Jangan Jadikan Musuh Sebagai Orang Kepercayaan
A. Redaksi Ayat:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya” (Surat Ali Imran: 118).
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
B. Tafsir:
Bithânah (kawan dekat) adalah orang yang mengetahui rahasia seseorang yang tidak dia ceritakan kepada sembarang orang. Allah melarang kita menjadikan orang-orang kafir sebagai kawan dekat tempat berbagi rahasia. Orang-orang kafir yang akrab dan mengetahui rahasia (keamanan, ekonomi, dll)nya kaum muslimin, sewaktu-waktu bisa menimpakan bahaya lebih besar daripada orang kafir yang dari awal tidak dekat dengan umat Islam.
Allah menyebutkan bahwa alasanya adalah karena mereka:
– Tidak berhenti mengupayakan kerugikan atas kalian dengan berbagai cara, termasuk dengan berpura-pura berbagi ilmu dan nasehat
– Sangat menyukai hal-hal yang merugikan kalian
– Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan yang tersembunyi di hati mereke lebih besar.
Kemudian Allah memperingatkan: “Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami)”, yaitu yang menjelaskan kebaikan kalian terkait urusan agama dan dunia; “jika kamu memahaminya”, yaitu bisa membedakan mana kawan danmana lawan.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
C. Faidah Terkait Ayat:
– Peringatan keras jangan sampai berkawan dekat dengan orang-orang yang menentang Allah dan rasulNya, dengan menjadikan mereka sebagai tempat curhat dan bertanya
– Juga dilarang memberi orang kafir jabatan dan tugas yang penting, adapaun jika menjadi pegawai biasa dibolehkan
– Seandainya seorang mukmin mengetahui betapa kerasnya usaha orang-orang kafir untuk merusaknya, dan betapa mereka ingin merugikannya, serta bahwa permusuhan yang nampak (keceplosan) dari lisan mereka; pastilah mukmin tidak mau menjadikan merek sebagai kawan dekat
– Tidaklah seseorang menyimpan sesuatu di hatinya melainkan akan ada bekasnya di lisan dan raut wajahnya
– Rasulullah ﷺ memperingatkan tentang pengaruh kawan dekat pada kualitas keagaman seseorang:
الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
“Seseorang itu mengikuti agama kawan dekatnya, maka hendaklah setiap dari kalian memperhatikan dengan siapa dia berkawan dekat” (HHR Abu Dawud dan Tirmidzi)
– Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengajarkan untuk memperkirakan kualitas seseorang dari kualitas kawan-kawannya:
اعْتَبِرُوْا النَّاسَ بِإِخْوَانِهِمْ
“Nilailah manusia berdasarkan saudara-saudara (kawan) mereka”
– Ayat ini menunjukkan bahwa seseorang cenderung berusaha merugikan orang yang dia musuhi. Oleh sebab itu, sebagian ulama mengatakan bahwa kesaksian seseorang yang memberatkan orang yang dia musuhi itu tidak diterima di pengadilan.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
Referensi:
– 89 آية بتفسير العلامة السعدي وفوائد تدبرية من مصحف التدبر، ص52-53
– القول الأصيل فيما ورد في آيات يا أيها الذين آمنوا من تأويل – حكم بن عادل العَقيلي، ص54-55
– نداء رب العالمين لعباده المؤمنين – محمد بن علي العرفج، ص102-103
– نداءات الرحمن لأهل الإيمان – أبو بكر جابر الجزائري، ص39-40
