Idul Adha bertepatan dengan Hari Jumat, apakah orang yang telah melaksanakan Salat Id tetap wajib melaksanakan Salat Jumat? Atau memilih antara Salat Jumat dan Salat Zhuhur? Pertanyaan dari kec. Nglegok, kab. Blitar.
๐ JAWABAN
Orang yang telah melaksanakan Salat Idul Fitri atau Idul Adha boleh memilih antara melaksanakan kewajiban Salat Jumat atau Salat Zhuhur.
Muawiyah bin Abu Sufyan bertanya kepada Zaid bin Arqam: โPernahkah kamu bersama Rasulullah ๏ทบ mengalami dua hari raya (Id dan Jumat) bertemu dalam hari yang sama?โ. Zaid menjawab: โIyaโ. Muawiyah bertanya: โApa yang beliau lakukan?โ. Zaid menjawab: Beliau melaksanakan Salat Id dan memberi keringanan terkait Salat Jumat, beliau bersabda:
ู ููู ุดูุงุกู ุฃููู ููุตูููููู ููููููุตูููู
โYang ingin Salat (Jumat) maka salatlahโ (HSR Abu Dawud dan Ibnu Majah).
Dahulu Abdullah bin Zubair mengimami Salat Id dan menyampaikan khutbah Id, tetapi siangnya tidak melaksanakan Salat Jumat. Ketika Wahb bin Kaisan menanyakan hal itu kepada Ibnu Abbas, dia menjawab:
ุฃูุตูุงุจู ุงูุณูููููุฉู
โSudah sesuai sunnahโ (HSR Nasai).
Jika sahabat Rasulullah ๏ทบ mengatakan โtermasuk sunnahโ atau โsesuai sunnahโ, maksudnya adalah sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah ๏ทบ. Ini merupakan salah satu bentuk marfรปโ แธฅukman (ุงููู ูุฑูููููุนู ุญูููู ูุง), yaitu ucapan sahabat yang bernilai seperti sabda Rasulullah ๏ทบ.
Meskipun boleh memilih antara Salat Jumat dan Salat Zhuhur bagi orang yang paginya melaksanakan Salat Id, yang lebih utama adalah melaksanakan Salat Jumat. Di hari tersebut tidak ada azan dan pelaksanaan Salat Zhuhur berjamaah di masjid, karena Salat Jumat lebih diutamakan.
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
Memilih antara Salat Zhuhur dan Salat Jumat disebut sebagai Wรขjib Mukhayyar dalam ilmu Ushul Fikih. Wajib Mukhayyar adalah yang diperintahkan oleh Allah tidak harus di perbuatan tersebut, tetapi Allah beri pilihan untuk melaksanakan salah satu dari beberapa pilihan tertentu.
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ Referensi:
– Tanya Jawab Agama yang diterbitkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah V/48-51.
– 55 Fรขidah fรฎ al โรฎd wa Aแธฅkรขmih karya Syaikh Muhammad Shalih al Munajjid
– Al Muhadzdzab fรฎ โIlm Ushรปl al Fiqh al Muqรขran karya Prof. Dr. Abdul Karim bin Ali an Namlah I/162
– Fatรขwรข al Lajnah ad Dรขimah li al Buแธฅรปts wa al Iftรข` – al Majmรปโah ats Tsรขniyah (Fatwa Tim Tetap untuk Penelitian dan Fatwa – Ensiklopedi kedua, MUI-nya Saudi Arabia) VII/116-120, no. 21.162
– Taysรฎr Mushthalaแธฅ al แธคadรฎts karya Dr. Mahmud ath Thahhan -cet.Maktabah al Maโarif- hal. 163-165
Share agar kamu dapat pahala jariyah
[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA,ย Sb191146170525].
