๐ A. HUKUM DAN ALASANNYA
Rasulullah ๏ทบ bersabda:
ุฎูููุฑู ุตูููููู ุงูุฑููุฌูุงูู ุฃููููููููุง ููุดูุฑููููุง ุขุฎูุฑูููุง
โShaf terbaik laki-laki adalah yang paling depan dan yang terburuk adalah yang terakhirโ (HSR Muslim).
Anak kecil tidak boleh dilarang menempati shaf pertama selama mereka tidak menggangu. Sebuah Kaidah Fikih menyatakan:
ู ููู ุณูุจููู ุฅูููู ู ูุง ููู ู ููุณูุจููู ุฅููููููู ู ูุณูููู ู ูููููู ุฃูุญูููู ุจููู
โOrang yang lebih dulu mencapai sesuatu yang belum didahului oleh muslim lainnya, maka dia lebih berhak atasnyaโ.
Penjelasan kaidah ini bisa dibaca di sini.
Jika ada anak kecil yang lebih dulu menempati shaf pertama, maka mereka lebih berhak atasnya; tidak boleh disingkirkan agar tempatnya dipakai oleh jamaah senior.
Kebiasaan menyingkirkan mereka dari shaf pertama akan menjauhkan mereka dari posisi shaf terbaik tersebut saat mereka dewasa.
Maksimal kita hanya mencegah mereka dari posisi tepat di belakang imam. Sebab, posisi tepat di belakang imam adalah posisi terpenting untuk mengingatkan kekeliruan imam atau menggantikannya jika dia batal.
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ B. BUKANKAH RASULULLAH ๏ทบ MEMERINTAHKAN ORANG DEWASA DI SHAF PERTAMA?
Rasulullah ๏ทบ bersabda:
ูููููููููููู ู ูููููู ู ุฃููููู ุงููุฃูุญูููุงู ู ููุงููููููู
โHendaklah mengiringi di belakangku adalah orang-orang yang sudah balig lagi berakal di antara kalianโ (HSR Nasai, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).
Hadits ini tidak melarang anak kecil menempati shaf pertama, tetapi memerintahkan agar orang yang -merasa- balig dan berakal agar menempati shaf terbaik, yaitu shaf pertama.
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ Referensi:
– Fatรขwรข Tarbiyah al Awlรขd yang disusun oleh tim penerbit Darul Ikhlashi wash Shawab hal. 29-30, bagian kutipan fatwa dari Syaikh Utsaimin
– Maโlamah Zรขyid li al Qawรขโid al Fiqhiyyah wa al Ushรปliyyah karya sejumlah ulama (bagian yang dikutip ditulis oleh Syaikh Ibrahim Thanthawi) XIII/189.
