Pertanyaan: Sering dikisahkan bahwa Thariq bin Ziyad memerintahkan pembakaran kapal pengangkut pasukan ketika menaklukkan Andalusia, agar para pasukan berfikir bahwa hanya ada dua pilihan: menang atau mati.
Mengapa beliau tidak memerintahkan saja agar para nahkoda untuk kembali ke Afrika utara dan mengangkut pasukan bantuan?
๐ A. REDAKSI DAN KEMUNCULAN KISAH PEMBAKARAN KAPAL
Diceritakan bahwa di tahun 92 H, Komandan Thariq bin Ziyad menurunkan pasukan dari Afrika utara di daratan Andalusia (Spanyol). Kemudian beliau memerintahkan pembakaran kapal-kapal pengangkut pasukan, dan berkata: โLaut di belakang kalian dan musuh di hadapan kalianโ untuk memaksa pasukannya bertempur habis-habisan sebab tidak mungkin lagi untuk mundur. Kisah ini adalah hoax atau kisah palsu yang tidak pernah terjadi.
Thariq bin Ziyad menaklukkan Andalusia di tahun 92 H / 711 M, tetapi kisah ini tidak pernah muncul sebelum abad ke-5 H, empat abad setelah penaklukan Andalusia. Selama empat abad tersebut tidak ada sejarawan muslim yang menyebutkan kisah ini, termasuk Imam Ibnu Abdil Hakam penulis Futรปแธฅ Mishr wa al Maghrib wa al Andalus (Penaklukan Mesir, Maroko, dan Andalusia), Imam Ibnu Quthiyah penulis Tรขrรฎkh Iftitรขแธฅ al Andalus (Sejarah Penaklukan Andalusia), dan Imam Ibnu Faradhi penulis Tรขrรฎkh โUlamรข` al Andalus (Sejarah Ulama Andalusia).
Kisah yang tidak pernah diketahui seluruh sejarawan terdahulu ini tiba-tiba muncul di kitab Nuz-hah al Musytรขq karya al Idrisi yang menulisnya di tahun 548 H, dan disambut dengan gegap gempita oleh para sejarawan Barat yang bingung untuk memahami bagaimana bisa 12 ribu muslim mengalahkan 100 ribu kristen Eropa di kandangnya sendiri. Dari sejarawan dan orientalis Barat inilah kisah ini disebarkan lagi ke umat Islam sebagai kisah yang seolah heroik nan inspiratif, lalu menjadi legenda yang dikisahkan turun temurun di sebagian kalangan dan tidak lagi diperiksa kebenarannya. Padahal ini adalah peristiwa yang tidak pernah terjadi dan tidak pernah dikenal kisahnya selama empat abad sejak penaklukan Andalusia.
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ B. BUKTI BAHWA KISAH INI ADALAH HOAX
Ilmuwan muslim sekaligus pakar sejarah asal Mesir bernama Dr. Raghib as Sirjani mengatakan bahwa kisah ini hoax karena beberapa bukti:
1. Kisah ini tidak punya sanad shahih yang bisa dibuktikan secara ilmiah, dan tidak disebutkan oleh referensi muslim yang dapat dipercaya. Kisah ini datang kepada kita dari referensi-referensi barat
2. Seandainya betul terjadi peristiwa besar โpembakaran kapal-kapalโ ini, pasti ada reaksi dari Musa bin Nushair (gubernur Afrika utara, atasan langsung Thariq bin Ziyad) maupun Abdul Malik bin Marwan (khalifah dari Bani Umayyah). Begitu pula harusnya ada reaksi dari para ulama tentang hukum melakukan perusakan besar nan beresiko tinggi hanya untuk menciptakan efek The Power of โKepepetโ pada pasukan muslim. Tetapi tidak ada satupun reaksi mereka yang disebutkan, bahkan dalam riwayat kisah pembakaran kapal juga tidak disebut
3. Kisah ini sangat banyak dipopulerkan oleh referensi Barat. Sebab, mereka tidak mampu menjelaskan bagaimana 12 ribu pasukan muslim bisa mengalahkan 100 ribu kristen Eropa di tanah air yang mereka hafal seluk beluknya. Mereka ingin beralasan bahwa saat itu layak kalah sebab saat itu pertempuran tidak imbang, lawan yang mereka hadapi sedang mengalami efek The Power of โKepepetโ.
Mereka tidak mengerti kaidah yang menjelaskan kemenangan umat Islam:
ููู ู ู ููู ููุฆูุฉู ูููููููุฉู ุบูููุจูุชู ููุฆูุฉู ููุซููุฑูุฉู ุจูุฅูุฐููู ุงูููููู ููุงูููููู ู ูุนู ุงูุตููุงุจูุฑูููู
โBerapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabarโ (Surat al Baqarah: 249)
4. Umat Islam tidak membutuhkan pembakaran kapal dan gagasan โmenangilah pertempuran agar tidak terbunuhโ agar semangat bertempur. Justru mati syahid adalah cita-cita tertinggi
5. Jika ternyata umat Islam kalah dalam upaya penaklukan Andalusia, maka sisa pasukan akan terbunuh secara konyol hanya karena kapal mereka terlanjur dibakar. Maka, ide pembakaran kapal ini tidak akan terbersit dalam pikiran komandan secerdas Thariq bin Ziyad
6. Sebagian kapal yang digunakan mengangkut pasukan muslim adalah kapal yang dipinjam atau disewa dari Raja Julian penguasa Ceuta (kerajaan kristen kecil di ujung Maroko). Thariq bin Ziyad tidak punya hak untuk membakarnya.
Kemudian, Dr. Raghib as Sirjani mengatakan: โSesungguhnya kisah pembakaran kapal ini adalah cerita palsu, tidak disebar kecuali untuk mengecilkan penaklukan Andalusia dan kemenangan umat Islamโ. Seolah umat Islam menang karena efek The Power of โKepepetโ.
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ C. SIKAP SEJARAWAN MUSLIM DAN SIKAP KITA
Berdasarkan bukti-bukti di atas, tidak mengherankan jika hampir semua pengkaji sejarah Andalusia tidak mengakui adanya kisah Thariq bin Ziyad memerintahkan pembakaran kapal untuk membakar semangat juang pasukan muslim. Bahkan ada pakar sejarah dari Mesir bernama Dr. Abdul Halim โUwais sampai menulis kitab berjudul Iแธฅrรขq Thรขriq bin Ziyรขd li as Sufun Usthรปrah lรข Tรขrรฎkh (Pembakaran Thariq bin Ziyad Terhadap Kapal-kapal Adalah Dongeng dan Bukan Sejarah).
Oleh sebab itu, sikap kita adalah tidak ikut-ikutan menyebarkan kisah palsu ini. Selain karena kisah ini palsu, juga karena bisa membahayakan orang lain dengan ikutan menciptakan situasi terdesak untuk menciptakan semangat berjuang.
Kita harus mengerti bahwa situasi terdesak bisa membuat sebagian orang mengeluarkan kemampuan terbaik, tetapi juga membuat sebagian orang lain menjadi panik dan berantakan.
โขโโโโโขโฟโโฟโขโขโฟโโฟโขโโโโโข
๐ Referensi:
– Iแธฅrรขq Thรขriq bin Ziyรขd li as Sufun Usthรปrah lรข Tรขrรฎkh karya Dr. Abdul Halim โUwais hal. 5-6, 13, dan 36-37
– Qissah al Andalus min al Fatแธฅ ila as Suqรปth karya Dr. Raghib as Sirjani hal. 57-61.
Share agar kamu dapat pahala jariyah
[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA, J010446041024].
