Ada doa berpakaian yang juga kita baca setelah mengenakan sandal, sarung tangan, topi, dan sebagainya; ada pula yang tidak.
A. Doa Yang Kita Baca Setelah Mengenakan Sandal, Topi, dll
1. Doa setelah memakai baju (biasa)
Kita dianjurkan membaca hamdalah setelah mengenakan sandal, topi, sarung tangan, dan sebagainya. Meskipun hadits-hadits tentang hal ini spesifik menyebut “pakaian” atau “baju”, tetapi sandal memiliki substansi yang sama yaitu “dipakai”.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa mengenakan pakaian, lalu mengucapkan:
الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ كَسَانِيْ هٰذَا الثَّوْبَ وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلَا قُوَّةٍ
‘Segala puji bagi Allah yang telah mengenakan pakaian ini kepadaku dan memberikannya kepadaku, tanpa daya dan kekuatan dariku’,
Maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni” (HHR Abu Dawud).
2. Doa setelah memakai baju baru
Abu Sa’id al Khudri radhiyallahu ‘anhu menceritakan: “Dahulu apabila Rasulullah ﷺ memiliki pakaian baru, beliau menyebut namanya sorban, gamis, atau jubah; kemudian beliau mengucapkan:
اللّٰهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيهِ، أَسْأَلُكَ خَيْرَهُ وَخَيْرَ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ
‘Ya Allah untukMu-lah segala pujian, Engkau telah memakaikannya kepadaku. Aku memohon kepadaMu kebaikannya serta kebaikan tujuan ia dibuat. Dan aku berlindung kepadaMu dari keburukannya serta keburukan tujuan dia dibuat’” (HSR Abu Dawud dan Tirmidzi).
Imam Nawawi mengutip hadits ini dalam kitab al Adzkâr, dalam Bab Apa yang Diucapkan Jika Telah Memakai Baju Baru, Sandal (Baru), dan Sejenisnya.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
B. Doa Yang TIDAK Kita Baca Setelah Mengenakan Sandal, Topi, dll
Doa melepas pakaian “bismillâh” tidak kita baca saat akan melepas sandal, topi, sarung tangan, dan sejenisnya.
Hal ini karena substansi (‘illat) membacanya saat melepas pakaian adalah agar jin tidak dapat melihat aurat kita. Substansi ini tidak berlaku jika kita melepas sandal, topi, dan lainnya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
سَتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمُ الخَلَاءَ، أَنْ يَقُولَ: بِسْمِ اللّٰهِ
“Penghalang antara mata jin dan aurat keturunan Adam adalah jika salah seorang dari mereka hendak masuk kamar kecil mengucapkan Bismillâh” (HSR Tirmidzi).
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
Referensi:
– Al Adzkâr karya Imam Nawawi -cet. Darul Bayan- hal. 29
– islamqa.info/ar/answers/181740.
