Rasulullah ﷺ pernah melakukan 27 gahzwah (perang) dan disebut mengirim 70an sariyyah (ekspedisi pasukan). Ghazwah (peperangan) adalah perang yang beliau ikut berangkat, adapun sariyyah (ekspedisi) adalah pasukan yang beliau kirim tanpa beliau ikut berangkat.
.
27 ghazwah beliau telah diposting di empat tulisan sebelumnya (bagian pertama, bagian kedua, bagian ketiga, dan bagian keempat).
.
Dan inilah sariyyah-sariyyah yang pernah dikirim oleh Rasulullah ﷺ di tahun 1-5 H.
.
A. TAHUN 1 H
1. Sariyyah Hamzah bin Abdul Muttalib dengan 30 muhajirin ke Saiful Bahri, Ramadan 1 H
Ini adalah pasukan pertama yang dikirim Rasulullah ﷺ. Sariyyah ini ditujukan untuk mencegat kafilah dagang Quraisy dari Syam, yang di sana ada Abu Jahal bersama 300 orang. Ketika kedua pihak berhadap-hadapan, mereka dipisah oleh Majdi bin Amru al Juhani yang merupakan kawan kedua pihak.
.
2. Sariyyah Ubaidah bin Harits bin Abdul Muttalib (sepupu Rasulullah ﷺ) ke Bathn Rabigh, Syawal 1 H
Sariyyah ini berisi 60 muhajirin dan berhadapan dengan Abu Sufyan (sebelum masuk Islam) dan 200 anggotanya. Pertempuran terjadi hanya dengan saling memanah, dan Sa’d bin Abi Waqqash -dari pertempuran ini- tercatat sebagai orang pertama yang meluntarkan panah di jalan Allah
.
3. Sariyyah Sa’d bin Abi Waqqash ke Kharrar, Zulkaidah 1 H
Sariyyah ini berisi 20 muhajirin yang akan mencegat kafilah Quraisy. Mereka bersembunyi ketika siang hari dan melanjutkan perjalanan ketika malam, dan saat mereka sampai di lokasi ternyata kafilah yang akan dicegat sudah lewat kemarin.
.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
B. TAHUN 2 H
4. Sariyyah Sa’d bin Abi Waqqash ke salah satu wilayah Kinanah, Rajab 2 H
.
5. Sariyyah Abdullah bin Jahsy ke Nakhlah, Rajab 2 H
Dari sariyyah ini, Abdullah bin Jahsy (sepupu Rasulullah ﷺ) menjadi orang pertama yang bergelar Amirul Mukminin (pemimpin orang-orang yang beriman) meskipun terbatas pada pasukan yang dia pimpin. Saat itu adalah akhir bulan Rajab (larangan perang di bulan-bulan haram masih diakui dalam Islam) dan pasukan yang dicegat hampir sampai ke Mekkah lagi, maka sariyyah ini memutuskan untuk tetap menyerang. Berkaitan dengan hal ini, Allah menurunkan surat al Baqarah ayat ke-217.
6. Sariyyah Umair bin Adi untuk membunuh ‘Ashma` binti Marwan (tidak ada hubungannya dengan Khalifah Marwan bin Hakam), Ramadan 2 H
‘Ashma` adalah wanita Yahudi yang mencela Islam serta menyakiti dan mengajak orang untuk menyerang Rasulullah ﷺ. Maka Umair bin Adi mendatangi rumahnya di tengah malam dan mengeksekusinya.
.
7. Sariyyah Salim bin Umair untuk membunuh seorang Yahudi bernama Abu Afak, Syawal 2 H
Abu Afak adalah Yahudi tua yang berumur 120 tahun. Dia mengajak orang untuk memusuhi Rasulullah ﷺ dan membuat syair untuk ini. Maka Salim bin Umair berjanji akan membunuh Abu Afak atau Salim yang terbunuh. Ketika Abu Afak tidur di luar rumah saat musim panas, Salim bin Umair mengeksekusinya.
.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
C. TAHUN 3 H
8. Sariyyah Muhammad bin Maslamah untuk membunuh Ka’b bin Asyraf, Rabiul Awal 3 H
Bapak Ka’b al Asyraf berasal dari suku Thay` (Arab) dan ibunya dari Bani Nazhir (Yahudi Madinah). Ka’b al Asyraf sangat dengki kepada umat Islam, khususnya setelah Perang Badar di mana dia pergi ke Mekkah untuk menyemangati kafir Quraisy, lalu pulang ke Madinah. Rasulullah ﷺ menawarkan siapa yang ingin mengeksekusi Ka’b, lalu Muhammad bin Maslamah menyanggupi. Muhammad bin Maslamah berangkat bersama beberapa orang, dan berhasil mengeksekusi Ka’b al Asyraf.
.
9. Sariyyah Zaid bin Haritsah ke Qaradah (salah satu sumber air di Najd), Jumadil Akhir 3 H
Setelah Perang Badar, orang-orang Quraisy menjadi lebih waspada. Salah satunya adalah mereka pulang berdagang di Syam melewati rute Irak-Mekkah (bukan rute Syam-Mekkah), termasuk rombongan Abu Sufyan saat itu. Rasulullah ﷺ mengirim Sariyyah Zaid bin Haritsah dan berhasil mengalahkan rombongan Abu Sufyan, serta merampas bawaan mereka.
.
Catatan: Di awal fase Madinah, Rasulullah ﷺ berkali-kali mengadakan ghazwah dan sariyyah untuk merampas kafilah dagang Quraisy. Salah satu alasannya adalah karena banyak harta muhajirin yang dirampas oleh kafir Quraisy, sehingga perampasan ini adalah sebagai bentuk ‘mengambil kembali harta muhajirin yang dirampas kafir Quraisy’.
.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
D. TAHUN 4 H
10. Sariyyah Abu Salamah ke Thulaihah al Asadi, Muharam 4 H
Setelah kekalahan umat Islam di Perang Uhud, orang-orang kafir Arab sempat menjadi berani menantang umat Islam; salah satunya adalah Bani Asad yang dipimpin oleh Thulaihah al Asadi. Maka Rasulullah ﷺ mengirim 150 orang yang dipimpin oleh Abu Salamah (sepupu Rasulullah ﷺ) untuk mengatasi mereka. Hasilnya, para pengikut Thulaihah al Asadi kocar kacir dan unta serta ternak mereka menjadi rampasan.
.
Catatan: Thulaihah saat itu masih kafir. Di kemudian hari dia masuk Islam, kemudian murtad dan mengaku sebagai nabi, kemudian masuk Islam lagi dengan baik hingga akhir hayat dan memiliki jasa besar dalam perang Qadisiyah.
.
11. Sariyyah Abdullah bin Unais ke Khalid al Hudzali, Muharram 4 H
Khalid al Hudzali dibunuh karena mengumpulkan orang untuk memerangi Rasulullah ﷺ.
.
12. Sariyyah Raji’ (dipimpin oleh Ashim bin Tsabit al Anshari), Shafar 4 H
.
13. Sariyyah Bi`r (Sumur) Ma’unah (dipimpin oleh Haram bin ), Shafar 4 H
Ini berkaitan dengan kabilah Ri’l, Dzakwah, ‘Ushayyah, dan Bani Lihyan. Dahulu ada orang bernama Amir bin Thufail yang sangat memusuhi Nabi ﷺ, dia menganggap beliau telah merampas jatah ketokohannya. Dia mengirimkan orang-orang untuk mendatang Nabi ﷺ, berpura-pura meminta dikirimi para pengajar Quran dan Sunnah. Maka beliau ﷺ mengirim 70 pengajar Quran yang dipimpin oleh Haram bin Milhan. Ternyata mereka membunuh para utusan Rasulullah ﷺ ini, kecuali ada dua orang yang selamat. Selama sebulan setelah peristiwa ini, beliau mendoakan keburukan untuk kabilah Ri’l, Dzakwah, dan ‘Ushayyah. Adapun untuk Bani Lihyan diperangi -ada sebab lain- pada tahun 6 H.
.
14. Sariyyah Amru bin Umayyah untuk membunuh Abu Sufyan
Dahulu Abu Sufyan mengirim seseorang ke Madinah untuk membunuh Rasulullah ﷺ, tetapi dia justru masuk Islam di hadapan beliau. Kemudian beliau mengirim Amru bin Umayyah untuk membunuh Abu Sufyan, tetapi dia gagal dan kembali lagi ke Madinah.
.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
E. TAHUN 5 H
15. Sariyyah Abdullah bin Atik untuk membunuh orang Yahudi bernama Abu Rafi’ Sallam bin Abil Haqiq, Zulhijah 5 H
Abu Rafi’ termasuk orang yang mengumpulkan musuh untuk bersatu dalam perang Ahzab melawan umat Islam. Setelah Ka’b bin Asyraf dibunuh oleh orang-orang dari kabilah Aus, maka Abdullah bin Atik dan beberapa orang dari kabilah Khazraj meminta izin kepada Rasulullah ﷺ untuk membunuh Abu Rafi’, dan beliau mengizinkan.
.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
Sariyyah-sariyyah selanjutnya (hingga sariyyah ke-70an) akan dibahas di tulisan-tulisan selanjutnya.
