Bagaimana hukum mengurung binatang -termasuk burung- dalam kandang? Apakah boleh asalkan memberi makan dan minum dengan cukup?
๐ A. HUKUMNYA BOLEH
Sebagian burung dikaruniai oleh Allah dengan bentuk ataupun suara yang indah, dan keindahan merupakan hal yang disukai setiap orang dan wajib disyukuri -bukan dihindari. Allah berfirman:
ูููู ู ููู ุญูุฑููู ู ุฒููููุฉู ุงูููููู ุงูููุชูู ุฃูุฎูุฑูุฌู ููุนูุจูุงุฏููู ููุงูุทูููููุจูุงุชู ู ููู ุงูุฑููุฒููู
โKatakanlah: โSiapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkanNya untuk hamba-hambaNya dan (siapa pula yang mengharamkan) rezeki yang baik?โโ (Surat al Aโraf: 32).
Rasulullah ๏ทบ bersabda:
ุฅูููู ุงูููู ุฌูู ูููู ููุญูุจูู ุงููุฌูู ูุงูู
โSesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahanโ (HSR Muslim).
Selain itu juga terdapat Kaidah Fikih Hukum Asal Sesuatu (keduniaan) Itu Mubah.
Anas bin Malik memiliki adik yang memiliki burung peliharaan. Rasulullah menyapanya:
ููุง ุฃูุจูุง ุนูู ูููุฑูุ ู ูุง ููุนููู ุงููููุบูููุฑู
โWahai Abu Umair, apa yang dilakukan kenari kecil?โ (HSR Bukhari dan Muslim).
Menurut al Hafizh Ibnu Hajar al โAsqalani, di antara pelajaran dari hadits ini adalah: โBoleh mengurung burung di sangkar atau sejenisnya, serta boleh memangkas sayap burung (agar tidak kabur). Burung milik Abu โUmair tidak akan lepas dari dua kemungkinan iniโ, dan Rasulullah ๏ทบ menegetahui ini tetapi tidak melarangnya.
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ B. SYARAT DIBOLEHKANNYA
Menurut ulama Mesir bernama Syaikh โAthiyyah Shaqr, bolehnya mengurung burung hias di sangkar ini dengan beberapa syarat yaitu:
1. Tidak ditujukan untuk berbangga atau menyombongkan diri
2. Tidak mengalihkan seseorang dari melaksanakan kewajiban
3. Kebutuhan hidupnya tercukupi.
Beliau juga menerangkan bahwa setiap pendapat yang memakruhkan โpemeliharaan burung di sangkarโ adalah ketika burung tersebut dirawat dengan kurang baik.
Riwayat yang mengatakan bahwa Abu Darda` pernah berkata: โBurung-burung pipit akan datang di Hari Kiamat dengan menggantung pada orang yang mengurungnya sehingga tidak bisa mencari makan, dan berkata: โWahai Tuhanku, orang ini menyiksaku di duniaโโ; maksudnya adalah jika burung tersebut tidak diberi makan dan minum, seandainya riwayat ini shahih.
Bolehnya mengurung burung hias di sangkar dan syarat-syaratnya ini juga berlaku untuk ikan dan hewan lainnya.
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ Referensi:
– Fatแธฅ al Bรขri bi Syarแธฅ Shaแธฅรฎแธฅ al Bukhรขri karya al Hafizh Ibnu Hajar al โAsqalani XVIII/632
– Mawsรปโah Aแธฅsan al Kalรขm fi al Fatรขwa al Aแธฅkรขm karya Syaikh โAthiyyah Shaqr VII/408-410.
Share agar kamu dapat pahala jariyah
[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA atas nama MTT PDM Kab. Blitar, Sl280545121223].
