Home Lain-lain Jika Ada Perbedaan Redaksi Hadits Tentang Jumlah Zikir

Jika Ada Perbedaan Redaksi Hadits Tentang Jumlah Zikir

by Ustadz Ivana

Pertanyaan: Bagaimana jika ada perbedaan riwayat-riwayat hadits shahih tentang jumlah zikir? Apakah harus mengamalkan riwayat yang menyebut jumlah zikir paling banyak?

๐Ÿ“‹ JAWABAN:

Jika ada perbedaan riwayat yang sama-sama shahih tentang jumlah zikir, maka kita boleh mengamalkan jumlah yang mana saja, dengan catatan bahwa jumlah zikir terbanyak adalah yang paling utama.

Misalnya adalah zikir:

ู„ูŽุง ุฅูู„ูฐู‡ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ู…ูู„ู’ูƒู ูˆูŽู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏูุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูู„ูู‘ ุดูŽูŠู’ุกู ู‚ูŽุฏููŠู’ุฑูŒ

โ€œTiada tuhan selain Allah saja, tiada sekutu bagiNya. MilikNya-lah seluruh kerajaan dan milikNya-lah seluruh pujian, dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatuโ€.

Zikir ini disebut dibaca 1 kali ketika pagi dan satu 1 ketika petang dalam Hadits Shahih Riwayat (HSR) Abu Dawud dan Ibnu Majah, 10 kali dalam HSR Muslim, serta 100 kali dalam sehari dalam HSR Bukhari dan Muslim; dengan keutamaan yang disebutkan di masing-masing riwayat.

Karena semua riwayatnya shahih, maka kita boleh mengamalkan yang mana saja; dengan mengerti bahwa membacanya 100 kali dalam satu hari adalah yang terbaik.

Selain itu, perlu ditandai bahwa jika misalnya kita membacanya 100 kali di pagi hari, tetap sempatkan membacanya minimal satu kali di waktu petang karena ada riwayat โ€˜satu kali saat pagi dan satu kali saat petangโ€™.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

Contoh lainnya adalah tasbih, tahmid, dan takbir setelah salat, di antaranya:

– Tasbih 10 kali, tahmid 10 kali, dan takbir 10 kali (HSR Abu Dawud)

– Tasbih 25 kali, tahmid 25 kali, tahlil 25 kali, dan takbir 25 kali (HSR Nasai)

– Tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, takbir 33 kali, dan 1 kali:

ู„ูŽุง ุฅูู„ูฐู‡ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ู…ูู„ู’ูƒู ูˆูŽู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏูุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูู„ูู‘ ุดูŽูŠู’ุกู ู‚ูŽุฏููŠู’ุฑูŒ

โ€œTiada tuhan selain Allah saja, tiada sekutu bagiNya. MilikNya-lah seluruh kerajaan dan milikNya-lah seluruh pujian, dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatuโ€ (HSR Muslim).

Silahkan untuk mengamalkan riwayat manapun karena semuanya shahih, dengan catatan bahwa yang terbaik adalah varian dengan jumlah zikir terbanyak.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

Meskipun varian dengan jumlah zikir terbanyak adalah yang terbaik, ada baiknya untuk juga mengamalkan -di beberapa waktu- varian lain yang disebutkan di riwayat-riwayat lain yang juga shahih.

Pernah mengamalkan seluruh varian tersebut akan membuat kita layak dikatakan sebagai orang yang mengamalkan seluruh sunnah Rasulullah ๏ทบ.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“š Referensi:

Maโ€™รขnรฎ al Adzkรขr karya Syaikh Muhammad Shalih al Munajjid hal. 58

Shaแธฅรฎแธฅ Fiqh as Sunnah karya Syaikh Abu Malik Kamal bin as Sayyid Salim I/283

– islamqa.info/ar/answers/228520.

Share agar kamu dapat pahala jariyah

[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA,ย R091146070525].

Related Articles

Leave a Comment