Tulisan ini membahas hikmah mengapa Rasulullah ﷺ berpoligami; juga hikmah mengapa Rasulullah ﷺ menikah dengan Khadijah, Aisyah, dan lain-lain istri beliau.
A. HIKMAH POLIGAMI RASULULLAH ﷺ
Selain hikmah poligami secara umum, poligaminya Rasulullah ﷺ juga memiliki hikmah-hikmah khusus, di antaranya adalah:
1. Penyebaran Sunnah
Ada banyak sunnah (ajaran) Rasulullah ﷺ di dalam rumah yang sulit dilihat oleh para sahabat pada umumnya, misalnya adalah cara beliau mandi. Rasulullah ﷺ menikahi banyak wanita agar mereka melihat sunnah beliau di dalam rumah serta menyebarkannya.
.
2. Bukti Kebaikan Akhlak Beliau ﷺ
Ada dua istri beliau yang merupakan anak dari dua musuh beliau, yaitu:
– Ummu Habibah putrinya Abu Sufyan yang pernah memusuhi Rasulullah ﷺ, sebelum Abu Sufyan masuk Islam -dan baik keislamannya, bahkan juga berjihad di jalan Allah
– Shafiyyah bin Huyayy. Bapak, paman, dan suami pertamanya terbunuh dalam perang antara kaum Yahudi dengan umat Islam.
Keduanya sangat mencintai Rasulullah ﷺ meskipun bapak mereka adalah musuh beliau (kecuali Abu Sufyan yang akhirnya masuk Islam). Ini menunjukkan bahwa beliau memperlakukan istri-istri beliau dengan baik dan adil.
.
3. Bukti Kekuatan Fisik Rasulullah ﷺ
Meskipun beliau sering berpuasa, beliau mampu mendatangi seluruh istri beliau dalam satu hari, dan beliau “dikaruniai kekuatan 30 orang pria” (HSR Bukhari).
Dengan kekuatan fisik beliau dan kemampuan beliau untuk mengalahkan siapapun, beliau adalah seorang yang pemaaf.
.
4. Pahala Mengayomi Banyak Istri
Menafkahi dan menjaga banyak istri adalah salah satu amal ibadah beliau.
.
5. Ujian
Rasulullah ﷺ memiliki banyak istri tetapi juga dibebani dengan tugas berat memperjuangkan dan mendakwahkan Islam, serta memimpin umat.
Dan beliau mampu melewati ujian ini dengan sangat baik.
.
6. Kemuliaan untuk Kabilah-kabilah yang Anggotanya Dinikahi Rasulullah ﷺ
Dengan adanya anggota kabilah yang dinikahi oleh beliau, kabilah tersebut lebih mudah diajak untuk masuk Islam.
.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
B. HIKMAH RASULULLAH ﷺ MENIKAHI ISTRI-ISTRI BELIAU
Biografi singkat 11 istri Rasulullah ﷺ bisa dibaca tulisan bagian pertama dan bagian kedua. Adapun di artikel ini saya hanya akan membahas hikmah mengapa beliau menikahi mereka.
1. Khadijah
Rasulullah ﷺ menikah dengan Khadijah saat beliau berumur 25 tahun dan dia 40 tahun.
Beliau -dengan segala keunggulan dan usia mudanya- tidak menikah dengan wanita lain selama 25 tahun pernikahan dengan Khadijah, ini adalah tanda bahwa pernikahan beliau bukan sekedar urusan syahwat semata.
.
2. Saudah
Suami pertama Saudah meninggal setelah pulang dari hijrah di Habsyah. Andaikata Saudah pulang kepada keluarganya pasti dia akan disiksa dan dipaksa murtad, dan Saudah sudah tidak menarik untuk dinikahi orang lain karena faktor usianya.
Maka Rasulullah ﷺ pun menikahinya untuk melindunginya.
.
3,4. Aisyah dan Hafshah
Aisyah adalah satu-satunya istri Rasulullah ﷺ yang beliau nikahi ketika masih gadis. Beliau menikahinya saat dia masih gadis sebagai tanda bahwa menikahi janda ataupun gadis dibolehkan dalam Islam.
Rasulullah ﷺ menikahi Aisyah putrinya Abu Bakar ash Shiddiq dan Hafshah putrinya Umar bin Khattab untuk memuliakan Abu Bakar dan Umar; sebagaimana beliau memuliakan Utsman dan Ali dengan menjadikan keduanya sebagai menantu.
.
5. Zainab binti Khuzaimah
Zainab adalah wanita mulia yang kehilangan suaminya (Abdullah bin Jahsy) yang syahid di perang Uhud. Zainab juga dikenal sering memberi makan orang-orang miskin hingga digelari Ummul Masakin (ibunya orang-orang miskin).
Maka Rasulullah ﷺ menikahinya untuk memuliakan dan menghiburnya. Dia wafat ketika Rasulullah ﷺ masih hidup.
.
6. Zainab binti Jahsy
Dahulu, Rasulullah ﷺ memiliki anak angkat bernama Zaid bin Haritsah, dan dipanggil Zaid bin Muhammad. Kemudian Allah melarang pengangkatan anak dalam arti ‘menisbatkan anak angkat kepada bapak angkatnya’, sehingga namanya kembali menjadi Zaid bin Haritsah lagi.
Zaid ini menikah dengan Zainab binti Jahsy, kemudian menceraikannya. Setelah habis masah iddahnya Zainab, Rasulullah ﷺ menikahinya sebagai tanda bahwa Zaid benar-benar bukan ‘bin Muhammad’ tetapi ‘bin Haritsah’. Dalam Islam, seorang lelaki dilarang menikahi mantan istri dari anaknya.
.
7. Ummu Salamah
Ummu Salamah dan suami pertamanya (Abu Salamah) merupakan salah satu muslim terbaik dan mereka hijrah ke Habsyah. Ummu Salamah sudah tua dan merawat anak-anak yatim.
Rasulullah ﷺ menikahinya karena kecerdasan akal dan kebaikan agamanya.
.
8. Juwairiyyah
Juwairiyyah berasal dari kabilah Bani Mushthaliq,dan ikut tertawan bersama 200 keluarga Bani Mushthaliq setelah mereka dikalah umat Islam.
Setelah Rasulullah ﷺ menikahi putri kepala tokoh mereka dan menikahinya, Bani Mushthaliq pun masuk Islam.
.
9. Ummu Habibah
Ummu Habibah hijrah bersama suaminya ke Habsyah, dan di sana suaminya murtad masuk Nasrani. Ummu Habibah juga memiliki bapak bernama Abu Sufyan yang -sebelum masuk Islam- merupakan tokoh permusuhan terhadap Islam.
Rasulullah ﷺ menikahinya untuk menjaga dan memuliakannya.
.
10. Shafiyyah
Shafiyyah berasal dari etnis Yahudi, dan dia adalah keturunan Nabi Harun. Rasulullah ﷺ menikahinya untuk mengajarkan agar menempatkan seseorang sesuai kedudukannya serta memuliakan orang yang mulia di komunitasnya.
.
11. Maimunah binti Khuzaimah
Maimunah binti Khuzaimah -sebagaimana Zainab binti Khuzaimah- memiliki banyak kekerabatan dengan anggota kabilah Bani Hasyim (kabilahnya Rasulullah ﷺ dll) dan Bani Makhzum (kabilahnya Khalid bin Walid dll).
Beliau menikahinya untuk melunakkan kedua kabilah yang sering bersaing ini.
.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
Referensi:
– Ḥikmah Ta’addud Zawjât an Nabiyy ﷺ karya Dr. Muhammad Asyraf Hijazi hal. 18-22

1 comment
Semangat ustadz Ivana, kami selalu menunggu kajian-kajian jenengan