Di tulisan bagian pertama, kedua, dan ketiga telah kita bahas tentang 60 sariyyah yang dikirim Rasulullah ﷺ antara tahun 1 H hinga sebagian tahun 9 H.
Dan tulisan ini adalah bagian terakhir dari sariyyah-sariyyah yang dikirim Rasulullah ﷺ di sebagian tahun 9 H hingga tahun 11 H yang merupakan tahun wafatnya beliau.
.
TAHUN 9 H
61. Sariyyah Alqamah bin Mujazzar ke orang-orang Habsyah di Jeddah, Rabiul Akhir 9 H
Rasulullah ﷺ mendapat kabar bahwa sejumlah orang dari Habsyah terlihat oleh penduduk Jeddah. Kemudian beliau mengutus Alqamah bin Mujazzar bersama 300 pasukan untuk menghalau mereka.
.
62. Sariyyah Ali bin Abi Thalib untuk menghancurkan berhala Fals, Rabiul Akhir 9 H
Rasulullah ﷺ mengutus Ali bin Abi Thalib dengan 150 pasukan dengan 100 kendaraan unta 50 kuda, misinya adalah menghancurkan berhala Fals (ada yang membacanya Fuls dan Fals) milik suku Thay` (sukunya sahabat terkenal bernama Adi bin Hatim). Mereka menyerang saat fajar hingga berhasil menghancurkan dan membakar berhala Fals. Selain itu, mereka juga mendapat banyak tawanan, unta, dan kambing.
.
63. Sariyyah Ukkasyah ke Jinab, Rabiul Akhir 9 H
.
64. Sariyyah Thalhah bin Ubaidillah untuk membakar rumahnya Suwailim si Yahudi, Rajab 9 H
Rasulullah ﷺ mendapat kabar bahwa sejumlah orang munafik berkumpul di rumah orang Yahudi bernama Suwailim, mereka berusaha menggembosi orang-orang agar tidak ikut perang Tabuk. Maka Rasulullah ﷺ mengutus Thalhah bin Ubaidillah bersama sejumlah orang untuk membakar mereka di rumah Suwailim.
.
65. Sariyyah Khalid bin Walid ke Akyadar raja Dumah, Rajab 9 H
Ketika di Tabuk (dalam peristiwa perang Tabuk), Rasulullah ﷺ mengutus Khalid bin Walid untuk menangkap Ukaidir bin Walid -raja Kindah yang beragama Nasrani-. Kemudian beliau menerima jizyah sebagaimana ganti tidak mau masuk Islam dan tidak dibunuh.
.
66. Sariyyah Khalid bin Walid ke Khats’am
Rasulullah ﷺ mengutus Khalid bin Walid ke sejumlah orang di Khats’am. Mereka sujud kepada Khalid, tetapi Khalid dan pasukannya membunuh mereka. Setelah diketahui bahwa ternyata yang terbunuh itu adalah muslim, Rasulullah ﷺ membayar setengah nilai diyat mereka, dan bersabda: “Aku berlepas diri dari setiap muslim yang tinggal bersama orang-orang musyrik yang ‘api mereka tidak saling melihat’ (tidak bisa dibedakan antara muslim dan musyrik” (HSR Muslim).
.
67. Sariyyah Abu Sufyan (setelah masuk Islam) dan Mughirah bin Syu’bah untuk menghancurkan berhala Latta, Ramadan 9 H
Pada bulan Ramadan 9 H utusan dari kabilah Tsaqif di Thaif datang ke Madinah untuk menyatakan masuk Islam. Setelah mereka pulang, beliau mengutus Abu Sufyan dan Mughirah bin Syu’bah untuk menghancurkan berhala Latta yang ada di Thaif.
.
68. Sariyyah Khalid bin Sa’id bin Ash ke Yaman
Syaikh Abu Asma` Muhammad bin Thaha mengatakan bahwa ini sebenarnya bukan sariyyah tetapi pengutusan Khalid bin ‘Ash ke Yaman sebagai pengelola zakat di Yaman.
.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
J. TAHUN 10 H
69. Sariyyah Khalid bin Walid ke Bani Abdul Madan di Najran, Rabiul Awal 10 H
Rasulullah ﷺ mengutus Khalid bin Walid ke sana untuk mengajak mereka masuk Islam sebanyak tiga kali, dan jika mereka enggan maka mereka diperangi. Mereka pun masuk Islam secara berbondong-bondong, dan Khalid bin Walid tinggal di sana untuk mengajarkan Islam dan Quran kepada mereka. Khalid mengirim surat kepada Rasulullah ﷺ untuk melaporkan hal ini, dan beliau memerintahkannya untuk kembali ke Madinah dengan membawa utusan dari mereka.
.
70. Sariyyah yang dikirim untuk menghukum Ri’yah as Suhaimi
Rasulullah ﷺ mengirim surat yang berisi ajakan masuk Islam kepada tokoh badui di Yaman bernama Ri’yah as Suhaimi. Dia justru menjadikan surat yang ditulis di atas kulit binatang yang dikeringkan ini untuk menambal embernya -sebagai penghinaan. Maka Rasulullah ﷺ mengirim sariyyah (tidak disebutkan siapa pemimpinnya) untuk menghukumnya. Semua anggota keluarga dan hartanya diambil, dan dia ditinggalkan dalam keadaan telanjang. Pada akhirnya, -setelah mendapat baju- dia datang menghadap Rasulullah ﷺ dan masuk Islam. Hartanya tidak dikembalikan kepadanya karena telah dibagi-bagikan, adapun keluarganya dikembalikan.
.
71. Sariyyah Ali bin Abi Thalib ke Yaman, Ramadan 10 H
Rasulullah ﷺ mengutus Khalid bin Walid dan lainnya ke Yaman untuk mendakwahkan Islam. Selama 6 bulan mereka berdakwah, masyarakat tidak menerima dakwah. Maka Rasulullah ﷺ mengutus Ali bin Abi Thalib beserta rombongannya. Mereka salat di dekat masyarakat dengan satu shaf, lalu Ali membacakan surat dari Rasulullah ﷺ dan seluruh anggota kabilah Hamdan masuk Islam. Kemudian Ali menulis surat kepada Rasulullah ﷺ yang mengabarkan hal ini. Setelah beliau mengetahuinya, beliau sujud syukur lalu mengangkat kepala beliau dan mengucapkan: “Keselamatan untuk Hamdan, keselamatan untuk Hamdan”. Jadi, Sariyyah Ali ini lebih tepat disebut sebagai kafilah dakwah dan bukan sariyyah (pasukan).
.
72. Sariyyah Jarir bin Abdullah al Bajali untuk menghancurkan berhala Dzul Khulashah, Ramadan 10 H.
Jarir adalah pemuka kabilah Bajilah di Yaman. Dia datang bersama utusan dari kaumnya untuk menyatakan masuk Islam. Kemudian Rasulullah ﷺ mengutusnya bersama 150 anggota keluarganya untuk menghancurkan berhala Dzul Khulashah yang ada di Khats’am di Yaman, yaitu rumah yang disebut sebagai Ka’bah Yaman.
.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
K. TAHUN 11 H
73. Sariyyah Zaid bin Haritsah ke Balqa` di Syam untuk memerangi tentara Romawi di sana, Shafar 11 H
Rasulullah ﷺ mengutus Usamah bin Zaid saat beliau sudah mulai sakit. Pasukan ini juga berisi sahabat senior seperti Umar bin Khatab, Abu Ubaidah, dan Sa’d bin Abi Waqqash; dan tidak jadi bertempur di Balqa` karena wafatnya Rasulullah ﷺ. Setelah Abu Bakar menjadi Khalifah, pasukan ini diberangkatkan lagi dan memenangkan pertempuran di sana.
.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
Referensi Utama:
– Al Agshân Nadiyyah Syarḥ al Khulâshah al Bahiyyah karya Syaikh Abu Asma` Muhammad bin Thaha secara umum di hal. 613-619, detail masing-masing sariyyah ada di halaman masing-masing sariyyah.
