Home HaditsPenjelasan Hadits Penjelasan Umdatul Ahkam (Hadits Ke-14): Larangan Menghadap dan Membelakangi Kiblat

Penjelasan Umdatul Ahkam (Hadits Ke-14): Larangan Menghadap dan Membelakangi Kiblat

by Ustadz Ivana

-Dari 1. Kitab Thaharah, 1. Bab Bersuci dari Buang Air-

1. كِتَابُ الطَّهَارَةِ – 1. بَابُ الْاسْتِطَابَةِ

A. Redaksi Hadits:

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الأَنْصَارِيِّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: إذَا أَتَيْتُمْ الْغَائِطَ فَلا تَسْتَقْبِلُوا الْقِبْلَةَ بِغَائِطٍ وَلا بَوْلٍ وَلا تَسْتَدْبِرُوهَا، وَلَكِنْ شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا

قَالَ أَبُو أَيُّوبَ: فَقَدِمْنَا الشَّامَ فَوَجَدْنَا مَرَاحِيضَ قَدْ بُنِيَتْ نَحْوَ الْكَعْبَةِ، فَنَنْحَرِفُ عَنْهَا وَنَسْتَغْفِرُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ

شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا: اتجهوا نحوَ المشرقِ أَوالمغربِ. وهذا بالنسبةِ لأَهلِ المدينةِ المنورةِ

2/14. Dari Abu Ayyub al Anshari radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

“Jika kalian mendatangi tempat buang air maka janganlah menghadap kiblat saat buang air besar maupun kecil, dan jangan membelakanginya. Tetapi menghadaplah ke arah timur atau barat”.

Abu Ayyub mengatakan: “Kemudian kami datang ke Syam dan mendapati tempat buang air dibangun menghadap ke arah kiblat. Maka kami menyelisihi arahnya dan memohon ampunan Allah ‘Azza wa Jalla” (HSR Bukhari dan Muslim).

“Menghadaplah ke arah timur atau barat”: Ambillah arah ke timur atau barat, ini bagi penduduk Madinah.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

B. Sahabat yang Meriwayatkan Hadits Ini: Abu Ayyub al Anshari

Nama aslinya adalah Khalid bin Zaid al Anshari al Khazraji, lebih dikenal dengan kun-yahnya, yaitu Abu Ayyub. Abu Ayyub termasuk sahabat yang menghadiri Baiat Aqabah. Dahulu Rasulullah ﷺ -ketika baru hijrah- bertempat tinggal di rumahnya selama sebulan hingga selesai pembangunan masjid dan rumah-rumah beliau. Rasulullah ﷺ mempersaudarakannya dengan Mush’ab bin Umair. Abu Ayyub mengikuti perang Badar dan perang-perang lain bersama Rasulullah ﷺ, jug menyertai berbagai penaklukan wilayah sepeninggal beliau. Abu Ayyub turut bersama Ali bin Abi Thalib memerangi kaum Khawarij di Nahrawan. Abu Ayyub syahid dalam upaya penaklukan Kostantinopel di masa Khalifah Muawiyah tahun 52 H (af).

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

C. Tema Hadits: Hukum menghadap atau membelakangi kiblat saat buang air kecil maupun besar (hl).

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

D. Kosa Kata:

– Tempat buang air / air besar (الْغَائِط): Tanah tenang (sepi) yang digunakan untuk buang hajat, istilah ini kemudian juga digunakan untuk air besar yang dikeluarkan di sana (br, af)

– Menghadaplah ke arah timur atau barat (شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا): Bagi penduduk Madinah tempat Rasulullah ﷺ mensabdakan hadits ini, kiblat ada di arah selatan mereka (bs)

– Syam (الشَّام): Wilayah yang sekarang dikenal sebagai negara Suriah, Lebanon, Yordania, dan Palestina (hl).

F. Makna Umum:

Ka’bah adalah rumah Allah (tempat yang dimuliakan Allah) yang memiliki kedudukan tinggi di hati umat Islam. Allah mewajibkan mereka untuk menghadap ke arah Ka’bah dengan keadaan terbaik mereka, yaitu ketika salat. Allah juga melarang -lewat rasulNya- umat Islam menghadap atau membelakangi ke arah Ka’bah saat buang air.

Kepada penduduk Madinah secara khusus, Rasulullah ﷺ mengajarkan agar mereka menghadap ke arah timur atau barat saat buang air, sebab Ka’bah di Mekkah ada di sebelah selatan mereka.

Abu Ayyub menambahkan bahwa setelah menaklukkan Syam sepeninggal Rasulullah ﷺ, mereka mendapati tempat-tempat buang air menghadap ke arah kiblat. Maka mereka menghadap ke arah lain dan memohon ampunan Allah karena merasa kurang dalam menjalani sunnah Rasulullah ﷺ (hl).

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

F. Faidah Terkait Hadits Ini:

– Larangan menghadap atau membelakangi kiblat saat buang air, dan hukumnya haram menurut mayoritas ulama (ut) di tempat terbuka. Adapun di tempat tertutup hukumnya diperselisihkan, dan akan dibahas di hadits ke-15 setelah hadits ke-14 ini

– Arah kiblat penduduk Madinah adalah ke selatan, maka mereka diperintahkan untuk menghadap timur atau barat saat buang air (br). Ini berbeda dengan arah kiblat kita di Indonesia

– Keutamaan arah kiblat (Ka’bah) dibandingkan dengan arah-arah lainnya (br). Hikmah larangan menghadap atau membelakangi kiblat saat buang air adalah untuk memuliakan Ka’bah (bs)

– Yang dimaksud dengan “memohon ampunan Allah” di cerita Abu Ayyub adalah istighfar dengan hati saja, karena tidak boleh istighfar dengan lisan saat sedang buang hajat (bs)

– Memperhalus sebutan yang menjijikkan (ut), seperti menggunakan ghâith (tempat buang hajat) untuk menyebut apa yang keluar saat buang hajat

– Memberi solusi terhadap apa yang dilarang (ut), “menghadaplah ke arah timur atau barat”.

•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•

Referensi:

– br, Abdurrahman al Barrak: العدة في فوائد أحاديث العمدة، عبد الرحمن بن ناصر البراك، الحديث الـ14

– ut, Utsaimin: تنبيه الأفهام شرح عمد الأحكام، محمد بن صالح العثيمين، الحديث الـ14

– bs, Abdullah Bassam: تيسير العلام شرح عمدة الأحكام، عبد الله بن عبد الرحمن آل بسام، الحديث الـ14

– hl, Salim al Hilali: زبدة الأفهام بفوائد عمدة الأحكام، أبو أسامة سليم بن عيد الهلالي، الحديث الـ14

– af, Abdullah al Fauzan: مورد الأفهام في شرح عمدة الأحكام ج3، عبد الله بن صالح الفوزان، الحديث الـ14.

Related Articles

Leave a Comment