Home Sirah Nabawiyah Ekspedisi-ekspedisi Pasukan (Sariyyah) yang Dikirim Rasulullah ﷺ (Bagian Ketiga)

Ekspedisi-ekspedisi Pasukan (Sariyyah) yang Dikirim Rasulullah ﷺ (Bagian Ketiga)

by Ustadz Ivana

Di bagian pertama dan kedua telah saya sampaikan sariyyah ke-1 hingga ke-39 antara tahun 1-7 H. Di tulisan ketiga ini saya tuliskan sariyyah-sariyyah yang dikirim oleh Rasulullah ﷺ pada tahun 8 H dan sebagian tahun 9 H.

H. TAHUN 8 H

40. Sariyyah Ghalib bin Abdullah al Laitsi ke Bani Mulawwah di Kadid, Shafar 8 H

Rasulullah ﷺ memerintahkan Ghalib bin Abdullah bersama pasukan untuk menyerang Bani Mulawwah, dan mereka berhasil mengalahkan musuh,

.

41. Sariyyah Ghalib bin Abdullah al Laitsi ke Fadak, Shafar 8 H

Rasulullah ﷺ memerintahkan Ghalib bin Abdullah bersama 200 pasukan -termasuk Usamah bi Zaid- untuk menyerang Fadak. Mereka berhasil membunuh banyak musuh dan mendapatkan rampasan perang.

.

42. Sariyah Syuja’ bin Wahb al Asadi ke Bani Amir, Rabiul Awal 8 H

Rasulullah ﷺ mengutus Syuja’ bin Wahb bersama 24 pasukan untuk menyerang sejumlah orang suku Hawazin. Mereka menyerang musuh saat subuh, dan berhasil mendapatkan rampasan berupa banyak unta dan kambing.

.

43. Sariyyah Ka’b bin Umair al Ghifari ke Dzati Athlah, Rabiul Awal 8 H

Rasulullah ﷺ mengirim Ka’b bin Umair beserta 15 orang untuk mendakwahi Bani Qudha’ah di Dzatu Athlah (di Syam) agar masuk Islam. Ternyata mereka menolak masuk Islam dan bahkan terjadi pertempuran sengit yang membuat seluruh pasukan Ka’b bin Umair syahid, kecuali satu orang korban luka. Dia dibiarkan karena dikira sudah mati, lalu dia kembali ke Madinah.

.

44. Sariyyah Zaid bin Haritsah ke Madyan

Rasulullah ﷺ mengutus Zaid bin Haritsah ke Madyan, dan berhasil menang serta mendapatkan para tawanan perang. Rasulullah ﷺ melarang penjualan mereka sebagai budak jika memisahkan antara ibu dan anak.

.

45. Sariyyah Mu`tah, Jumadil Awal 8 H

Rasulullah ﷺ mengirim tiga ribuan pasukan yang dipimpin oleh Zaid bin Haritsah, kemudian Ja’far bin Abi Thalib, kemudian Abdullah bin Rawahah. Setelah tiga pimpinan yang ditunjuk Rasulullah ﷺ ini syahid semua, Khalid bin Walid (yang awalnya prajurit biasa di barisan kaum muslimin) berinisiatif mengambil alih komando dan menyelamatkan sisa pasukan kaum muslimin. Selain melambungkan nama Khalid sebagai komandan pasukan Islam, sariyyah ini adalah pertama kali umat Islam berperang di luar Jazirah Arab, yaitu di Mu`tah Jordania.

.

46. Sariyyah Dzatus Salasil yang dipimpin oleh Amr bin Ash, Jumadil Akhir 8 H

Sariyah ini ditujukan ke kabilah Judzam, dan dinamai Dzatus Salasil (berantai-rantai) karena musuh saling mengikat diri dengan yang lain agar tidak ada yang kabur. Nyatanya mereka tetap berhasil dikalahkan dan kabur secara terpencar.

.

47. Sariyyah Abu Qatadah ke Khadhirah, Syakban 8 H

Rasulullah ﷺ mengutus Abu Qatadah bin Rab’i al Anshari bersama 15 orang untuk menyerang suku Ghathafan. Mereka berjsembunyi saat siang dan berjalan saat malam hingga akhirnya mengepung serta mengalahkan musuh. Mereka mendapatkan rampasan 200 ekor unta dan 2.000 ekor kambing, serta banyak tawanan. Sariyyah Abu Qatadah meninggalkan Madinahs elama 15 hari.

.

48. Sariyyah Ibnu Abi Hadrad ke Ghabah, Syakban 8 H

Abdullah bin Abi Hadrad al Aslami diutus untuk memimpin sariyyah berisi 15 orang untuk menumpas Rifa’ah bin Qais (atau Qais bin Rifa’ah) dan kelompoknya yang hendak memerangi Rasulullah ﷺ, dan berhasil.

.

49. Sariyyah Abu Qatadah ke Idham, Ramadan 8 H

Ketika Rasulullah ﷺ hendak menaklukkan Mekkah, beliau mengutus Abu Qatadah bersama 8 orang lainnya ke Idham sebagai pengalihan agar dikira bahwa Rasulullah ﷺ yang menuju ke sana.

.

50. Sariyyah Usamah bin Zaid ke Huraqat

Syaikh Abu Asma` Muhammad bin Thaha mengatakan bahwa sariyyah no. 50 ini sama dengan yang no. 37 ke Mai’afah.

.

51. Sariyyah Khalid bin Walid untuk menghancurkan berhala Uzza, Ramadan 8 H

Berhala Uzza adalah berhalanya Quraisy yang paling besar, terletak di daerah Nakhlah.

.

52. Sariyyah Amru bin Ash untuk menghancurkan berhala Suwa’, Ramadan 8 H

Suwa’ adalah berhala yang dulunya disembah oleh umat Nabi Nuh, kemudian disembah lagi di Arab di masa Jahiliyyah. Suwa’ adalah berhala suku Hudzail.

.

53. Sariyyah Sa’d bin Zaid al Asyhali untuk menghancurkan berhala Manat, Ramadan 8 H

Berhala Manat adalah berhala yang dulu disembah oleh suku Aus, Khazraj, dan Ghassan. Sa’d bin Zaid berangkat bersama 20 orang untuk menghancurkannya.

.

54. Sariyyah Khalid bin Walid ke Bani Jadzimah, Syawal 8 H

Rasulullah ﷺ mengutus Khalid bin Walid ke Bani Jadzimah. Mereka bermaksud mengatakan “kami masuk Islam”, tetapi hanya bisa berkata “shaba`nâ” yang dipahami Khalid sebagai ucapan ‘kami masuk agama shabi`in’. Maka Khalid membunuh dan menawan mereka, dan akhirnya Rasulullah ﷺ mengucapkan sebanyak dua kali: “Ya Allah, aku berlepas diri diri kepadaMu dari apa yang dilakukan oleh Khalid bin Walid” (HSR Bukhari dan Muslim). Meskipun demikian, Rasulullah ﷺ juga menyebutnya sebagai Pedang Allah, dan Khalid tetap menjadi komandan utama umat Islam hingga masa Khalifah Abu Bakar dan awal masa Khalifah Umar. Setelah peristiwa itu, Rasulullah ﷺ mengutus Ali bin Abi Thalib untuk membayar diyat atas korban jiwa dan harta yang rusak.

.

55. Sariyyah Qais bin Sa’d bin Ubadah ke Shuda`

Rasulullah ﷺ mengutus Qais bin Sa’d untuk menyerang Shuda`. Pasukannya yang berisi 400 orang bermarkas di dekat sumber air. Di sana ada orang dari Shuda` menanyakan keperluan mereka. Lalu orang ini buru-buru menghadap Rasulullah ﷺ agar menarik pasukan tersebut, dan dia menjamin bahwa penduduk Shuda` tidak akan menentang Rasulullah ﷺ. Maka beliau pun menarik sariyyah Qais bin Sa’d.

.

56. Sariyyah Awthas yang dipimpin oleh Abu Amir al Asy’ari

Setelah suku Hawazin dikalahkan di perang Hunain. Sebagian di antara mereka -termasuk kepala sukunya yaitu Malik bin Auf an Nashri- lari ke Thaif dan membuat benteng di sana. Sebagian yang lain ada yang membuat benteng di Awthas, maka Rasulullah ﷺ mengirim Abu Amir al Asy’ari ke sana dan berhasil mengalahkan mereka.

.

57. Sariyyah Thufail bin Amru ad Dausi untuk menghancurkan berhala Dzul Kaffain, Syawal 8 H

Berhala Dzul Kaffain adalah berhala dari kayu yang merepresentasikan Amru bin Hamhamah ad Dausi (di masa Jahiliyah dia digelari sebagai orang bijaknya bangsa Arab). Berhala ini disembah oleh suku Daus. Rasulullah ﷺ mengirim Thufail bin Amru untuk menghancurkan (membakar)nya.

.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

I. TAHUN 9 H

58. Sariyyah Uyainah bin Hishn ke Bani Tamim, Muharam 9 H

Rasulullah ﷺ mengutus Uyainah bin Hishn al Fazari ke Bani Tamim bersama dengan 50 pasukan. Sariyyah ini menyerang mereka di padang pasir danmendapatkan hewan ternak mereka. Mereka juga menawan 11 pria, 21 wanita, dan 30 anak-anak serta membawa mereka ke Madinah. Kemudian para tokoh Bani Tamim mendatang Rasulullah ﷺ untuk meminta agar para tawanan dibebaskan -dan beliau membebaskan mereka-. Para tokoh Bani Tamim ini adalah Atharid bin Hajib, Zibriqan bin Badr, Qays bin Ashim, Nuaim bin Sa’d (mungkin lebih tepatnya: Nuaim bin Badr), Aqra’ bin Habis, Qais bin Harits, Amru bin Ahtamm, dan Rabah bin Harits bin Musyaji’. Mereka memanggil: “Wahai Muhammad, keluarlah menemui kami”, maka Allah menurunkan ayat ke-4 dan 5 dari surat al Hujurat: “Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar kamar(mu)…”. Kemudian mereka masuk Islam dan diberi hadiah oleh Rasulullah ﷺ.

.

59. Sariyyah Quthbah bin Amir ke Khats’am, Shafar 9 H

Rasulullah ﷺ mengutus Quthbah bersama 20 orang ke Khats’ah. Mereka berangkat dengan 10 ekor unta yang dikendarai bergantian. Di  sana terjadi pertempuran sengit dan banyak korban luka dari kedua belah pihak, hingga Quthbah bin Amir pun syahid. Pasukan yang tersisa membawa para tawanan wanita dan rampasan berupa unta serta kambing ke Madinah.

.

60. Sariyyah Dhahhak bin Sufyan ke Qurtha`, Rabiul Awal 9 H

Rasulullah ﷺ mengutus pasukan yang dipimpin oleh Dhahhak bin Sufyan al Kilabi ke Bani Kilab di Qurtha`. Mereka menyeru Bani Kilab agar masuk Islam, tetapi Bani Kilab menolak dan diperangi hingga berhasil dikalahkan.

.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

.

Nanti di tulisan keempat (terakhir) nanti akan kita bahas sariyyah ke-61 hingga sariyyah ke-73 (terakhir).

Related Articles

Leave a Comment