Home Qurantafsir Tafsir Ayat-ayat Ya Ayyuhalladzina Amanu, Ayat Ke-18 (Surat Ali Imran: 200)

Tafsir Ayat-ayat Ya Ayyuhalladzina Amanu, Ayat Ke-18 (Surat Ali Imran: 200)

by Ustadz Ivana

Penutup Surat Ali Imran: Sabar, Menguatkan Kesabaran, Ribath, dan Takwa

A. Redaksi Ayat:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung” (Surat Ali Imran: 200).

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

B. Tafsir:

Allah memerintahkan 4 hal di akhir surat Ali Imran:

1. Sabar

Sabar adalah mengendalikan diri terhadap hal yang tidak disukai dalam tiga situasi, yaitu ketika ada perintah, larangan, dan musibah yang diujikan oleh Allah

2. Menguatkan Kesabaran

Maksudnya adalah bersabar menghadapi musuh yang teguh. ‘Menguatkan kesabaran’ ini lebih tinggi daripada ‘sabar’ karena lawannya adalah musuh yang teguh, dan salah satu pihak yang tidak bertahan dalam kesabaran akan jatuh.

2. Ribath

Ribath (bersiap siaga di perbatasan) adalah menempatkan diri serta kendaraan dan alat perang di perbatasan wilayah Islam, tempat yang dikhawatirkan disusupi oleh musuh.

Hukum asal ribath adalah fardhu kifayah, dan menjadi fardhu ain bagi orang yang ditugasi khusus oleh pemimpin.

Di antara keutamaan ribath adalah yang disabdakan oleh Rasulullah ﷺ:

رِبَاطُ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ خَيْرٌ مِنْ صِيَامِ شَهْرٍ وَقِيَامِهِ، وَإِنْ مَاتَ جَرَى عَلَيْهِ عَمَلُهُ الَّذِي كَانَ يَعْمَلُهُ، وَأُجْرِيَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ، وَأَمِنَ الْفَتَّانَ

“Ribath sehari semalam lebih baik daripada puasa dan salat malam selama sebulan. Jika dia mati (saat ribath) maka amal yang biasa dia amalkan terus mengalir dan dia diberi rezekinya, serta dijaga dari ujian kubur” (HSR Muslim).

4. Takwa

Takwa adalah takut kepada Allah dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya.

Sebetulnya sabar, menguatkan kesabaran, dan ribath adalah bagian dari takwa. Mereka disebutkan secara khusus untuk menunjukkan urgensinya.

Orang-orang yang melaksanakan empat hal ini akan mendapatkan Keberuntungan berupa masuk surga dan terhindar dari neraka -secara lebih maksimal daripada penghuni surga pada umumnya.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

C. Faidah Terkait Ayat:

– Perintah untuk bertakwa secara umum; dan secara khusus untuk bersabar dan menguatkan kesabaran serta beribath

– Seorang muslim haruslah lebih kuat kesabarannya daripada orang kafir. Pihak yang menang adalah yang lebih kuat keteguhannya

– ‘Menguatkan kesabaran’ itu bagian dari ‘sabar’, ia disebut secara khusus karena berat dan sulit pelaksanaannya

– Harus ada di antara umat Islam yang berjaga di perbatasan jika sewaktu-waktu musuh menyerang

– Sebagian ulamamenafsirkan ribath di ayat ini dengan ‘menunggu salat, berdasarkan hadits: Rasulullah ﷺ bertanya: “Tidakkah kalian ingin aku kabari apa yang menghapus kesalahan dan meninggikan derajat?”, mereka menjawab: “Iya wahai Rasulullah”. Beliau bersabda:

إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ، وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ، وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ، فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ

“Menyempurnakan wudu di saat tidak disukai (cuaca sangat dingin), memperbanyak langkah menuju masjid, dan menunggu salat setelah salat (sebelumnya); itulah ribath” (HSR Muslim).

Imam Qurthubi menjelaskan bahwa yang benar adalah ribath di ayat ini adalah ‘berjaga di perbatasan’. Adapun maksud hadits ini adalah menyerupakan antara ‘menunggu salat berikutnya’ dengan ribath dalam arti berjaga di perbatasan.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

Referensi:

– القول الأصيل فيما ورد في آيات يا أيها الذين آمنوا من تأويل – حكم بن عادل العَقيلي، ص34-36

– نداءات الرحمن لأهل الإيمان – أبو بكر جابر الجزائري، ص49-50

Related Articles

Leave a Comment