Home FikihIbadah Beberapa Catatan Penting Tentang Salat Tahiyat Masjid

Beberapa Catatan Penting Tentang Salat Tahiyat Masjid

by Ustadz Ivana

Bahkan Rasulullah ๏ทบ pernah menghentikan khutbah beliau untuk menyuruh seeorang melaksanakan Salat Tahiyat Masjid.

๐Ÿ“‹ A. HUKUM SALAT TAHIYAT MASJID

Salat Tahiyyat Masjid hukumnya Sunnah Muakkadah (sunnah yang ditekankan), dan makruh bagi seseorang yang tidak memiliki uzur untuk duduk di masjid sebelum menunaikan Salat Tahiyat Masjid. Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ุฅูุฐูŽุง ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏูŽ ููŽู„ูŽุง ูŠูŽุฌู’ู„ูุณู’ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูุตูŽู„ูู‘ูŠูŽ ุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู

โ€œJika salah seorang di antara kalian memasuki masjid maka janganlah duduk sebelum salat dua rakaatโ€ (HSR Bukhari dan Muslim).

Sebagian ulama bahkan mengatakan bahwa hukumnya wajib, karena Rasulullah ๏ทบ pernah menjeda khutbah beliau untuk menyuruh seseorang menunaikannya. Tetapi yang lebih tepat adalah Sunnah Muakkadah, karena dalam hadits lain beliau menyebutkan salat wajib lima waktu dan ditanya โ€œapakah ada yang lain?โ€, beliau menjawab: โ€œTidak, selain yang kamu kerjakan secara sukarelaโ€ (HSR Bukhari dan Muslim).

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“‹ B. WAKTU SALAT TAHIYAT MASJID

Salat Tahiyat Masjid disyariatkan di setiap waktu, termasuk ketika:

1. Terlanjur Sudah Duduk

Dahulu ketika Rasulullah ๏ทบ sedang menyampaikan khutbah Jumat, ada orang bernama Sulaik al Ghathafani yang datang dan langsung duduk. Beliau bersabda:

ูŠูŽุง ุณูู„ูŽูŠู’ูƒู ู‚ูู…ู’ ููŽุงุฑู’ูƒูŽุนู’ ุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ูˆูŽุชูŽุฌูŽูˆูŽู‘ุฒู’ ูููŠู‡ูู…ูŽุง

โ€œWahai Sulaik, berdirilah dan salatlah dua rakaat, kerjakan kedua rakaatnya dengan ringkasโ€ (HSR Muslim).

2. Ada Kajian dan Kegiatan di Masjid

Dahulu Rasulullah ๏ทบ duduk (majelis non-khutbah) bersama sebagian sahabat. Lalu Abu Qatadah datang dan langsung duduk, hingga akhirnya beliau menegur:

ููŽุฅูุฐูŽุง ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏูŽ ููŽู„ูŽุง ูŠูŽุฌู’ู„ูุณู’ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽุฑู’ูƒูŽุนูŽ ุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู

โ€œJika salah seorang dari kalian memasuki masjid maka janganlah duduk sebelum salat dua rakaatโ€ (HSR Muslim).

Jika kita diperintahkan tetap menunaikan Tahiyat Masjid meskipun khatib sedang berkhutbah Jumat, bahkan Rasulullah ๏ทบ pernah menjeda khutbah untuk menyuruh Sulaik al Ghathafani menunaikan Tahiyat Masjid; maka Tahiyatul Masjid semakin jelas disyariatkan ketika ada hal lain yang tidak sepenting khutbah Jumat, seperti rapat dan kajian rutin.

3. โ€˜Waktu Terlarangโ€™

Dari beberapa hadits shahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim kita dapatkan bahwasanya Rasulullah ๏ทบ melarang salat: a) setelah Salat Subuh hingga matahari terbit, b) setelah Salat Ashar hingga matahari terbenam, dan c) ketika matahari tepat di atas kepala hingga โ€˜tergelencirโ€™ (agak condong ke arah barat).

Tetapi di hadits shahih lain yang juga diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim kita juga temukan bahwa beliau pernah mengqadha` salat sunnah (rawatib) Zhuhur sesudah Salat Ashar.

Hadits-hadits dapat dijamak (dikompromikan) dengan:

– Yang dilarang di โ€˜3 waktu terlarangโ€™ adalah salat sunnah mutlak

– Adapun salat yang ada sebabnya seperti Salat Tahiyat Masjid maka dibolehkan.

Kita dilarang menunaikan salat sunnah (termasuk Tahiyat Masjid) hanya ketika iqamat dikumandangkan atau salat berjamaah sudah dimulai, dan dianjurkan menundanya ketika azan dikumandangkan.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“‹ C. HIKMAH PERINTAH SALAT TAHIYAT MASJID

Di antara hikmah Salat Tahiyat Masjid adalah agar kita berkegiatan di masjid sambil didoakan oleh para malaikat. Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ุงู„ู…ูŽู„ุงูŽุฆููƒูŽุฉู ุชูุตูŽู„ูู‘ูŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ู…ูŽุง ุฏูŽุงู…ูŽ ูููŠ ู…ูุตูŽู„ูŽู‘ุงู‡ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ูููŠู‡ู ู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูุญู’ุฏูุซู’ุŒ ุชูŽู‚ููˆู„ู: ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู‡ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุงุฑู’ุญูŽู…ู’ู‡ู

โ€œPara malaikat terus mendoakan salah seorang di antara kalian, selama masih di tempat salatnya dan selama belum berhadats. Mereka mengucapkan: โ€˜Ya Allah ampunilah dia, ya Allah rahmatilah diaโ€™โ€ (HSR Bukhari dan Muslim).

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ€ขโœฟโโœฟโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿ“š Referensi:

– Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah I/321-322

– Tanya Jawab Agama VI/67-68, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah

Al Mawsรปโ€™ah al Fiqhiyyah al Kuwaytiyyah XV/265

– islamweb.net/ar/fatwa/343546

Share agar kamu dapat pahala jariyah

[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA atas nama MTT PDM Kab. Blitar, Sb200445041123].

Related Articles

Leave a Comment