Pertanyaan: Benarkah ada larangan jual beli di masjid? Jika iya, apakah penjualan yang keuntungannya untuk sosial tetap dilarang?
๐ JAWABAN:
Masjid itu dibangun untuk pelaksanaan salat dan tilawah Quran, bukan untuk jual beli. Dan hukum ini berlaku untuk jual beli yang murni untuk keuangan pribadi maupun yang keuntungannya untuk sosial.
Rasulullah ๏ทบ bersabda:
ุฅูุฐูุง ุฑูุฃูููุชูู ู ู ููู ููุจููุนู ุฃููู ููุจูุชูุงุนู ููู ุงูู ูุณูุฌูุฏูุ ููููููููุง: ููุง ุฃูุฑูุจูุญู ุงูููููู ุชูุฌูุงุฑูุชููู
โApabila kalian melihat ada orang yang menjual atau membeli di masjid maka katakanlah: โSemoga Allah tidak membuat untung perniagaanmuโโ (HSR Tirmidzi).
Adapun jika jual beli ini dilakukan di luar masjid seperti di halaman atau tempat parkir, maka dibolehkan.
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
Adapun melunasi tanggungan pembayaran barang (atau hutang) di masjid adalah hal yang dibolehkan karena itu bukan jual beli. Bahkan melunasi tanggungan itu termasuk โmemenuhi janjiโ yang diperintahkan oleh Allah.
Allah berfirman:
ููุฃููููููุง ุจูุงููุนูููุฏู ุฅูููู ุงููุนูููุฏู ููุงูู ู ูุณูุฆููููุง
โDan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnyaโ (Surat al Isra`: 34).
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ Referensi:
– Majmรปโ Fatรขwรข wa Rasรขil Fadรฎlah asy Syaykh Muแธฅammad Ibn Shรขliแธฅ al โUtsaymรฎn (Kumpulan Fatwa dan Risalah Syaikh Utsaimin) XXVII/38-40.
