Home Lain-lain Bentuk-Bentuk Terkabulnya Doa

Bentuk-Bentuk Terkabulnya Doa

by Ustadz Ivana

Tidak semua doa dikabulkan oleh Allah. Dan doa yang terkabulkan pun juga tidak mesti dalam bentuk yang kita doakan, Allah yang lebih mengetahui bentuk terbaik untuk kita.

๐Ÿ“‹ A. TIDAK SEMUA DOA DIKABULKAN

Imam Suyuthi menyebutkan sebuah kaidah yang berbunyi:

ุฅูุฐูŽุง ุชูŽุนูŽุงุฑูŽุถูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุงู†ูุนู ูˆู’ุงู„ู’ู…ูู‚ู’ุชูŽุถููŠู’ ู‚ูุฏูู‘ู…ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุงู†ูุนู

โ€œJika penghalang dan penyebab berbenturan, maka penghalang didahulukanโ€.

Contohnya adalah diharamkan melaksanakan sunah-sunah wudu jika jumlah air terbatas. Karena jika -misalnya- air yang ada dipakai untuk membasuh muka tiga kali, maka tidak akan ada sisa air untuk membasuh tangan dan kaki, sehingga wudu tidak sah. Begitu juga diharamkan melaksanakan sunah-sunah wudu jika waktu salat wajib hampir habis, cukup kerjakan cara wudu yang wajib.

Kaidah ini juga berlaku dalam hal doa: Penghalang terkabulnya doa biasanya lebih kuat daripada sebab terkabulnya. Oleh sebab itu, ada doa-doa yang tidak terkabul dalam bentuk apapun.

Dan di antara penyebab utama tertolaknya doa adalah โ€˜tidak serius saat mengucapkannyaโ€™. Maka ada orang beriman yang tidak terkabul doanya karena tidak berdoa dari hati, ada pula orang kafir yang doanya dikabulkan karena saat itu (saja) dia serius berdoa hanya kepada Allah. Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุธู’ู„ููˆู…ู ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูƒูŽุงููุฑู‹ุง

 โ€œTakutlah terhadap doanya orang terzalimi meskipun dia kafirโ€ (HHR Ahmad, Abu Yaโ€™la, dan Dhiyauddin al Maqdisi).

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“‹ B. BENTUK-BENTUK TERKABULNYA DOA

Allah telah berjanji untuk mengabulkan doa -yang memenuhi syarat untuk dikabulkan:

ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุจูู‘ูƒูู…ู ุงุฏู’ุนููˆู†ููŠ ุฃูŽุณู’ุชูŽุฌูุจู’ ู„ูŽูƒูู…ู’

โ€œDan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimuโ€ (Surat Ghafir: 60).

Terkabulnya doa ini memiliki tiga kemungkinan bentuk, sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah ๏ทบ:

ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ู ูŠูŽุฏู’ุนููˆ ุจูุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ูููŠู‡ูŽุง ุฅูุซู’ู…ูŒ ูˆูŽู„ูŽุง ู‚ูŽุทููŠุนูŽุฉู ุฑูŽุญูู…ู ุฅูู„ูŽู‘ุง ุฃูŽุนู’ุทูŽุงู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ุจูู‡ูŽุง ุฅูุญู’ุฏูŽู‰ ุซูŽู„ูŽุงุซู: ุฅูู…ูŽู‘ุง ุฃูŽู†ู’ ุชูุนูŽุฌูŽู‘ู„ูŽ ู„ูŽู‡ู ุฏูŽุนู’ูˆูŽุชูู‡ูุŒ ูˆูŽุฅูู…ูŽู‘ุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฏูŽู‘ุฎูุฑูŽู‡ูŽุง ู„ูŽู‡ู ูููŠ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉูุŒ ูˆูŽุฅูู…ูŽู‘ุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุตู’ุฑูููŽ ุนูŽู†ู’ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุณูู‘ูˆุกู ู…ูุซู’ู„ูŽู‡ูŽุง. ู‚ูŽุงู„ููˆุง: ุฅูุฐู‹ุง ู†ููƒู’ุซูุฑูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑู

โ€œTidaklah seorang muslim mengucapkan doa yang di dalamnya tidak ada dosa atau pemutusan silaturahim, melainkan Allah beri untuknya salah satu dari tiga hal:

– bisa jadi Allah menyegerakan doa itu untuknya (dikabulkan di dunia),

– bisa jadi Allah simpan untuknya di akhirat, dan

– bisa jadi Allah hindarkan keburukan semisal itu darinyaโ€. (HSR Ahmad).

Dari hadits ini jelas bahwa doa dikabulkan dalam tiga kemungkinan:

1. Dikabulkan di dunia dengan segera maupun setelah jeda waktu, dalam bentuk seperti yang diminta ataupun dalam bentuk yang lain

2. Diberi dalam bentuk tambahan pahala di akhirat, selain pahala berdoa

3. Dihindarkan dari keburukan yang senilai dengan isi doanya.

Imam Ibnu Abdil Barr mengatakan: โ€œDi sini (hadits di atas) terdapat dalil bahwa pasti dikabulkan dengan salah satu dari tiga bentuk tersebutโ€.

Maka, orang yang berdoa dengan baik tidak akan merugi. Dalam hadits di atas disebutkan bahwa setelah mendengar sabda Rasulullah ๏ทบ itu, para sahabat berkata: โ€œKalau begitu kami akan memperbanyak (doa)โ€, dan beliau menjawab: โ€œAllah lebih banyak (keutamaan dan pemberianNya)โ€.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“‹ C. MENGAPA TIDAK SELALU SEGERA DIKABULKAN DALAM BENTUK YANG DIMINTA OLEH HAMBA?

1. Bukti Allah Maha Bijaksana, dan Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

Imam Ibnul Jauzi mengatakan: โ€œKetahuilah bahwasanya Allah โ€˜Azza wa Jalla tidak menolak doa orang yang beriman. Hanya saja seringkali terdapat kebaikan jika ijabah doa diakhirkan. Sering juga, di dalam doanya secara umum tidak terdapat kebaikan sehingga Allah beri ganti dengan apa yang baik untuknya, dan seringkali Allah akhirkan pemberian gantinya pada Hari Kiamatโ€.

2. Bukti Allah Maha Berkuasa Atas Apapun

Orang yang paling shalih dan paling mematuhi adab berdoa sekalipun tidak dapat mengintervensi bentuk dan waktu terkabulnya doa oleh Allah.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“š Referensi:

Ad Dรข` wa ad Dawรข` karya Imam Ibnul Qayyim al Jauziyyah hal. 9

Al Asybรขh wa an Nazhรขir fi Qawรขโ€™id wa Furรปโ€™ Fiqh asy Syรขfiโ€™iyyah karya Imam Suyuthi hal. 115

At Tamhรฎd li ma fi al Muwatta` min al Maโ€™รขni wa al Asรขnรฎd karya Imam Ibnu Abdil Barr VI/121

Kasyf al Musykil min แธคadรฎts ash Shaแธฅรฎแธฅayn karya Imam Ibnul Jauzi III/401.

Share agar kamu dapat pahala jariyah

[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA, R030246070824].

Related Articles

Leave a Comment