Home FikihMakanan, baju, rumah, alat Hukum Ikan yang Diberi Makanan Bangkai Tikus, Najis, dan Benda Kotor

Hukum Ikan yang Diberi Makanan Bangkai Tikus, Najis, dan Benda Kotor

by Ustadz Ivana

Pertanyaan: Apa hukum ikan yang diberi makanan berupa bahan kotor, bangkai tikus, dan najis?

๐Ÿ“‹ JAWABAN

Syaikh Dr. Khalid al Musyaiqih menjelaskan bahwa hukum asal hewan laut (air) adalah halal, sesuai firman Allah:

ุฃูุญูู„ูŽู‘ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุตูŽูŠู’ุฏู ุงู„ู’ุจูŽุญู’ุฑู ูˆูŽุทูŽุนูŽุงู…ูู‡ู ู…ูŽุชูŽุงุนู‹ุง ู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูู„ุณูŽู‘ูŠูŽู‘ุงุฑูŽุฉู

โ€œDihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalananโ€ (Surat al Maidah: 96).

Ikan tetap halal meskipun diberi makan degan benda-benda yang disebutkan dalam pertanyaan.

Najis yang dimakan oleh ikan tersebut telah berubah menjadi darah dan daging, serta menjadi suci dengan istiแธฅรขlah; yaitu perubahan dzat dan sifat suatu benda seperti kotoran menjadi tanah (debu) seiring berjalannya waktu, dan perubahan khamr menjadi cuka tanpa kesengajaan manusia.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

Adapun jika terbukti bahwa ikan tersebut menjadi beracun, atau ada bekas najis pada rasa atau baunya; maka tidak boleh dikonsumsi.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“š *Referensi:*

Fatรขwรข as Syaykh Khรขlid ibn โ€˜Aliyy al Musyayqรฎแธฅ I/84-85.

Related Articles

Leave a Comment