Di tulisan yang pertama telah kita bahas berbagai ekspedisi pasukan (sariyyah) yang dikirim Rasulullah ﷺ pada tahun 1-5 H. Di tulisan kedua ini kita akan membaca sariyyah yang dikirim Rasulullah ﷺ pada tahun 6 dan 7 H.
F. TAHUN 6 H
16. Sariyyah Muhammad bin Maslamah ke Qurtha`, Muharram 6 H
Muhammad bin Maslamah bersama 30 pasukan berkudanya berhasil mengalahkan sebagian musuh dan membuat yang lainnya melarikan diri, dan mereka meninggalkan Madinah selama 19 malam. Dari penyerangan ini didapatkan rampasan perang berupa 150 ekor unta dan 3.000 ekor kambing.
.
17. Sariyyah Ukkasyah ke Ghamr, Rabiul Awal 6 H
Berhasil membuat musuh kabur dengan meninggalkan 200 ekor unta yang dibawa ke Madinah.
.
18. Sariyyah Muhammad bin Maslamah ke Dzul Qissah, Rabiul Akhir 6 H
Muhammad bin Maslamah membawa 10 anggota. Musuh bersembunyi membunuh seluruh anggotanya, tetapi Muhammad bin Maslamah berhasil kembali dalam keadaan terluka.
.
19. Sariyyah Abu Ubaidah ke Dzul Qissah, Rabiul Akhir 6 H
Abu Ubaidah membawa 40 pasukan ke sana dan sampai pada waktu subuh. Musuh yang diserang melarikan diri ke gunung, dan menyisakan satu orang yang akhirnya masuk Islam.
.
20. Sariyyah Zaid bin Haritsah ke Bani Sulaim di Jumum, Rabiul Akhir 6 H
Pasukan Zaid bin Haritsah menemui wanita bernama Halimah yang menunjukkan salah satu lokasi tempat tinggal Bani Sulaim. Kemudian mereka mendapatkan rampasan berupa harta, kambing, dan tawanan -termasuk suaminya Halimah. Kemudian Rasulullah ﷺ membebaskan Halimah dan suaminya.
.
21. Sariyyah Zaid bin Haritsah ke Ish, Jumadil Awal 6 H
.
22. Sariyyah Zaid bin Haritsah ke Tharaf, Jumadil Akhir 6 H
Zaid bin Haritsah beserta 15 anggotanya meninggalkan Madinah selama 4 malam, dan menyerang Tharaf (ada yang membacanya: Tharif). Musuh pun kabur dan meninggalkan 20 ekor unta.
.
23. Sariyyah Zaid bin Haritsah ke Hisma, Jumadil Akhir 6 H
Dahulu Rasulullah ﷺ mengirim Dihyah al Kalbi untuk membawakan surat ajakan masuk Islam kepada Heraklius (Heraklius menolak dengan baik). Dalam perjalanan pulang, dia dirampok oleh Hunaid bin ‘Aridh dan anaknya yang bernama ‘Aridh bin Hunaid bin ‘Aridh serta anggotanya dari kabilah Judzam; mereka merampok hadiah dari Heraklius dan hanya menyisakan baju yang jelek untuknya. Bani Dhubaib yang mengetahui hal ini pun menyelamatkan Dihyah dan barang bawaannya. Setelah Dihyah al Kalbi sampai di Madinah, Rasulullah ﷺ mengutus Zaid bin Haritsah dan Dihyah bersama 500 pasukan untyk menyerang musuh. Hunaid dan ‘Aridh serta pasukannya tewas; dan pasukan Zaid mendapatan rampasan berupa 1.000 ekor unta, 15.000 ekor kambing, dan 100 tawanan wanita dan anak-anak. Ada yang mengatakan bahwa Rifa’ah bin Zaid al Judzami mendatangi Rasulullah ﷺ agar beliau mengembalikan tawanan dan harta rampasan, dan beliau berkenan mengembalikannya.
.
24. Sariyyah Zaid bin Haritsah ke Wadil Qura, Rajab
Zaid bin Haritsah terluka dalam peristiwa ini. Ada yang mengatakan bahwa Zaid bersama rombongannya pulang dari berdagang di Syam (dengan modal para sahabat), dan di jalan dirampok oleh Bani Fizarah.
.
25. Sariyyah Abdurrahman bin Auf ke Dumatul Jandal, Syakban 6 H
Rasulullah ﷺ mengutus Abdurrahman bin Auf ke Dumatul Jandal dan berpesan bahwa jika penduduknya mau menurut maka nikahilah anak raja (ketua suku)nya. Ternyata mereka mau masuk Islam, maka menikahi Tumadhir binti Ashbagh anak dari ketua suku.
.
26. Sariyyah Ali bin Abi Thalib ke Fadak, Syakban 6 H
Rasulullah ﷺ mendengar kabar bahwa ada sejumlah orang yang akan mendukung Yahudi Khaibar. Maka beliau mengutus Ali bin Abi Thalib bersama seratus pasukan untuk menghajar mereka. Ali dan pasukannya pulang dengan membawa rampasan berupa 500 ekor unta dan 2.000 ekor kambing.
.
27. Sariyyah Zaid bin Haritsah yang menyasar Ummu Qirfah di Wadil Qura, Ramadan 6 H
Di sariyah no. 24 telah disebutkan bahwa Zaid bin Haritsah dirampok oleh Bani Fizarah di Wadil Qura. Setelah itu, Zaid bernadzar tidak akan mandi junub sebelum memerangi Bani Fizarah. Setelah lukanya sembuh, Rasulullah ﷺ mengutusnya dengan pasukan yang akan menyerang Bani Fizarah. Salah satu yang terbunuh di sana adalah Ummu Qirfah, orang yang sangat memusuhi Islam.
.
28. Sariyyah Abdullah bin Rawahah untuk membunuh Usair bin Razam, Syawal 6 H
Setelah Abu Rafi’ Salam bin Abil Haqiq terbunuh (lihat sariyyah no. 15), orang-orang Yahudi mengangkat Usair bin Razam (atau: Zarim) sebagai pemimpin. Diapun mendorong suku Ghathafan dan lainnya untuk memerangi Rasulullah ﷺ
.
29. Sariyyah Kurz bin Jabir ke Urainah, Syawal 6 H
Ada 8 orang dari Ukl dan Urainah mendatang Nabi ﷺ di Madinah dan mengaku masuk Islam. Nabi ﷺ memberi mereka sejumlah unta serta penggembalanya. Ternyata setelah itu mereka menjadi kafir, membunuh si penggebala, dan merampas unta-unta tersebut. Mengetahui hal itu, Nabi ﷺ mengirim sayriyyah Kurz bin Jabir untuk mengeksekusi mereka. Mata mereka dicongkel, tangan mereka dipotong, dan mereka dibiarkan mati dalam keadan seperti itu.
.
30. Sariyyah Khabath yang dipimpin oleh Abu Ubaidah
Rasulullah ﷺ mengirim 300 pasukan berkuda yang dipimpin Abu Ubaidah untuk mecegat kafilah Quraisy, dan mereka tinggal di tepi pantai selama setengah bulan hingga perbekalan habis. Lalu mereka memakan khabath (daun yang dirontokkan dari pohon dengan cara memukul pohon tersebut). Kemudian mereka mendapati ikan hiu yang terdampar dan memakannya.
.
31. Sariyyah Bani Abs
Rasulullah ﷺ mendengar bahwa kafilah Quraisy pulang dari Syam, maka beliau mengirim Bani Abs untuk menghadang mereka -tetapi akhirnya tidak terjadi pertempuran.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
G. TAHUN 7 H
32. Sariyyah Aban bin Sa’id ke Najd
Tidak banyak detail yang diceritakan tentang sariyyah ini.
.
33. Sariyyah Ghalib bin Abdullah al Laitsi ke Bani Tsa’labah, Shafar 7 H
Imam Thabari menyebutkan sariyyah ini sebagai sariyyah yang berbeda dengan sariyyah Ghalib bin Abdullah ke Mai’afah. Tetapi Syaikh Abu Asma` Muhammad bin Thaha mengatakan bahwa sariyyah no. 33 ini sama dengan yang no. 37 ke Mai’afah.
.
34. Sariyyah Abu Bakar ke Bani Fazarah di Najd, Syakban 7 H
Salah satu tawanan dari sariyyah ini dijadikan Rasulullah ﷺ sebagai tebusan untuk orang-orang Islam yang ditawan di Mekkah.
.
35. Sariyyah Umar bin Khattab ke Turbah, Syakban 7 H
Rasulullah ﷺ mengirim Umar bersama 30 pasukan ke Turbah, daerah paling selatan dari tempat tinggal suku Hawazin. Orang-orang Hawazin kabur dan tidak terjadi pertempuran.
.
36. Sariyyah Basyir bin Sa’d ke Bani Murrah di Fadak, Syakban 7 H
Sariyyah Basyir bin Sa’d berhasil merampas unta dan kambing mereka, tetapi di jalan -ketika malam- sariyyah ini berpapasan dengan sejumlah besar anggota Bani Murrah. Sempat terjadi pertempuran, dan Basyir bi Sa’d terluka.
.
37. Sariyyah Ghalib bin Abdullah al Laitsi ke Maifa’ah, Ramadan 7 H
Rasulullah ﷺ mengutus Ghalib bin Abdullah bersama 230 pasukan. Mereka berhasil mengalahkan kabilah Bani Abd bin Tsa’labah di Mai’afah. Dalam pertempuran mereka, Usamah bin Zaid tetap membunuh musuh yang telah mengucapkan Lailahaillallah, yang menurutnya itu hanyalah ucapan agar tidak dibunuh. Rasulullah ﷺ kemudian mengingkarinya: “Wahai Usamah, apa kamu tetap membunuhnya setelah dia mengucapkan Lailahaillallah?” (HSR Bukhari dan Muslim).
.
38. Sariyyah Basyir bin Sa’d ke Yaman (bukan negeri Yaman yang terkenal di selatan Jazirah Arab) dan Jabar, Zulhijah 7 H
Rasulullah mendengar kabar bahwa sejumlah orang Ghathafan telah dijanjikan oleh Uyainah bin Hishn al Ghifari untuk bersama-sama memerangi Rasululah ﷺ. Maka beliau mengutus Basyir bin Sa’d bersama 300 orang. Musuh kabur dan pasukan Basyir bin Sa’d mendapatkan rampasan perang dan dua tawanan. Keduanya kemudian masuk Islam dan dibebaskan.
.
39. Sariyyah Ibnu Abil ‘Auja` as Sullami ke Bani Sulaim, Zulhijah 7 H
Rasulullah ﷺ mengirim Ibnu Abil ‘Auja` bersama 50 pasukan ke Bani Sulaim. Mereka menolak masuk Islam dan terjadi pertempuran sengit hingg para musuh tewas. Ibnu Abil ‘Auja` terluka dan kembali bersama pasukannya sampai lagi di Madinah pada bulan Shafar tahun 8 H.
.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
.
Sariyyah selanjutnya hingga sariyyah ke-70an akan posting di tulisan-tulisan berikutnya.
