Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Shafar di mana dahulu orang-orang Arab jahiliyah melakukan dua kemungkaran besar di bulan ini (akan kita sebutkan nanti).
Syekh Muhammad Shalih Al Munajjid telah menyebutkan ada 15 faidah tentang bulan ini, yang di sini saya tuliskan ulang dengan ringkas, yaitu:
1. Bulan Shafar (صَفَر) adalah bulan kedua di bulan-bulan Hijriyah terletak setelah bulan Muharram
2. Dinamai bulan Shafar (shafar artinya kosong) karena kekosongan Mekkah dari penduduknya ketika mereka bepergian di bulan tersebut. Atau: Karena kekosongan rumah-rumah mereka ketika mereka berangkat untuk berperang dan safar
3. Orang-orang Arab jahiliyah melakukan dua kemungkaran besar di bulan ini, yaitu:
a. Bermain-main dengan: Terkadang menukar urutan bulan Shafar dengan bulan Muharram
(Catatan: Ada 3 bulan haram berturut-turut yang dahulu bermakna ‘dilarang berperang’ yaitu Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharram. Terkadang mereka merasa larangan berperangnya terlalu lama, maka terkadang mereka menukar urutan Shafar dengan Muharram). Allah berfirman:
إِنَّمَا النَّسِيءُ زِيَادَةٌ فِي الْكُفْرِ يُضَلُّ بِهِ الَّذِينَ كَفَرُوا يُحِلُّونَهُ عَامًا وَيُحَرِّمُونَهُ عَامًا لِيُوَاطِئُوا عِدَّةَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ فَيُحِلُّوا مَا حَرَّمَ اللَّهُ زُيِّنَ لَهُمْ سُوءُ أَعْمَالِهِمْ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
“Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram itu adalah menambah kekafiran. Disesatkan orang-orang yang kafir dengan mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat mempersesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkannya, maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Setan) menjadikan mereka memandang perbuatan mereka yang buruk itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir” (Surat at Taubah: 37).
b. Merasa sial dengan bulan Shafar
4. Tidak boleh merasa akan sial di siang maupun malam hari dari bulan Safar, karena itu termasuk keyakinan jahiliyah yang telah dibatalkan oleh Islam. Rasulullah ﷺ bersabda:
لاَ عَدْوَى وَلاَ طِيَرَةَ وَلاَ هَامَةَ وَلاَ صَفَرَ
“Tidak ada penularan, tidak boleh ada perasaan sial, tidak ada burung pertanda sial, dan tidak ada (kesialan) Shafar” (HSR Bukhari Muslim). Maknanya:
– “Tidak ada penularan”: Dahulu orang jahiliyah meyakin bahwa penyakit bisa menular tanpa pengaruh dari Allah
– “Tidak boleh ada perasaan sial”: Tidak ada perasaan akan sial (karena sesuatu yang tidak logis, seperti kejatuhan cicak)
– “Tidak ada burung pertanda sial”: Burung yang terbang malam hari, dulu dianggap pertanda sial.
5. Sabda Rasulullah ﷺ: “Tidak ada (kesialan) Shafar”: Beliau menafikan adanya kesialan khusus di bulan Safar. Yang benar adalah bahwa Safar itu seperti bulan-bulan yang lain yang di dalamnya bisa terjadi kebaikan maupun keburukan.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
6. Maka perasaan akan sial jika menikah, safar, atau bekerja di bulan Safar termasuk khurafat yang wajib dihindari. Begitu juga perayaan karena bulan Safar telah selesai juga tidak diperbolehkan
7. Bulan Shafar sama dengan bulan-bulan lainnya, di dalamnya terdapat kebaikan maupun keburukan. Allah berfirman:
قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
“Katakanlah: ‘Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal’” (Surat at Taubah: 51).
8. Bulan kesialan dan keburukan itu bukanlah bulan Shafar secara khusus, tetapi bulan di mana seseorang memenuhinya dengan maksiat. Sebaliknya, bulan yang dipenuhi dengan ketaatan kepada Allah akan menjadi bulan kebaikan. Tidak ada kesialan selain dengan maksiat dan dosa
9. Perasaan merasa akan sial itu termasuk kesyirikan yang menyelisihi hakikat dan kesempurnaan tauhid. Rasulullah ﷺ bersabda:
الطِّيَرَةُ شِرْكٌ، الطِّيَرَةُ شِرْكٌ -ثَلَاثًا-
“Perasaan sial adalah syirik, Perasaan sial adalah syirik -beliau mengatakannya tiga kali” (HSR Abu Dawud dan Ibnu Majah).
(Perasan sial yang merupakan syirik adalah menganggap sesuatu sebagai pertanda akan terjadi kesialan; padahal hal itu tidak disebutkan dalam dalil dan tidak logis).
Ingat kaidah:
مَنِ اعْتَمَدَ عَلَى سَبَبٍ لَمْ يَجْعَلْهُ الشَّرْعُ سَبَبًا فَإِنَّهُ مُشْرِكٌ شِرْكًا أَصْغَرُ
“Barang siapa bertumpu pada satu sebab yang oleh syariat tidak diakui sebagai sebab, maka dia telah melakukan syirik kecil”.
Bahkan jika seseorang sampai meyakininya sebagai penyebab sesungguhnya -tanpa campur tangan Allah-, maka dia telah melakukan syirik besar dan keluar dari Islam.
10. Diantara bukti batilnya perasaan sial dengan hadirnya bulan Shafar adalah adanya peristiwa dan kemenangan besar yang terjadi di bulan ini. Di antaranya adalah:
– Hijrahnya Rasulullah ﷺ dari Mekah ke Madinah di bulan Safar, dan beliau tiba di Madinah pada bulan Rabiul Awal; meskipun ada yang mengatakan bahwa beliau berangkat hijrah di bulan Rabiul awal
– Perang Abwa` di tahun kedua Hijriyah terjadi di bulan Shafar, dan Ia merupakan ghazwah (perang yang diikuti langsung oleh Rasulullah ﷺ) pertama dalam Islam
– Penaklukan khaibar tahun 7 Hijriah terjadi di bulan Shafar, meskipun ada pula yang mengatakan di bulan Jumadil Awal
– Penaklukan Madain (ibukota Persia) pada tahun 16 Hijriah terjadi di bulan Shafar.
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
11. Rabu terakhir di bulan Shafar (Rebo Wekasan / Rebu Pungkasan) sama saja dengan hari lainnya, tidak perlu mengkhususkan ibadah atau doa tertentu di hari tersebut.
Sebagian orang ada yang meyakini hari itu sebagai turunya bala` besar, di mana orang yang salat atau bersedekah di hari itu akan terlindungi. Ada juga yang menulis sebagian ayat dan merendamnya di wadah, lalu meminum airnya. Semua ini adalah bid’ah yang tidak asalnya, dan termasuk ‘merasa sial dengan bulan Shafar
12. Sebagian orang ada yang meyakini bahwa bulan Shafar adalah bulan kebaikan dan kemenangan, dan ini namanya adalah menyikapi bid’ah dengan bid’ah lainnya. Kita ingatkan lagi bahwa di bulan Shafar terdapat kebaikan maupun keburukan
13. Sebagai orang menyebut Safar dengan sebutan ‘Shafar Kebaikan’ dengan maksud untuk melawan keyakinan bahwa Shafar adalah bulan kesialan. Dan juga tidak tepat karena di bulan Shafar terdapat kebaikan maupun keburukan, sama dengan bulan-bulan lainnya
14. Setiap hadis yang menyebutkan peristiwa di masa yang akan datang pada tanggal tertentu di bulan Shafar atau bulan lainnya; pasti itu adalah Hadits palsu, sebagaimana dikatakan oleh Imam Ibnul Qayyim al Jauziyah
15. Maka marilah kita berhati-hati jangan sampai ikut menyebarkan hadits palsu ini di media sosial maupun di tempat yang lainnya. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ
“Barangsiapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah dia menyiapkan tempat duduknya di neraka” (HR Bukhari dan Muslim, hadits mutawatir),
كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ
“Cukuplah seseorang bisa disebut berdusta ketika dia menceritakan apapun yang dia dengar” (HSR Muslim).
•┈┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈┈•
Referensi: 15 Fâidah fî Syahr Shafar karya Syaikh Muhammad Shalih al Munajjid.
