Home QuranUshul Tafsir Ayat: “Padahal Allah Belum Mengetahui…”

Ayat: “Padahal Allah Belum Mengetahui…”

by Ustadz Ivana

Ada beberapa ayat yang zhahirnya mengatakan bahwa “Allah belum mengetahui sesuatu sebelum terjadi”. Bagaimana cara memahami ayat-ayat tersebut dengan benar?

📋 A. KAIDAH TAFSIR

Jika Allah menyebutkan pengetahuanNya setelah suatu hal terjadi, maka maksudnya adalah Pengetahuan yang Terkait dengan Memberi Balasan. (Al Qawâ’id al Ḥisân li Tafsîr al Qurân karya Syaikh ‘Abdurrahman as Sa’di, cet. Maktabah ar Rusyd, hal. 123).

Hal ini karena Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, bahkan sebelum terjadi. Allah berfirman:

يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ

“Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka” (Surat al Baqarah: 255), maksudnya: Yang telah terjadi dan akan terjadi (Taysîr al Karîm ar Raḥmân karya Syaikh ‘Abdurrahman as Sa’di, cet. Dar Ibn al Jawzi, I/186-187).

Maka setiap ayat yang terkesan mengatakan bahwa Allah mengetahui sesuatu setelah ia terjadi, maksudnya adalah: Pengetahuan yang berkaitan dengan memberi balasan.

Allah Maha Mengetahui seseorang akan melakukan kebaikan atau keburukan, tetapi Allah belum memberi balasan sebelum orang tersebut melakukan perbuatannya.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

📋 B. CONTOH AYAT

Ayat Pertama:

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar” (Surat Ali ‘Imran 142).

Ayat Kedua:

وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ

“Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya” (Surat al Hadid: 25).

Ayat Ketiga:

وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي كُنْتَ عَلَيْهَا إِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّنْ يَنْقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ

“Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot” (Surat al Baqarah: 143).

Maksudnya adalah: agar Allah mengetahui dan memberi balasan kepada orang yang…dst.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

[Tulisan ini pertama kali diposting di grup WA atas nama MTT PDM Kab. Blitar, A120145300723].

Related Articles

Leave a Comment